HERPENT

25 0 0
                                        

Pada tahun 2014, terdapat sebuah tempat terpencil yang bernama Herpent. Herpent merupakan tempat yang sangat jauh dari kota dan bahkan saat senjapun sudah seperti kota mati. Disana hanya ada beberapa warga yang tinggal disana. Pada saat itu, tinggalah sebuah keluarga yang dikenal sebagai keluarga Holton. Keluarga Holton memiliki 2 orang anak yang satu anak laki laki bernama Sam Holton dan yang satunya lagi adiknya yang perempuan bernama Anne Holton. Keluarga tersebut menjadi kacau semenjak ayahnya Jim Holton mengalami kebangkrutan dan akhirnya keluarga tersebut jatuh miskin. Keseharian kedua anak tersebut yaitu selalu mendapatkan ocehan bahkan siksaan dari ayah mereka tersebut akibat keadaannya yang selalu mabuk. Sementara itu ibunya Tina Holton juga tidak segan melampiaskan kekesalannya kepada kedua anaknya tersebut sehingga mereka mengalami trauma yang berat. Pada suatu hari, adik perempuannya tewas karena siksaan dari ayahnya. Sam Holton pun sudah tidak tahan lagi dengan sikap keluarganya tersebut. Suatu ketika, Sam memiliki pikiran untuk membunuh seluruh keluarganya. Dihari itu juga, Sam mengurung diri dikamarnya sambil merencanakan pembunuhan tersebut. Selesai sudah rencana yang ia buat dari pagi menjelang siang hingga sore hari. Pada malam harinya, ia mulai melakukan rencananya. Pertama Sam berpura pura bangun dari tidurnya dan jika ditanya oleh orangtuanya, ia beralasan tidak bisa tidur dan ingin memakan sesuatu. Lalu Sam pergi ke dapurnya dengan perlahan dan memulai tahap awal rencananya yaitu dengan membocorkan gas kompornya. Lalu ia perlahan balik ke kamarnya dan mengambil korek api. Setelah gas mulai merambat keseluruh ruangan yang ada dirumah tersebut, Sam melempar korek ke tabung gas tersebut. Karena pintu depan rumah Sam dikunci dan kunci tersebut dikamar orangtuanya, Sam memilih untuk keluar lewat atap rumahnya. Ayah dan Ibunya berteriak dan minta tolong untuk keluar tetapi tidak bisa karena seluruh ruangan sudah tertutupi asap. Akhirnya rencana Sam pun berhasil. Lalu, Sam berencana untuk mengakhiri hidupnya dengan cara lompat dari atas rumahnya ke bawah. Dan akhirnya Sam berhasil mengakhiri hidupnya saat itu. Setelah insiden tersebut, banyak orang yang merasa kesal dan juga perihatin atas pristiwa tersebut. Lalu beberapa tahun kemudian rumor tentang pristiwa tersebut sudah menjadi abu.
- -
Di kota bernama "Bridge",disana terdapat sebuah apartemen yang ditinggali oleh beberapa remaja anak kuliahan. Alton, orang yang pemberani dan satu satunya orang yang paling bisa mengambil keputusan dengan tegas diantara ketiga temannya tersebut. Jane, dia adalah teman pertamanya Alton. Dia periang dan suka  bercanda bahkan diwaktu yang tidak tepatpun juga. Kalau yang satu ini, dia orang yang sangat serius tetapi dia begitu labil dalam berbagai hal, yaitu Keny. Dan yang terkahir adalah Finn, dia memiliki sifat pemberani yang mirip seperti Alton, tetapi dia selalu melakukan tindakan tanpa berfikir terlebih dahulu. "oi, kau sudah kalah yang ke 7 kalinya dasar payah." Jane dengan nada meledeknya. Lalu Finn membalasnya dengan ekspresi kesal "memangnya aku peduli?, Nanti juga kalau kau yang kalah akan kuledek.". "oh ya? Memangnya kapan kau akan menang dengan otak sedangkal itu." Ucap Jane dengan nada yang lebih menyebalkan lagi. Merekapun ingin beranantem tetapi dihentikan oleh Keny dan dia berkata "kalian ingin melukai sesama hanya karena hal sepele seperti ini huh?". Lalu mereka kembali tenang. Karena sudah malam merekapun melakukan hal yang biasa mereka lakukan, yaitu begadang dengan menonton film horror. "kalian ingin nonton film apa malam ini?" kata Alton. Lalu Jane berkata "biasa, film horror terbaru". Lalu mereka menonton film horror tersebut hingga larut malam. Setelah mereka selesai menonton film tersebut, mereka bercanda seperti biasa. "hei, apa kalian ingin membeli sesuatu untuk dimakan?" kata Finn. "wahh ide mu boleh juga" katan Jane dengan semangat. "baiklah, sudah kita putuskan untuk pergi ke mini market" saut Alton. Lalu Keny berkata "memang ada mini market yang buka jam segini?" . "hmm, setau ku ada yang buka 24 jam tetapi agak jauh dari sini". "yah, tidak apa daripada kita kelaparan malam malam begini". Setelah itu mereka mulai menyiapkan barang dan mulai siap untuk keluar pintu apartemen. "kalian sudah membawa barang yang kalian butuhkan untuk disana sampai pagi?" kata Keny. "yap" saut mereka bertiga. Lalu saat sudah hampir masuk mobil, Alton sempat melupakan sesuatu tetapi ia malas untuk balik karena sudah masuk ke mobil. "baiklah, ayo berangkat!" kata Alton dengan semangatnya. Altonpun mulai menginjak gasnya lalu berangkat menuju apartemen ke mini market tersebut. Selama diperjalanan mereka tidak menemukan sama sekali mini market yang buka sampai akhirnya mereka menemukan satu ditempat yang jauh dan sepi. "Heumm, sedikit aneh bukan kalau ada mini market ditempat ini?" kata Keny dengan suara pelan. "yaampun, kau ini terlalu penakut. Mini market yang seperti ini sudah ada dimana mana tau" kata Jane. Akhirnya mereka masuk ke mini market. Lalu Alton mulai membeli beberapa makanan dan minuman untuk bersantai. Setelah sekian lama memilih makanan iapun mulai ke kasir. "Umm pak, tolong panaskan mienya lalu antar ke meja yang ada teman saya disitu ya pak" kata Alton. "umm, dimana ya pak?" kata tukang kasir tersebut. " disana pak" kata Alton sambil mengarahkan jari telunjuk ke meja tersebut. "oh, baik pak". Lalu setelah mienya diantar, mereka mulai bersantai sambil bercanda. Setelah lama kemudian, mereka masuk kembali ke mini market tersebut untuk membayar dan mulai menuju ke mobil. Sesaat sudah sampai parkiran merekapun mulai masuk ke mobil. Tiba tiba Keny tersadar bahwa ada yang aneh dengan mobil milik Alton ini. "hey, apakah kau lupa untuk mengisi bensin tadi?" kata Keny ke Alton. Lalu Alton menjawab "hmm, setauku tadi bensinnya full kok". "hey coba lihat ini" kata Jane dengan ekspresi kaget. Merekapun mendekat ke Jane dan melihat apa yang ia lihat. "LOH KOK BANNYA KEMPIS DAN BENSINNYA BOCOR?!" Kata Alton dengan ekspresi kagetnya dan bingungnya. "sial, yasudah kalau begi-...tunggu, itu bukannya POM bensin?" kata Keny sambil menunjuk kesana. Akhirnya merekapun mulai mendorong mobilnya ke POM bensin tersebut. "Hmm, aku bingung mengapa mobilku tiba tiba menjadi seperti ini" kata Alton dengan ekspresi bingung. "Yaa mungkin hari ini bukan keberuntungan kita" kata Jane. Dan akhirnya merekapun sampai ke POM bensin tersebut. "phew, akhirnya sampai juga" Finn dengan senangnya. "hmm, apakah kita akan bermalam disini? Mumpung ada motelnya" Kata Jane akibat kelelahan mendorong mobil. "hmm, sepertinya ini familiar" kata Alton. "Mana pernah kita kesini. Mungkin kau hanya bermimpi" kata Keny. Altonpun tidak memperdulikan itu lagi, lalu mereka mulai menuju motel tersebut dan ternyata disana tidak ada siapapun padhal kondisi motel tersebut masih dibilang belum rusak. Dan akhirnya merekapun mulai memilih kamar untuk dipakai malam itu. Dan saat Keny lagi mencari kunci kamar motel, Finn pun iseng membuka salah satu kamar lalu terbuka. "heii coba kalian kesini" Finn yang memanggil semua temannya. "Apakah motel ini tidak perlu kunci?" Finn dengan bingungnya. "hmm, kurasa lebih baik kita cari kamar yang lain" kata Alton. "tetapi sudah kucoba yang lain tidak bisa terbuka" kata Finn. "aku juga sudah periksa tidak