1

7 1 0
                                        

Seorang gadis desa yang terlahir dengan ekonomi yang sulit atau tidak mampu.
Namanya Siera Marine, umurnya beranjak 16 tahun. Sejak kecil ia tinggal hanya bersama ibunya, dan 2 hari lalu ibunya sudah meninggal dan tinggalah ia sendiri, siera tidak tahu kemana ayahnya pergi, karna dari kecil siera tidak pernah bertemu dengan ayahnya, dan sebelum ibunya meninggal ia menulis surat untuk siera, ibunya menyuruhnya untuk pergi ke kota, kesebuah alamat yang sudah ditulis disana.

Untuk Siera anakku

Bacalah surat ini setelah ibu sudah tiada.
Maaf ibu tidak bisa berumur panjang untuk merawatmu hingga menjadi wanita dewasa.

Ibu berpesan kamu segera ke jakarta kerumah sahabat ibu, ibu sudah berpesan dan dia akan merawatmu dengan baik disana

Alamat.
Perum nusa indah No.07 jakarta
Ibu choi

Dan disinilah siera dengan membawa tasnya, didepan gerbang rumah yang sangat mewah dan masih ragu untuk memencet bel rumah itu, masih berdiam diri

Tin Tinnn

Dan tak lama gerbang itu dibuka oleh seorang satpam dari dalam

"Woi minggir lo, kalo mau ngemis jangan disini awas" teriak lelaki itu

"Maaf dek minggir dulu ya" kata bapak satpam itu, mobil itupun melaju memasuki perkarangan rumah

"Cari siapa dek?" Tanya bapak itu

"Hmnn saya cari ibu choi pak, apa beliau tinggal disini?"

"Oh iya benar, tapi nyonya choi sedang berada diluar, ade bisa duduk aja dulu tunggu disitu" bapak itu menyuruh siera untuk duduk di pos satpam

Sudah jam 6 sore siera masih duduk di pos satpam, siera sudah menunggu selama 3 jam, siera sangat lapar dan haus, dan tak lama ada mobil baru memasuki perkarangan rumah.

"Permisi nyonya, ini ada yang mencari"
Siera pun dengan sigap berdiri dari duduknya.

Wanita korea paruh baya itu mengahampiri siera dan menatap siera dari atas sampai bawah

"Ada apa ya mencari saya?"

"Saya siera marine bu, anaknya ibu merry"

Wanita itu kaget melihat siera dan langsung memeluk siera

"Jadi merry sudah tiada?" Wanita itu terdengar menangis, dan siera yg ada dipelukannya hanya mengangguk diam

"Saya choi, kamu bisa panggil saya mama mulai sekarang, karna kamu sekarang anak saya" siera mengangguk, dan nyonya choi membawa siera masuk kedalam rumah, siera sangat kagum dengan isi rumah itu

"Mbak sari, tolong rapihkan kamar yang disebelah kamar ben ya karna akan ditempatkan oleh siera, dan ini tolong bawa tas siera ke kamar"

"Baik bu"

"Sini nak" nyonya choi ajak siera duduk di sofa

"Sekarang kamu jangan sungkan, semua yang ada dirumah ini sudah menjadi keluarga kamu sekarang"

Masih banyak pertanyaan dalam benak siera, kenapa ibunya menitipkannya pada ibu choi

Apology | Ha yoonbinDes histoires addictives. Découvrez maintenant