Ravel suka dipeluk mama. Rasanya beda dibanding dipeluk Papa.
Mama itu lembut mirip bantal, kalau mengantuk enaknya bersandar di lengan Mama sambil peluk perut mama.
kadang Ravel ketiduran, mama yang pindahkan Ravel ke kamar
"Ma."
"iya?"
"Fathers day itu apa sih?"
Clara menoleh ke samping, dielusnya surai si sulung
"Fathers Day itu hari dimana anak-anak merayakan dengan berbuat baik untuk ayah mereka, misalnya bantu beres-beres rumah, terus bantu mama menyiapkan makan, terus kasih kado ke Papa juga boleh"
"Mama juga dikasih?"
"Ravel mau kasih mama kado?"
"Uang jajan Ravel kan sudah habis, ma. Beli buat Papa saja ya?"
"kok habis? kan Mama bawain kamu bekal, Hayo buat beli apa?"
duh! Ravel keceplosan. Permen lolipop milik Arin lebih menarik. salahkan paman penjual yang berhasil merayu Ravel
"eum...buat beli apa ya?"Mata Ravel berotasi ke atas, alisnya menyatu
"Permen lagi?"
"Mama suka Ravel jujur atau bohong?"
Ravel mengerjap, tatapan Mama mengintimidasi.
Clara awalnya ingin mengomel, tapi diurungkan setelah mendengar pertanyaan Ravel.
"Ravel diajarin bu guru jujur atau berbohong memangnya?"balas Clara
"Jujur"
"Terus?"
"Mama sayang sama anak yang jujur?"
"sayaanggg bangeeet". Kini suara Clara melembut
"kalau Ravel bilang beli permen, Mama Sayang Ravel nggak?"
"Mama kan gak mau Ravel makan manis-manis, Nanti gigi Ravel rusak"
"Tapi Ravel jujur, Ma"
oke, jadi ibu itu memang tidak mudah.
Apalagi kalau punya putra yang sifat dan wajahnya mirip suaminya
pintar mengolah kata-kata
"Terus kalau Mama tidak kasih uang saku lagi, Ravel mau beli kado Papa pakai apa?"
bocah laki-laki itu mengerjap sekali lagi,
"Ravel minta uang sama Papa saja ya, Ma? buat beli kado. Janji habis ini tidak beli permen lagi. Tapi Mama jangan bilang Papa kalau Ravel mau belikan kado?"
Astaga ide sang putra genius sekali. Clara rasanya mau tertawa keras-keras
"Serius? janji tidak beli permen lagi?"
"janji, Ma?"
"oke!"
"Tidak makan permen loh! Nanti kalu di langgar Mama bilang ke Papa"
"eh Ravel janji kok!"
"yeeeaah! Ravel sayang Mama
seperti yang sudah-sudah, kecupan basah mendarat di pipi Clara
