Prolog

64 5 0
                                        

POV Chris
Mataku hanya melihat ruangan putih. Di tanganku tertancap jarum infus. Aku berusaha bangun namun dihadang oleh dokter
"Tunggu, jangan banyak gerak dulu. Badanmu masih lemah" Kata dokter
"Aku dimana? Kenapa aku di rumah sakit?" Tanyaku dengan nada lemah
"1 Jam yang lalu, kamu jatuh pingsan di kereta. Apa yang terjadi?" Tanya dokter kebingungan melihatku.
"Sepertinya, aku tidak ingat, dok. Aku tidak mengingat. Apapun di kereta" jawab Chris dengan kebingungan.
"Ayah dan Ibumu kemana? Kenapa mereka tidak melihatmu?" Tanya dokter dengan sedikit bingung
"Ah, mereka sudah meninggal. Aku tak ingin mengingatnya" jawabku
"Baiklah, aku pergi dulu. Istirahatlah" jawab dokter kemudian pergi

Dokter pergi meninggalkan ruangan. Dokter terlihat sedikit kesal. Ntah apa yang buat dia kesal, aku pun tak ingin ikut campur.
"Dia tak mau bicara" kata dokter di balik pintu kamar Chris.
"Tunggu saja, Nanti ia pasti bicara tentang kejadian di kereta" jawab orang misterius di balik pintu kamarku.

Mendengar hal itu. Aku makin penasaran apa sebenarnya terjadi di kereta tersebut. Akupun membuka Handphone ku dan melihat, bahwa kereta yang dokter bicarakan ternyata seisi gerbong meninggal dengan tragis. Dan hanya aku yang selamat.
Karna bingung. Aku pun mencabut selang infusku. Mengambil barang barangku dan kabur dari rumah sakit. Aku takut, kalau aku yang disalahkan.
Tanpa sepengetahuan pihak rumah sakit. Aku pun berhasil kabur dari rumah sakit tersebut.
Jane. Kamu dimana, aku merindukanmu. Air mataku mulai bercucuran mengingat Jane

POV Jane
Akhirnya. Aku bisa berlibur dari kerjaan di Kantor Polisi itu.
*hmmmpph hmmmphhh* bunyi getar dari handphone ku.
"Bu Jane, segera ke kantor polisi. Anda punya tugas yang sangat penting" jawab atasanku
"Siap pak, segera meluncur" Jawabku dengan tegas dan menutup telponku
Ah sial, aku baru saja berlibur. Sudah di panggil, aku janji akan selesaiin tugas ini. Andai saja Chris disini. Mungkin ia bisa bantu aku.
Kantor Polisi
Aku pun sampai di kantor polisi. Dan langsung ke ruangan atasan
"Bu Jane. Anda punya tugas penting. Anda harus selesaikan tugas ini." Wajah Atasanku sedikit cemas
Ia pun memberikan File tentang info dari tugasku selanjutnya.
"Hanya kamu yang bisa selesaikan tugas ini" Jawab atasan polisi tersebut.
Aku membaca file tersebut
"Dia semakin menggila, semakin banyak korban yang ia bunuh, maniak ini harus di tangkap" jawab atasanku
"Awalnya dia hanya membunuh para kriminal. Sekarang, dia sudah membunuh manusia yang tidak berdosa" Lanjut atasanku
"Baiklah, akan ku selesaikan kasus ini" jawabku
"Jane, Kita hanya punya waktu 1 tahun untuk kasus ini. Jika tidak.." kata atasanku dengan sedikit gugup
"Jika tidak?" Jawabku bingung
"Para keluarga korban dan warga kota ini tidak akan percaya lagi dengan kepolisian" Jawab Atasanku
"Baiklah. Pasti aku selesaikan" jawabku dan pergi meninggalkan kantor polisi
Aku pun masuk ke mobilkh dan merenung
Astaga Chris. Sudah 10 tahun kita berpisah. Sekarang kamu dimana? Aku merindukanmu
Akupun menangis mengingat Chris

8.760 HoursDonde viven las historias. Descúbrelo ahora