Chapter 1

5.1K 545 73
                                        

Tokoh dalam cerita ini adalah milik Tuhan, dirinya sendiri, keluarga masing-masing, dan SM Entertaiment. Saya hanya meminjam nama mereka untuk kepentingan cerita ini. Jika merasa cerita anda mirip saya tidak berniat mengcopy cerita anda karena ini murni dari imajinasi saya.

Warning : Typo bertebaran !

Check this out !

.

.

.

Doyoung baru saja pindah ke lingkungan baru beberapa minggu ini. Alpha muda dari keluarga bangsawan Kim itu baru saja pindah ke Kota Septa dari Ibukota Kerajaan. Sebenarnya ia pindah karena diminta kakaknya untuk menemani tinggal di Kota tempat banyak Bangsawan tinggal. Awalnya Doyoung membayangkan kota itu penuh dengan diskriminasi karena Kota Septa terkenal dengan para Bangsawannya. 

Semua benar-benar berbeda ketika Doyoung sampai di kota tersebut. Kota itu bahkan lebih terkendali daripada Ibukota dengan penduduknya yang hidup damai tanpa dinding pembatas antar Bangsawan dan penduduk biasa. Bahkan para Omega bisa berjalan-jalan dengan nyaman tanpa takut diserang oleh Werewolf lain.

Doyoung mulai nyaman tinggal di sini meski ia belum banyak mengetahui sisi lain dari Kota ini. Melihat lingkungannya yang dikelilingi hutan dan penduduknya hidup dengan damai. Sulit dipercaya bahwa Kota ini adalah tempat tinggal banyak keluarga Bangsawan yang berpengaruh di Kerajaan. Doyoung menikmati kehidupannya di Kota baru ini.

Saat itu hari sudah mulai gelap, para pekerja di rumah kaca milik kakaknya satu per satu mulai berpamitan untuk pulang dan kembali esok hari untuk kembali bekerja. Keluarga Kim terkenal dengan pengobatan, keluarganya juga terkenal membuat obat-obatan. Kakaknya juga melakukan hal yang sama membuat obat-obatan dari banyak tanaman untuk para penduduk. Doyoung juga memiliki pengetahuan yang sama akhirnya memutuskan untuk membantu kakaknya di kota ini.

Makan malam disiapkan oleh pelayan di rumah mereka. Satu keluarga tinggal di sana untuk mengurus rumah serta keperluan kakaknya dan Doyoung. Jadi kedua bersaudara tersebut bisa fokus bekerja membuat obat-obatan. Rumah itu juga cukup besar meski tidak sebesar rumah keluarga bangsawan lain karena lebih luas halaman belakang untuk rumah kaca tempat tanaman obat tumbuh. Jadi tidak perlu tenaga ekstra untuk membersihkannya atau berkeliling rumah.

Doyoung menghela nafas melihat kakaknya yang membaca surat dengan pinggiran berwarna emas. Sepertinya mewah sekali untuk sebuah surat,  ia bertanya-tanya apa surat itu dari Raja sehingga menyedot seluruh perhatian kakaknya. Beberapa saat kemudian kakaknya meletakkan surat itu lalu kembali mengunyah makanannya.

"Ada undangan pertemuan para bangsawan," kata Kakaknya yang bernama Gongmyung ini. Kakaknya juga seorang Alpha sama seperti Doyoung.

"Aku tidak ikut," kata Doyoung. Ia cukup malas untuk melakukan hal seperti itu. Lebih baik ia tidur atau membaca buku atau melakukan hal tidak penting lainnya daripada menghadiri sebuah acara besar seperti itu. Apalagi dilihat dari desain undangannya pasti banyak bangsawan yang akan hadir. Sungguh Doyoung tidak ingin terlibat dengan hal semacam itu.

Gongmyung terkekeh, "Sayang sekali."

"Kenapa? Jangan berusaha untuk menjodohkanku dengan Omega-Omega di sana. Kau jadi punya hobi seperti Eomma," keluh Doyoung.

"Aku tahu kau belum bertemu dengan Mate-mu begitupun aku. Hanya saja aku ingin kau menemukan sisi lain dari kota ini," kata Gongmyung.

Doyoung mengerjap, "Apa?"

"Kau penasaran?" tanya Gongmyung.

Doyoung mengangguk,  menutupinya juga percuma. Kakaknya akan selalu bisa menebak isi pikirannya. Di samping itu Doyoung sudah akrab dengan lingkungannya, jalanan di Kota juga sudah lumayan ia hafal. Ia hanya bisa merasakan bahwa ada hal yang tidak diketahui olehnya dari Kota ini. Yang jelas itu bukan perbudakan karena semua kalangan hidup dengan baik. Doyoung penasaran dengan sisi lain kota ini yang sepertinya tidak mudah ia ketahui.

Eyes of The SeaStories to obsess over. Discover now