01

6 2 0
                                        

Pernah gak sih kalian berpikir kalau dunia ini penuh dengan teka-teki? Teka-teki yang terus menghantui dan membuat manusia menggila mencari kebenaran yang sulit diterima nalar. Dari Misteri Segitiga bermuda, teori yang mengatakan manusia berawal dari kera, teori yang berbicara bahwa ada hewan purba dan mungkin saja banyak kegilaan yang manusia lakukan untuk mencari kebenarannya? 

"Lili"

Apakah mungkin sebenarnya manusia itu memiliki kekuatan? Mungkin seperti kekuatan penghacur, menganalisis dan beramsumsi.

"Lili"

Bagaimana dengan para penjelajah waktu? Bukannya melangkahi ruang dan waktu melawan ketetapan fisika, itu sangat tidak bisa diterima begitu saja.

"LILI KAMU KENAPA LAMA BANGET DIKAMAR MANDI?,"

"LAGI MEMIKIRKAN MASA DEPAN BUNA," jawab gadis itu tidak berbohong. Entah mengapa kalau sudah masuk kamar mandi tiba-tiba saja segala jenis pemikiran dan ide-ide muncul begitu aja.

"KAMU INI CEPETAN MANDINYA NANTI TELAT,"

"IYA BUNAKU SAYANG," sahut nya.

"Punya anak perawan satu kelakuannya bikin istigfar mulu! Suka kebiasan diem dikamar mandi," gerutu Buna -Tari-.

"Kenapa sih bun? Ini masih pagi kamu udah marah-marah," tanya Ayah -Ari- sambil asik membaca koran hari selasa dan menyesap teh beraroma melati.

"Anak kamu tuh suka kebiasaan diem dikamar mandi. Dia itu lagi hibernasi atau apa sih?," kesal Buna sambil berkutat dengan masakannya.

"Pagi om, Buna," sapa seseorang dari arah pintu masuk.

"Eh Bara! Sini nak," sambut Buna ramah.

"Lili mana bun?," tanya Bara setelah duduk dimeja makan dan mengambil selembar roti lapis cokelat.

"Lagi siap-siap palingan dikamar," sahut buna.

Mata Bara menelusuri setiap ruangan yang ada dirumah ini. Rumah yang telah ditetapkan menjadi rumah kedua setelah rumahnya.

"Wow tulisannya masih ada, "ucap Bara bahagia melihat nama dirinya dan Lili tertulis di dinding rumah Lili.

"Om gak hapus?," tanya Bara ke Ayah Ari.

"Enggak,  orang itu tulisan pertama Lili jadi harus dipajang," sahut Ayah Ari bahagia.

"Pagi ayah, buna, curut," sapa Lili sambil menuruni anak tangga.

"Pagi juga Anak Moa," sahut Bara sinis.

"Ihhh Buna!!! Masa Bara bilang Lili anak moa," rengek Lili.

"Hush kamu Bara. Lili ini bukan anak moa tapi anak beruang kerjaannya hibernasi mulu," sahut Buna malah ngeledekin Lili.

"Berarti Buna juga beruang! Akukan anak Buna, "Jawab Lili dengan senyum kemenangan.

"Kamu ini enak aja!  Kamu doang yang jadi anak beruang. Kalau Buna mah yang tetap menjadi Buna paling cantik, " ucap Buna tak mau kalah.

"Ayah,, buna ngeledek ayah tuh!, " ucap Lili mengadu.

"Ngeledek apaan? Jangan fitnah kamu!, " balas buna tidak terima.

"Buna itu ngeledek!  Pertama ngeledek Lili yang imut dan manis ini anak beruang terus secara tidak langsung buna bilang ayah itu beruang!," ucap Lili mencari pembelaan pada ayahnya.

"heh kapan Buna bilang Ayah Beruang?, " tanya Buna tidak terima.

"Waktu Buna bilang Lili anak beruang berarti orang tua Lili juga beruang! Buna gak mau ngaku berarti ayah beruangnya!, " sahut Lili dengan nada meledek.

E N I G M AWhere stories live. Discover now