Aurora, perempuan dua puluh empat tahun yang bekerja sebagai konsultan finansial dan mengemban jabatan sebagai kakak, ayah, ibu, dan teman bagi Adiknya yang berharga.
Thank you for submitting your CV. This letter is to inform you that we received your application for financial consultant. We appreciate you taking the time to apply.We are currently in the process of discussing your applications and we would like if you ready for interviews on this weekend at our office. If you are selected, our human resources department will be in contact with you two days after inteviews.
Thank you again for the time you invested in your application.
With appreciation,
HRD Fine Rose Financial.
Tepat dua tahun yang lalu Aurora menerima surel tersebut, resmi bekerja satu minggu kemudian di perusahaan financial yang cukup ternama sembari menyelesaikan studi sarjananya. Hari ini, kerja keras Aurora terbayarkan karena baru saja dipromosikan menjadi executive financial consultant. Semua yang telah Aurora lakukan hanya demi adik perempuannya, satu-satunya yang ia miliki di dunia sepeninggal ibu 3 tahun yang lalu. Adiknya yang berada di kelas terakhir sekolah menengah atas itu bernama Rania.
Rania selalu menjadi obat rasa sakit dan pahitnya dunia bagi Aurora. Senyum Rania selalu bisa membuat Aurora bahagia berkali-kali lipat. Tidak banyak yang bisa Aurora ceritakan tentang dirinya sendiri karena dunianya hanya ada Rania, Rania, Rania, dan pekerjaan.
Hari ini, perempuan pekerja keras itu mendapat kelonggaran pulang lebih awal dari biasanya. Aurora mengendarai mobilnya dengan cepat dan hati-hati, sekaligus membeli makan malam untuknya dan Rania. Makanan kesukaan Rania sekarang adalah ayam bakar extra kecap, berganti dari yang asalnya mie goreng. Justru sekarang Rania sangat tidak menyukai mie goreng karena makanan itu selalu membuat Rania teringat oleh ibunya.
Sesampainya Aurora di rumah, semua lampu masih mati pertanda Rania belum pulang. Aurora selalu tau kebiasaan Rania jika seperti ini adalah bermain di rumah teman-temannya sampai larut untuk fangirlingan bersama. Perempuan itu segera menelepon adiknya, "Halo kak" jawab Rania.
"Rania dimana? Kakak udah sampe rumah," kata Aurora. "Aku di rumah Vivi, lagi unboxing album NCT yang baru dateng kak."
"Oh gitu, yaudah jangan pulang malem-malem ya" pesan Aurora yang dijawab, "Siap kak". "Hati-hati, Ran-" belum sempat terselesaikan, telepon sudah diputus oleh Rania. Aurora hanya tersenyum, padahal kakak sengaja pulang cepet biar bisa dinner bareng kamu Rania. Baru saja Aurora akan meletakkan handphonenya di nakas, sebuah pesan masuk.
From : Terry
Kak, gue udah kirim laporan via email ya. Untuk analisis data klien A gue kirim malam ini. Satu lagi kak, seminggu lagi ke Jepang ya. Meeting sama investor dari Jepang dan ngurusin yang lainnya, dua minggu. Tiket, akomodasi, transport, dan berkas-berkas yang harus diurus udah beres. Besok pagi udah ada di meja kakak.
To : Terry
Thank you, Terry.
Aurora bergegas untuk membersihkan diri, setelah itu merebahkan badannya di sofa sambil menonton drama korea yang baru-baru ini ramai dibicarakan. Ia tiba-tiba teringat untuk membersihkan kamarnya dan kamar Rania, sekadar iseng. Aurora masuk ke dalam kamar Rania yang bernuansa pink, beberapa baju dan barang yang berserakan di lantai pelan-pelan dirapihkan dan dibersihkan Aurora. Setelah selesai, Aurora memperbaiki tatanan kasur Rania. Tak sengaja diliriknya satu sudut kesukaan Rania yang bertuliskan Rania's Corner.
Dilihatnya satu-persatu secara detail, mulai dari poster, album, photocard, lightstick, dan perintilan-perintilan Kpop lainnya. Rania sangat menyukai NCT, kata Rania biasnya adalah Haechan, Fullsun, Lee donghyuck. Begitu lah. Rania selalu berkata pada Aurora, "Kak nanti kita harus nonton konser NCT bareng ya. Kakak harus tau betapa menyenangkan dan lucunya NCT dan Haechan." mata Rania berbinar-binar setiap kali menyebut namanya.
Pukul sembilan malam kurang, Rania yang baru saja sampai di rumah mendapatkan kakaknya yang tertidur di sofa. Gadis itu menghampiri Aurora tanpa suara, menatap wajah tenangnya dan mengusapnya sesekali. Betapa beruntungnya Rania, betapa bersyukurnya Rania memiliki Aurora.
"Kak, bangun. Rania udah pulang." ucap Rania pelan sambil merapihkan rambut-rambut Aurora. "Kok malem banget sih? Kan kakak kangen. Sini peluk." kata Aurora sambil membentangkan tangannya, "Udah makan?" tanya Aurora. "Belum, mau diet ah. Aku tuh udah gendut banget sekarang kak" jawaban dari Rania membuat Aurora menatapnya tajam. Perempuan itu langsung membawa adiknya ke meja makan, menyediakan semangkuk nasi dan macam-macam menu makanan. Malam itu, mereka habiskan berdua ditutup dengan tidur bersama di kamar bercat putih dan berbau cokelat milik Aurora.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.