Ft. Juyeon - Leeknow - Sungchan - Sunghoon.
Perihal Abang Januar, A' Sekala, Danu, dan Gara dengan segala lika-liku yang mereka lalui bersama Ayah, Bunda, dan para gadis melengkap kisah mereka.
(!!)
Harsh words, full lokal.
Perihal achazia yang artinya raja. Itulah asal mula dibangunnya rumah kost ini oleh mendiang Kakek, lima tahun silam.
Tujuannya agar ke empat cucu laki-laki Kakek ini punya tanggung jawab menjadi penjaga rumah kost.
***
#Abang Januar dan tingkah anehnya.
"Abang, motornya gua pinjam dulu ya!"
Hari masih pagi, sekitar pukul enam lewat dua puluh menit dan suara kembaran gue telah berhasil menyadarkan gue. Yang baru tertidur selama dua jam, setelah begadang mengejar deadline.
"Pake aja, A'. Jangan lupa isi bensin ya." Gue membangkitkan diri dan mengacak rambut hitam gue yang memang berantakan.
Dan mendadak pusing ketika netra gue menatap penampakan kamar gue yang sangat berantakan, ditambah seorang anak SMA dengan seragam rapihnya.
"Udah mau berangkat, Dan?" tanya gue sembari meraih ponsel di atas nakas.
Itu Kamandanu, biasa disapa Danu. Yang mukanya mirip Aa' Sekala, dan sedikit mirip gue.
Danu menggeleng dan menunjuk kamar sebelah dengan dagunya. "Masih nunggu adik tersayang Abang sama Aa'."
Seperti biasa, gue hanya manggut-manggut dan beralih menatap cermin di hadapan gue. Sesekali menata rambut gue yang pastinya belum berubah menjadi rapih juga.
Gue mengarahkan ponsel ke arah cermin, membuat Danu yang berdiri di ambang pintu menghela nafasnya.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
"Bang, cepet mandi sebelum adek lapor ke bunda."
Gue pun dengan terburu-buru berlari ke kamar mandi setelah meraih handuk di samping gue.
"Bawel ya, bocil. Uang jajan kalian Abang potong."
Gue cuma bercanda, tapi gue yakin sekarang Danu dan Gara sedang mengumpat dalam hati.
***
#Aa' Sekala dengan modal nyali besar.
"Assalamualaikum, tante. Raisha nya ada?"
Pagi ini gue dengan bermodalkan motor sport Abang, helm Danu, dan hoodie Gara sedang berdiri di depan Ibunya Raisha.
Raisha siapa? Ya pacar gue, masa iya pacarnya Abang?
Ibunya Raisha, Tante Ani—tersenyum dan mempersilahkan gue masuk ketika gue meraih tangan beliau untuk salim. Duh, berasa calon menantu idaman ya gue.
"Nak Kala, sudah sarapan? pasti tadi di kost belum sempat sarapan ya," ujar Tante Ani.
Gue pun menerima tawaran tersebut dan berjalan beriringan dengan Tante Ani menuju ruang makan.