ada kunci sama sekali disana" kata Keny. "apa kalian yakin akan menginap disini? Nanti kalau ada penjahat bagaimana?" Jane dengan khawatirnya. " ahh sudah lah daripada memikirkan seperti itu mending lebih memikirkan kondisi kita terlebih dahulu. Kalian sudah kelelahan bukan" kata Alton. Dan akhirnya merekapun masuk ke kamar tersebut dan tiba tiba mereka menemukan mayat tergeletak yang terlihat seperti pemilik motel tersebut. "A-APA APAAN ITU!!!!!??" Keny dengan sangat terkejut. "TENANG LAH JANGAN ADA PANIK" kata Finn. "ya, Finn benar. Jika kalian tidak tenang, nanti malah akan memperumit keadaan" Alton dengan tenang. "kau juga baik baij saja kan, Jane?" kata Alton. "y-ya ya aku baik baik saja, aku akan menganggap itu hanya boneka" Jane dengan gugupnya. Lalu merekapun mencoba untuk memeriksa mayat tersebut dan ternyata mayat itu masih baru seperti dibunuh beberapa jam yang lalu. "tunggu, sepertinya disini tidak aman" kata Finn. "sepertinya kita harus segera pergi dari sini jika tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi" kata Alton. "M-Memangnya ada apa?" kata Keny dengan sedikit panik. "mayat ini seperti baru saja dibunuh, kemungkinan pembunuh tersebut masih disekitar sini" kata Alton. Merekapun mendengarkan Alton lalu mereka bergegas ke mobil dan saat mereka keluar, mobil mereka sudah rusak seperti ada yang sengaja menghancurkannya. Lalu dari belakang merek samar samar mendengar suara rantai diseret. Dengan spontan merekapun menengok ke belakang dan mereka melihat seseorang seperti pria dewasa dengan tubuh yang berlumuran darah serta memegang seperti rantai yang lagi diseret menuju ke arah mereka. Seketika merekapun tidak memperdulikan lagi mobilnya lalu lari ke arah berlawanan dari arah pulang dan berharap ada warga disekitar sana. Merekapun lari sejauh mungkin dan akhirnya mereka melihat siluet seperti rumah. Sesaat mereka sudah mulai dekat ternyata memang rumah tetapi kondisinya sudah sangat hancur. Lalu mereka berinisiatif untuk menginap disana hingga pagi. Merekapun mulai memasuki rumah tersebut dan memeriksa sekeliling rumah. "apakah kalian melihat sesuatu yang bisa digunakan apapun itu" kata Alton. "Tidak, disini benar benar hancur semua" kata Jane. "bagaimana caranya kita tenang disini, sementara dia masih diluar sana mencari kita" kata Keny. "biar aku saja yang berjaga jaga, kalian tidurlah nanti kalau ada apa apa aku bangunkan" kata Finn. "Tidak, kurasa kita tidak akan tidur malam ini karena kita tidak tahu bagaimana pembunuh tersebut. Jadi jangan menjaga hanya satu sisi saja, siapa tahu dia sudah merencanakan sesuatu" kata Alton. "kurasa kau terlalu berlebihan tetapi aku setuju" kata Keny. Akhirnya merekapun tidak jadi tidur dan merekapun akhirnya berjaga jaga. Tidak lama kemudian muncul kabut tebal di jalan depan rumah tersebut, lalu tampak siluet seperti pembunuh yang tadi sedang menuju kerumah yang mereka tempati tersebut. Merekapun mencoba untuk bersembunyi. Setelah lama kemudian merekapun mulai memberanikan diri untuk mengintip. Dan akhirnya merekapun tidak melihat si pembunuh tersebut. "fuuh, akhirnya dia tidak mengejar kita lagi" kata Finn dengan leganya. "mungkin dia sedang berpura pura menipu kita kali biar kita puas atau mungkin dia beneran buta" kata Jane dengan bercandanya. "sudah sudah, intinya kita aman untuk sekarang" kata Alton. Tiba tiba Keny pun terdiam lalu mencoba untuk menghentikan pembicaraan Alton,Jane dan Finn. "shhhh, kalian tolong bisa diam dulu sebentar!" Keny dengan keraguannya. "memang ada apa kawan?" kata Jane. "Apa kalian mendengar apa yang aku dengar?" kata Keny. "tunggu suara itu...." Kata Finn terdiam sebentar. Tidak lama kemudian langkah kakinya semakin cepat dan mulai