Kasih Dalam Kesah

17 2 0
                                        

Tepat hari ini, kita bertemu lagi di tempat ku pernah mengenal mu dengan baik. Senang rasanya bisa melihat sosokmu lagi dan senang juga rasanya melihat mu bahagia dengan pilihan mu saat ini.

Jujur saja, hari ini aku sangat bersyukur pada Tuhan karena sudah mempertemukan kita lagi sebagai dua orang teman lama.

Rasanya, hati ini ingin berdialog denganmu namun tetap saja kau berpaling muka dan sibuk dengan monologmu.
Maaf, aku tidak seperti laki-laki lain yang berani menegur mu dalam keramaian ataupun menyapa mu dalam pertemuan.

Bukannya kutakut ataupun tidak mau, tapi nyatanya mata ini tidak sanggup melihat seraut senyum terukir di wajah insan yang pernah kucinta.

Karena aku tau, akupun tak pantas untuk melihatmu lagi ataupun berharap kita dapat bercengkrama seperti dulu.
Iya, aku tau kau tlah bersama 'nya' saat ini. Tapi apakah aneh, jika sampai saat ini aku masih mencintaimu?

Aku tau ini bodoh, tapi hati ini masih menyimpan namamu. Karena pada saat hati ini kesah, nama-mu selalu ada dalam setiap emosi yang akan ku keluarkan.
Dan pada dasarnya hati ini tau, bersama siapa aku ketika sedang berkeluh kesah.

Teruntuk Yang DiucapStories to obsess over. Discover now