Disclaimer
__________&__________
Cerita ini hanyalah sebuah fiktif belaka jika terdapat kesamaan nama,tokoh dan tempat itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
Selamat membaca jangan lupa vote coment and follow ya terimakasih 😊🐾
Stop plagiat ❌
Sumpah nyari ide itu susah😊
Tahun 1978
Suasana Desa yang masih makmur dan sejahtera membuat hati menjadi tenang dan nyaman tanpa adanya hiruk pikuk kehidupan, Dan inilah desa X walaupun keterbatasan akan segala hal namun semangat tak pernah pudar untuk menjalani sebuah kehidupan.
Suara burung berkicau riang tanda hari sudah mulai menjelang siang, Namun raga ini masih ingin berbaring di ranjang nan usang ini.
Ya, Selamat datang di kisah hidupku di tahun 1978 perkenalkan namaku Aisyah Azzahra biasa di sapa.
"Aisyah," Ya seperti yang di sapa oleh Dinda panggil saja namaku Aisyah dan dia adalah sahabat karibku orangnya pintar,baik,tapi ... pendiam. "Ayo, Udah siap berangkat kan? Nanti ketinggalan sampan bapakku sudah di sungai nunggu kita."
"Ok siap, Tunggu dulu aku pasang tali ikat pinggang." Balasku
Yah selalu seperti ini aku harus hidup mandiri karena belum bisa mengerjakan pekerjaan rumah karena beberapa Minggu lalu ibuku melahirkan adikku yang pertama, Sedangkan bapakku di pagi-pagi buta ke sungai untuk melihat pancing apakah ada ikan atau tidak untung aku mengerti sedikit bagaimana memakai seragam sekolah.
Siap.
Segera aku menyusul Dinda yang sudah beberapa menit menungguku di sampan transportasi yang kami gunakan cukup sederhana dan itu jalan satu-satunya menuju ke sekolah karena sekolah kami berada di seberang sungai tepatnya di desa tetangga karena di desa ku tidak ada sekolah dasar sangat memilukan memang.
Dan di sinilah aku di sampan.
"Aisyah jangan main air, Mau kau ke cebur ke sungai di pagi seperti ini." Kata ayah Dinda kepadaku
"Tidaklah pak, Hanya ingin bermain saja."
"Sudah, Sudah, Duduk yang benar sebentar lagi akan sampai."
Tentu saja sekolah tercinta kami sudah mulai terlihat atapnya dan tak lama lagi akan sampai, Seperti yang dikatakan ayahnya Dinda tadi akhirnya kami pun sampai di sekolah ini dan di sana juga terlihat anak-anak yang lain yang juga di antar oleh orang tuanya juga menggunakan sampan.
"Belajar yang rajin ya, Kamu juga Aisyah."
"Iya siap pak." Kataku begitu juga dengan Dinda
"Assalamualaikum." Kata Dinda dan Aku pada ayahnya Dinda.
Kami pun segera menuju ke kelas dan kebetulan aku dan Dinda sebangku tak lama kemudian guru pun masuk ke kelas kami untuk memberikan mata pelajaran pertama.
Masih mengenai dengan ini Budi dan ini ayah Budi maklum saja aku masih menduduki bangku sekolah dasar kelas satu dan itulah yang akan di bahas untuk beberapa hari ke depan.
Tak lama kemudian jam istirahat pun tiba aku dan Dinda tetap di kelas karena Dinda tidak ingin jajan di luar begitu pun aku, Bukannya tak mau membeli tapi uang saku ku tak ada tapi untung Dinda baik dia rela membagi bekal yang dia bawa untukku.
Aku mana bisa menyiapkan bekal untuk diriku sendiri mematik korek api saja tidak bisa apalagi yang lain, Ah sudahlah tidak mau memikirkan itu yang penting sudah ada bekal Dinda kami pun makan dengan lahapnya walaupun lauknya cuma ikan hasil pancing ayahnya Dinda.
Pada pagi hari tadi ayah ku melihat pancingan yang besok dia tinggalkan tapi belum pulang jadi aku memutuskan untuk tidak membawa bekal karena enggan saja membawa karena tidak ada lauknya.
YOU ARE READING
Single Parent,Why not! [ On Going ]
RandomKetika cinta tidak tau lagi ke mana arah berlabuh Hanya kepada Allah kembali untuk bersimpuh. Dan ketika dua insan tidak lagi bersatu di dalam dunia ini akakan mampu menjalani hidup ini dengan kesendirian dan cobaan yang amat banyak? Ikuti kisah mer...
![Single Parent,Why not! [ On Going ]](https://img.wattpad.com/cover/246384152-64-k623040.jpg)