menuju tangga dan tiba tiba menghilang. Finn pun mencoba memberanikan diri untuk mengintip dari tangga bawah. Saat Finn menengok ke atas secara perlahan tidak ada apa apa, lalu saat ia menengok yang kedua kalinya masih tidak ada apa apa dan setelah itu dia kembali lagi dan tiba tiba, "tidak ada apa ap-, A-A-Alton d-d-dibelakang m-mu" Finn dengan terbta bata dan gemetaran. "Memang ada apa huh?!" Alton dengan bingung dengan tingkahnya yang tidak biasa. Lalu saat Alton,Jane dan Keny menengok ke belakang ternyata pembunuh tersebut sedah berdiri tepat didepan jendela yang ada dibelakan Alton dengan topeng dan badan yang berlumuran darah dan kotor. "SEMUANYA LARII KE PINTU BELAKANG DAN SEGERA KABUR!!!" kata Alton. Merekapun akhirnya berhasil kabur ke arah yang jauh dari arah mini market tersebut karena sudah dihalangi oleh pembunuh tersebut. Lalu setelah lama kemudia mereka tersesat karena saking ketakutannya. Dan sampai akhirnya mereka menemukan anak kecil ditengah jalan tersebut. Lalu mereka mencoba untuk mendekati anak kecil tersebut, tiba tiba si anak tersebut lari . Merekapun mencoba untuk mengejarnya hingga membawa mereka ke rumah yang masih utuh tetapi sudah menghitam karena terbakar. Saat sesampainya didepan rumah tersebut anak itu masuk kedalamnya. Merekapun bingun dan mencoba untuk berfikir positif. "Mungkinkah ini pertanda kalau dia memberi petunjuk ke tempat yang aman ke kita?" kata Finn. "Setauku anak kecil itu memiliki hati yang bersih, jadi yaa kemungkinan yang kau ucapkan itu ada benarnya" kata Jane. Disisi lain Keny pun bingung kenapa Alton melamun. " Alton, kau kenapa? Jangan membuatku gelisah" Keny dengan bingungnya. Beberapa detik kemudia Alton pun sadar "tidak, tidak apa apa" kata Alton. "Ayo masuk keburu ketahuan dengannya" kata Jane. Saat mereka ingin masuk, mereka melihat sosok itu lagi sedang perlahan kearah mereka. Merekapun memutuskan untuk tidak kabur lagi dan mengumpat. Saat mereka masuk, mereka tidak menemukan anak kecil tersebut dan merekapun tidak begitu perduli. "Ganjal pintunya menggunakkan apapun!" kata Keny. "baiklah aku akan menjelajahi seluruh rumah ini dulu apakah ada barang yang bisa digunakan atau tidak" kata Finn. Keny pun melihat Alton sedang kebingungan lalu ia bertanya kepada Alton " hei, kau kenapa lagi?" kata Keny. "Aku seperti pernah melihat anak tersebut" Alton dengan muka yng penuh dengan kebingungan. "Kau ini kenapa sih dari tadi, mulai dari pom bensin hingga anak tadi kau selalu seolah olah seperti orang kebingungan?! Ceritakan lah!" kata Keny dengan marah dan bingung karena sifatnya yang sangat misterius. "arggg, sudah cukup jangan meneruskan pernincangan ini lagi. Aku tidak ingin membuat semua ini mejadi lebih rumit lagi" kata Alton. Akhirnya mereka berhenti dan mencoba untuk tenang. Ditengah tengah ketenangan tersebut, mereka mendengar suara dari pintu belakang sedang terbuka. Merekapun mulai memerika pintu tersebut. Ternyata disana terdapat pembunuh tersebut sudah masuk kedalam rumah. Merekapun mencoba kabur melalui pintu depan, akan tetapi pintu tersebut terhlang oleh benda yang mengganjal pintu tersebut. Di hujung lorong pintu depan tersebut terdapat pembunuh yang sedang perlahan lahan kearah mereka. Merekapun panik, dan tiba tiba Alton pun melihat anak kecil tersebut di tangga dan lari keatas. Alton pun berusaha mengelabui pembunuh tersebut lalu lari mengikuti anak tersebut hingga membawanya ke atap rumah tersebut dan tidak ada jalan untuk turun. Lalu pembunuh tersebut tak lama kemudian menyusul Alton. "D-d-dimana teman teman ku!?" Kata Alton dengan sangat ketakutan. "dimana? mereka tidak akan pernah kesini bahkan mereka tidak akan pernah tau kau ada disini"  kata si pembunuh