Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Blue Rose

41 0 0
                                        

"Jika diibaratkan bunga, aku ini apa?"

Sekonyong-konyong Renjun bertanya kepada Jeno yang tengah menggunting tangkai bunga tulip ketika diri sudah menyentuh kursi. Iseng saja, sebab tidak ada pekerjaan lagi yang bisa dikerjakan. Urusan rumah sudah selesai. Chenle sedang main di luar. Ya sudah, sekali-sekali mengganggu suami yang makin saja kelihatan tampan saat sedang serius begitu.

Atensi Jeno seketika teralih, dari tulip menjadi Renjun, seseorang yang sudah menjadi pendamping hidupnya selama duabelas tahun. Gunting diletakkan di atas meja lalu dagu bertopang pada tangan. "Matahari," jawabnya, sembari menatap seseorang di hadapannya lekat. "Cerah, ceria, optimis, bersemangat. Kamu persis bunga matahari."

"Aku tau kamu bakal jawab begitu." Renjun mengangguk-angguk. Satu kuntum bunga tulip diambil dan dihirup aromanya dalam-dalam. "Matahari ... ceria, cerah, optimis. Itu yang kamu sampaikan saat kencan kedua kita."

"Kalau aku?" Jeno balik bertanya. "Jika diibaratkan bunga, aku ini apa?"

"Mawar ... biru." Renjun ikut menopang dagu pada tangan. Balas menatap Jeno sama lekat. "Indah, namun di setiap kelopaknya bagai menyimpan misteri. Seperti kamu. Kamu itu penuh misteri. Sampai kadang aku berpikir, apa yang sedang kamu tutupi?"

Renjun menyelami mata jelaga Jeno, mencari jawaban meski yang nampak hanyalah kehampaan. Ia menghela napas pada akhirnya.

Kendati sudah hidup bersama hampir duabelas tahun lamanya, baginya Jeno amat sulit untuk ditebak. Renjun tetap saja kebingungan dalam memahami lelaki itu walaupun telah berusaha.

Kompleks, satu kata yang menggambarkan seorang Lee Jeno. Dan, Renjun ingin menyelemami ke-kompleks-an itu hingga mendapat jawaban yang selama ini ia cari-cari.

Namun, untuk sekarang ia hanya dapat berucap, "Tapi, aku percaya padamu." Sambil tersenyum.

Jeno juga tersenyum.

Dan, Renjun tahu kalau itu senyum palsu.

Archief.Stories to obsess over. Discover now