Bagian Dua

44 3 1
                                        

Mian..!!🙏🏻
~Typo
~etc,

,

,

,

❣️❣️❣️

Di pagi hari aroma lezat menguar di apartemen Jungkook, membuat ia mengendus dengan mata terpejam. Setelah dirasa aroma yang ia cium bukanlah sebuah mimpi, matanya pun membuka seketika lalu terduduk.

Jungkook merasa heran, bagaimana bisa masakan tetangganya tercium sampai di apartemennya, begitu pikirnya.

Setelah beberapa detik, mulutnya menganga dan matanya membulat teringat sesuatu. Jungkook baru sadar dari mode linglungnya setelah bangun tidur. Ia ingat bahwa saat ini ia tidak tinggal sendiri di apartemennya.

Segera ia beranjak dari tempat tidur barunya yang berada di lantai dua apartemennya. Karena sebelumnya kamar tidurnya berada di lantai satu. Sedangkan ruangan yang saat ini disulap menjadi sebuah kamar tidur dulunya adalah ruangan Jungkook menaruh beberapa alat musik dan studio pribadinya.

Saat ini ia harus berbagi ruangan dengan komputernya, sedangkan alat musik yang ia miliki sebagian ia pindahkan sebagian masih berada di kamarnya saat ini.

Meskipun demikian, Jungkook tidak merasa kamarnya sesak, karena luas lantai dua adalah setengah dari luas apartemennya. Dan lantai dua hanya dipakai untuk kamar Jungkook seorang, lengkap dengan kamar mandi di sisi ruangan.

Jungkook menuruni anak tangga dan segera menuju dapur. Sebelum sampai di dapur, ia melewati meja makan yang sudah tertata rapi dan sudah tersaji nasi di atasnya.

Ia berhenti di pintu dapur dan melihat sepupunya yang sedang memasak dengan celemek yang menempel di tubuh sepupunya. Terlihat sangat keren dan ahli. Seakan sepupunya itu sudah terbiasa dengan pekerjaannya saat ini.

"Ah, Kookie! Kau sudah bangun. Ayo bantu hyung bawa kimchinya ke meja" Jungkook yang sedari tadi berdiri memandangi pemandangan baru di apatemennya, kini bergerak mengambil kimchi yang dimaksud Xiao Zhan yang saat itu masih berada di sisi kompor.

Ia mengekor di belakang sepupunya yang berjalan menuju meja makan dengan membawa makanan yang lain.

Setelah meletakkan semua makanan dan barang yang diperlukan untuk sarapan, keduanya pun duduk dan bersiap untuk makan. Jungkook terlihat seakan belum pernah melihat makanan yang ada di depannya.

Dengan sangat senang dan antusias Jungkook menjelajah makanan. Semua hidangan ia letakkan di piringnya. Xiao Zhan sangat senang melihat tingkah Jungkook. Ia merasa hasil usahanya dihargai.

Jungkook langsung menyantap suapan pertamanya. Seketika matanya membulat. " Hyung! Ini enak sekali" kata Jungkook dengan mulut penuh makanan karena ia baru saja memasukkan kimchi dan nasi berurutan dalam satu kunyahan.

Xiao Zhan tersenyum di tengah mengunyah makanannya. "Kamu boleh habiskan semuanya".

"Benarkah?" Mata Jungkook membulat.

"Iya, lagi pula siapa yang akan menghabiskan makanan ini?"

Jungkook masih terlihat sangat menikmati makanannya. "Hyung! Sebenarnya aku bisa saja makan di luar, tapi aku sudah lama merindukan makanan yang dimasak saat aku masih dalam keadaan tidur, dan saat bangun aku tidak perlu menata penampilanku terlebih dahulu untuk mendapatkan sebuah makanan." Katanya di tengah aktifitas makannya yang lahap dengan mulut penuh.

"Aku bisa saja masak sendiri, tapi seringnya hanya membuat pancake, karena mudah dan cepat, tapi lama-lama aku bosan." Jungkook bercerita dengan nada sedih.

Xiao Zhan lagi-lagi tersenyum hingga menampakkan gigi kelincinya saat melihat sepupunya yang bertingkah lucu. "Hari ini kamu sekolah kan?"

"Iya"

We Are Made To Love (Ketika Cinta Datang Dengan Sendirinya)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang