"Oppaa .. Kau selalu saja mengejekku seperti itu".
Ungkap seorang anak perempuan kepada anak laki - laki yang berada di sampingnya,
"oohh .. Bagaimana tidak, kau sangat imut dengan wajah seperti itu, dan bukankah kau tau sendiri aku selalu gemas dengan hidung mungilmu itu". Balas anak lelaki itu,
nampak terpancar raut bahagia di wajah anak laki-laki itu, sedangkan anak perempuan yang sedang di ejek menampakan raut wajah kesalnya.
Lantas Anak perempuan itu menutup hidungnya "kau tau hidungku mungil, tapi kenapa selalu mencubitnya bagai mana kalo hidungku semakin mungil dan menghilang", "dan ini menyakitkan heemmm." ia menggerutu!
Anak laki-laki POV
"oohh tidak, lihatlah dia bertingkah sangat menggemaskan saat ia marah. Lantas apa salah bila aku selalu mencubitnya." ujarnya dalam hati,
"hahah .. " suara tawa anak laki-laki itu sangat keras dan membuat anak perempuan itu semakin di buat kesal olehnya. Sekilas ia menatap wajah anak itu, dan seketika menghentikan tawanya.
"Maafkan aku .. Maaf"
'Flasback Off'
Di suatu tempat, Samar-samar terdengar suara tangis yang menyakitkan dari sebuah pintu kamar. Dimana seorang gadis yang setiap malam akan menangis bila mengingat kenangan masa kecilnya. Dan tak luput selalu mengatakan!
"Aku merindukanmu.. Oppa"
KRINGGG!!! 06:00
"Aiiss .. Yayaya aku sudah bangun sebelum kau berbunyi, bisakah kau berhenti" sambil menatap jam weker di hadapannya.
"aahh dan ini masih pagi tapi aku sudah berbicara dengan jam weker? Seperti idiot saja kau teen", ".. Heeehh" suara hembusan nafas berat terdengar.
"Oppaa .. Kau sedang apa? Apa kau sudah bangun? Apa yang akan kau lakukan hari ini?."
"Hiks .. Hiks .. Hiks" suara tangis itu .. Air mata itu selalu terdengar dan menetes setiap paginya, alih-alih untuk membersihkan diri. Ia lebih memilih untuk berlabuh pada fikirannya tentang anak laki-laki itu. Dan akan berakhir dengan tangis yangenyakitkan.
'Flasback On'
Angin berhembus kencang, cahaya mulai redup, dan terlihat senja di hadapan 2 insan ini. Rambut yang tertepa angin dan senyum merekah terlihat jelas di bibir mereka.
Teen, anak perempuan yang berusia 8 thn ini, mempunyai hidung mungil nan menggemaskan. Yang Bernama lengkap
KIM LEE TENN JOON ,
ya nama yang unik' dia terlahir dari keluarga besar KIM, seorang CEO yang mempunya beberapa perusahaan besar.
Ia sangat menyukai senja. Setiap hari ia akan kembali ketempat ini hanya untuk melihat senja. Dan anak laki-laki yang selalu bersamanya.
"Oppaa.." Teen memanggilnya tanpa melepaskan tatapan matanya dari matahari yang akan terbenam.
"heemm" hanya itu jawaban yang terlontar dari anak laki-laki itu,
"Oppaa .. Oppaa .. Oppaa" Teen memanggil lagi, kali ini ia menatap anak laki-laki di sampingnya itu dengan senyuman yang selalu membuat ia terlihat sangat menggemaskan.
Hanya perlu di ketahui, Teen! Ia bukan sesosok anak yang cantik. Ia tidak mempunyai paras yang menawan, ia hanya mempunyai wajah yang menggemaskan, manis, dan benar-benar sangat manis. Di tambah dengan kepribadiannya yang sangat baik. Bahkan siapapun yang melihatnya mungkin akan terpikat. Dan Apakah mungkin anak laki-laki .ini juga terpikat?
"Ya ... Kim Namteen yang menggemaskan,, Ada Apa?" ujarnya sembari menghadap kepada teen.
"uuuhh .. Lagi-lagi kau menyebut namaku dengan lengkap. Kau tau nama itu sangat aneh." anak laki-laki itu hanya membalas dengan senyuman, agar teen melanjutkan kata-katanya
"emmm ... Oppaa .. Kau taukan alasan mengapa aku menyukai senja?"
Anak laki-laki itu tersenyum.
"Tentu saja teen, itu belum cukup lama untuk di lupakan." ujarnya
Lantas Teen kaget dan menatapnya
"Apakah suatu hari nanti Oppaa akan melupakannya?". Anak laki-laki itu kembali tersenyum
"Tentu saja Tidak. 1 thn yang lalu bagiku itu sangat berharga teen, saat kau menangis di taman waktu itu, kau terlihat sangat menggemaskan." "Aku tidak tahu, seandainya orang tua kita tidak berteman. Mungkin sekarang kita tidak akan saling mengenal,"
Senyum merekah terhias di bibir teen.
"Dan seandainya waktu itu Oppa tidak membawaku melihat senja, mungkin aku tidak akan menyukainya."
"Oppaa .. Bisakah kau berjanji akan selalu melihat senja bersamaku?" teen menunggu jawaban dengan penuh harap ..
Sedangkan anak laki-laki itu, hanya memperhatikannya tanpa mengeluarkan. Sepatah katapun, ia takut kata-kata yang akan ia katakan, akan membuat teennya bersedih. Sampaaii ...
"Teen ... Aku ..."
BERSAMBUNG.......
YOU ARE READING
I'm You Twilight
RomanceDia anak perempuan yang menyukai senja, karena alasan tertentu! Dan seorang anak laki-laki yang mampu memikat hatinya saat pertama kali. Kebersamaan yang cukup lama membuat sebuah luka di hatinya. Di mana saat ia sudah tidak bisa melihat senjanya...