tersebut. "A-apa maksudmu?! Apa mau mu?!?" kata Alton. "Yang aku inginkan hanyalah dirimu" kata pembunuh tersebut. "Tidak pasti mereka segera menyusul ke atas sini!" kata Alton. "bahkan kau kesini hanya sendiri dari awal. Kau tidak punya siapa siapa" kata pembunuh. "A-apa?" kata Alton. Lalu Alton mengingat kata temannya apakah ada barang yang tertinggal dan ia baru menyadari sesuatu kalau yang tertinggal adalah barang terpenting baginya. "T-t-tidak mungkin jika itu semua benar, lalu kau siapa?!" kata Alton. Lalu si pembunuh itu memberi tahu apa yang terjadi. "Aku adalah rekan dia dulu, dia merupakan orang paling disukai oleh para pekerja bahkan manajerpun menyukainya dan akhirnya naik pangkat menjadi yang tertinggi diantara kami dan meneruskan untuk mengelola perusahaan tersebut. Dia memang orang baik saat itu sampai akhirnya dia membuang ku yang telah membantunya sampai seperti itu dan pada suatu hari terjadi kesalahah disana, lalu ia menuduhku sebagai pelaku dari kesalahan tersebut yang sebenarnya itu kesalahannya, tetapi karena dia ingin mempertahankan jabatannya. Aku dikeluarkan dan akhirnya aku kesal dan merasa ingin membalaskan dendam ku. Dan akhirnya aku berhasil membuatnya bangkrut dan jatuh miskin. Dan aku dengar dia mulai tidak waras. Walaupun pada akhirnya saat itu menjadi hari terakhirku. Saat malam hari aku saking senangnya, aku tidak memperhatikan jalan dan akhirnya tertabrak. Dan akhirnya aku sudah bebas sekarang". "T-tunggu jadi selama ini kau itu!!!" kata Alton dengan emosi yang tercampur aduk. "ya aku tahu kau pasti sangat bingung kan sekarang, maka dengan itu ikut lah denganku ke tempat yang lebih tinggi 'SAM' " kata pembunuh itu seiring ia mendekat ke arah Alton. "Jangan! Jangan mendekat!!" kata Alton dengan perlahan mundur hingga kakinya sudah ada di ujung atap tersebut. Pembunuh tersebut dengan tiba tiba berlari kearah Alton dan Altonpun kaget dan membuatnya terjatuh kebawah.
- Beberapa hari kemudian-
*Ckrik *ckrik, suara kamera dimana mana dan disana terdapat narasumber yang diwawancarai. "Jadi apa yang anda lihat pada malam itu?" kata wartawan. "Jadi pada malam itu, pria tersebut membeli 4 mie dan menyuruh saya untuk mengantarkan mie tersebut kepada temannya. Saya pun bingun karena disan hanya ada dia sendiri tetapi saya tidak begitu memikirkannya hingga saya terkejut tiba tiba dia mendorong mobilnya hingga ke POM bensin daerah Herpent tersebut. Dan akhirnya saya mencoba untuk mengejarnya tetapi dia berlari ke arah daerah yang lebih dalam dan pada akhirnya saya menemukan dia telah tergeletak didepan rumah dengan kondisi yang sudah tidak bernyawa" Kata narasumber tersebut. "Apakah bapak tahu namanya?". "kalau tidak salah dengar dia bernama Alton". Satu hari sebelumnya saat ia dimakamkan, ketiga temannya tersebut masih tidak menyangka kalau Alton harus pergi meninggalkan mereka. "sial, kenapa harus terjadi seperti ini sih" kata Jane dan Finn dengan suasanya hati yang menduka. "Cih, seharusnya aku tidak membiarkannya bangun bahkan sampai lupa mengingatkan untuk dia meminum obatnya" Keny dengan kesal dan sedih. "aku lupa kalau dia menderita penyakit Halucinoptic (penyakit yang membuat penderitanya mengalami halusinasi berat dan membuatnya lebih peka dengan hal mistis bahkan bisa memvisualisasikan mahluk tersebut seolah olah mereka itu nyata)" kata Finn. "Sudahlah tidak usah saling menyalahkan diri kalian, yang berlalu biarlah berlalu. Ayo kita pulang" kata Jane. Dan akhirnya merekapun kembali pulang ke apartemen tersebut lalu menjalankan hidup mereka seperti biasa.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 29, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HerpentWhere stories live. Discover now