1

73 10 2
                                        

Cho Heechul tidak main-main dengan pilihannya dan ia juga tidak pernah salah memilih.

Kalung berliontin batu safir biru itu sudah menunjukkan segalanya. Memilih calon yang terbaik untuk putra satu-satunya. Walau awalnya ia bingung kenapa harus Sungmin dan bukan Kibum.

Dengan wajah bahagia Heechul mempersiapkan segalanya.

Memperlakukan Sungmin sebagai Maid?

Apa dia sudah tak waras jika itu terjadi. Pekerjaan Maid tidak pantas dilakukan oleh calon menantunya.

Peraturan dibuat untuk dilanggar bukan.

Itulah yang kini Heechul lakukan, alih-alih meminta Sungmin melakukan ini dan itu, justru Heechul memanjakan Sungmin.

"Malam ini bulan purnama penuh. Aku mendengar jika keturunan peri bunga sepertimu akan mengalami fase baby flower, benarkah itu? Dan seperti apa prosesnya? Apa kau akan kesakitan nantinya?" Heechul memberi banyak pertanyaan, sedangkan Hangeng hanya menggeleng dengan sifat cerewet istrinya.

Sungmin yang tengah duduk nyaman di kursi, tersenyum kecil mendengarnya. "Betul sekali Nyonya, tubuh saya akan berubah menjadi anak-anak lima tahun, dan sisi kekanak-kanakan saya akan muncul," jawab Sungmin kalem.

"Owh... Ini sangat menarik. Aku suka anak kecil," sahut Hangeng. "Apa yang kau cemaskan?" tanya Hangeng yang tahu raut wajah Sungmin yang mendadak cemas.

Dengan malu-malu Sungmin mengangguk. "Saya khawatir tidak bisa mengendalikan sisi manja saya, takutnya nanti akan sangat merepotkan orang-orang disini,"

"Orang-orang disini sudah biasa dengan hal seperti itu. Kami bisa mengatasinya," ucap Heechul.

"Terimakasih Tuan dan Nyonya besar,"

Hangeng dan Heechul tersenyum lembut.

Dan Sungmin merasa sangat nyaman disini. Kenapa orang-orang diluar sana memberikan cap buruk kepada Klan Cho?

Mereka tidak jahat atau kejam, justru sangat baik.

Oh iya ngomong-ngomong Sungmin belum melihat calon suaminya itu, Cho Kyuhyun.

"Putraku akan pulang besok. Jadi kau bisa mulai mengerjakan tugasmu sebagai Maid mulai besok saja. Karena ini sudah larut lebih baik kau istirahat," ujar Heechul pengertian.

Sungmin mengangguk dan undur diri dari ruang kerja Hangeng.

Selepas Sungmin pergi, tatapan lembut mereka berubah tajam.

"Kau merasakannya Hanny? Dia bisa memberi banyak keuntungan untuk Klan kita"

Hangeng meminum cairan merah didalam gelasnya. "Yah. Dan hawa murninya begitu kuat. Aku tidak yakin putra kita dapat menahan hasratnya jika sudah bertemu Sungmin,"

Tawa Heechul menggema diruangan itu. "Itu ujian untuknya. Hitung-hitung latihan,"

.
.
.

Di pagi hari yang cerah...

Meski hatinya bergemuruh, Sungmin menarik nafas untuk menenangkan dirinya. Bagaimana pun di depannya saat ini adalah sosok majikannya.

Calon suamiku... Tapi-

"Kenapa Eomma memilih anak kecil sebagai calon isteriku dan seorang Maid? Aku pikir akan ada wanita cantik dan sexy yang membangunkanku tidur? Aku bisa gila!"

Belum apa-apa ia sudah dihina! Batin Sungmin berbicara.

"Hiks hiks"

Sindrom Baby Flower Sungmin muncul. Dalam semalam tubuh indahnya berubah menjadi wujud anak-anak berusia lima tahun. Sindrom ini akan hilang dengan sendirinya, hanya tiga hari.

RoseStories to obsess over. Discover now