Mark O1

1.2K 122 7
                                        

"Hai, permisi." Mark menepuk bahu sosok yang berdiri di depannya setelah ia setengah berlari untuk mendekat.

Sosok itu menoleh dengan ekspresi cukup terkejut di wajahnya, "ya?"

"Maaf tiba-tiba." Mark merapikan rambut dan bajunya dengan cepat dan seadanya. Ia pasti terlihat sangat berantakan. Hari ini hari yang sibuk. Bahkan langit sudah berubah jingga saat kelas terakhir akhirnya dibubarkan.

"Ada yang bisa kubantu?"

Perlahan senyum terbit di wajah sosok itu.

Cukup lucu juga melihat gelagat Mark saat ini. Terlihat seakan ia sedang menahan gugup sebelum menyatakan perasaannya pada pujaan hati. Wajahnya juga terasa agak memanas. Ia bahkan meremas kedua tangan di sisi tubuhnya.

Mark berdehem.

"Boleh tau informasi sosmed kamu," ucapannya terhenti saat sadar sosok di hadapannya  sedikit mengerutkan dahinya. "Ah, anu, maksudku—"

"Untuk apa ya?"

"Anu, itu, uhm." Mark menelan air ludahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya dengan gugup.

"Saya rasa saya tertarik denganmu karena itu," jedanya untuk kembali berdehem dan menelan air ludahnya. "Maaf, ini mungkin agak tiba-tiba dan kurang sopan."

"Yeah, ini memang agak tiba-tiba. Apa ini lelucon? Kau kalah taruhan?" Sosok di depannya itu menggosok pelan dahinya yang sejak tadi mengernyit. "Seperti yang kau lihat, aku ini laki-laki. Permisi," ucapnya dingin dan segera membalikkan tubuhnya akan meninggalkan Mark.

"Tidak! Tidak ada hal seperti itu! Dan aku melihatmu sebagai laki-laki."

Kalimat itu berhasil menghentikan langkah sosok tadi. Ia berbalik.

"Apakah kamu keberatan jika saya mulai mencoba mendekatimu?" tanya Mark pelan dan menatap lurus mata sosok di hadapannya itu.

Sosok tadi lagi-lagi mengelus dahinya. Lalu, membuang napas panjang sambil tangannya mengeluarkan handphone dari saku celananya.

"Apa kau pernah mendengar rumor tentangku?" tanyanya sambil memperlihatkan layar handphone-nya yang menampilkan laman sosmed miliknya.

"Terimakasih!" jawab Mark buru-buru mengeluarkan handphone-nya dan mengetik nama tertera. "Uhm, aku tidak pernah mendengar apa-apa," sambungnya dengan mata yang masih sibuk melihat kedua handphone secara bergantian.

Deheman terdengar yang membuat Mark sedikit melirik pada sosokk itu, "jadi, siapa namamu?" tanya sosok itu menarik handphone-nya kembali saat Mark menganggukkan kepalanya mengisyaratkan bahwa itu sudah selesai. Melihat layar handphone-nya saat mendengar notifikasi dan mendapati pengguna baru yang mengikuti akunnya.

"Mark. Nama saya Mark Lee dan kamu, Haechan, benar?" jawab Mark sambil membaca nama akun yang ditampilkan di handphone-nya.

"Yupp." Ia mengangguk. "Kalau begitu, aku duluan, Mark."

"Boleh saya antar?"

"Tidak usah."

Haechan menggeleng dan tersenyum tipis.

"Aku naik sepeda motor sendiri. Lain kali kau boleh menjemputku, oke?" Haechan tertawa ringan dengan senyumannya yang manis itu, lalu melambai pada Mark, "dah!"

"Baik, hati-hati."

Setelah melihat tawa manis itu, mark mengulum senyumnya.

Mark rasa ia sudah gila.

Astaga!

[]

first posted on 9 december 2020

edited on 1 january 2025

with you - markhyuckStories to obsess over. Discover now