Terpana, segala melihat sosokmu
Saat kau mengepal tangan dan menantang
Berteriak kencang
Mewakili tangis rekan dibawah sayap gagahmu
Tak kenal sakit kau mematahkan besi
Tak kenal takut kau merobohkan pijakan sendiri
Semua demi kami
Pengais beras dari tangan-tangan petinggi yang tertawa tiap hari
Kami meringkuk tak mengerti
Atas nama investasi
Kota ini bukan milik bersama lagi
Dan para tetinggi tertawa dengan keras karena ini
Selagi kawanmu menangis dan menepi
Kau gagah berdiri hingga pagi mengulang
Dan pagi berikutnya lagi
Kau lenyap
Tak tinggalkan bau dan jejak
Dan para tetinggi tertawa lebih keras lagi
