Sore itu senja bersinar indah bersamaan dengan selasainya jam kantor. Riuk keramaian kendaraan bermotor serta bunyi klakson kendaraan yang begitu bising merupakan hal yang biasa dikota metropolitan. Seorang lelaki baru saja keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, ia segera pergi menjauh dari tempat kerja yang ia tak inginkan itu. Dia kembali ke tempatnya bisa beristirahat sebelum pergi memenuhi janjinya dimalam hari. Diruang sempitnya beralaskan kasur kapuk tipis direbahkanlah tubuh kurusnya.
Senja pun berganti dengan langit gelapnya langit malam yang ditaburi bintang-bintang. Dia terbangun dan segera mandi tatkalah melihat jam telah menunjukkan pukul 19.50. ia bergegas merapikan pakaiannya dan memakai wangian membuat tampilannya semenarik mungkin untuk berjumpa sang wanita kenalannya di media sosial. segera melaju mengingat waktu janjian mereka untuk berjumpa jam 19.50. malam di sebuah cafe tempat pertama mereka berjumpa. Dipojok cafe nampak seorang perempuan dengan rambut panjang lurus sedang menunggu sambil meminum capuccino.
Ia menghampiri wanita itu " sudah lama menunggu?"
wanita itu pun tersenyum dan menjawab " belum kok, aku barusan sampai 10 menit yang lalu"
~tawa wajah serius saling terpancar saat 2 orang yang kenal dari media sosial bertemu dan berbagi kisah. Tanpa disadari perbincangan telah berlalu 2 jam lamanya dan waktu menunjukkan pukul 22.10~
"sudah jam 10, aku mau balik dulu yah" wanita itu berkata.
" iya udah jam 10, mau aku antarin?" tanya lelaki itu.
" nggak usah repot-repot aku bisa pulang sendiri kok" sambil tersenyum pada sang lelaki
" aku antar aja yah rumah kita kan searah, nanti kamu kenapa-kenapa dijalan gimana?"
"tapi aku kan bawah kendaraan sendiri, terus gimana?' tanya perempuan itu
" nanti aku ikutin dari belakang aja" jawab sang lelaki sambil tersenyum
" iya deh, tapi kamu jangan macam-macam " perempuan itu tersenyum sambil sedikit tertawa
"iya aku nggak macam-macam kok, ~percaya deh aku hanya mau memastiin aja pujaan hatiku aku sampai kerumahnya dengan selamat~" sambil menatap mata perempuan itu sambil tersenyum
"ahh kamu bisa aja deh, dasar gombal" perempuan itu tersipu malu
Mereka pun keluar dari cafe dan kembali kerumah, di jalan lelaki itu mengikutinya dari belakang sambil sesekali mendekat dan menatap mata indahnya. Sesampainya didepan rumah lelaki itu bertanya
" eh iya, nama asli kamu siapa?
"Grania Amerta" jawab perempuan itu
" wah indah yaa, seperti pemilik namanya" sambil terenyum
" ahh kamu gombal terus "
" memang bagiku kenyataannya kok"
" ya terserah kamu aja deh, nama asli kamu siapa?"
"Nama aku Atmaj Zafran Adam"
" waw"
"kenapa?"
"Enggak, aku hanya mau bilang waw aja, aku masuk dulu yaa, kamu hati-hati nanti dijalan"
" iyaiya, jangan lupa mimpiin aku yaa"
" ihh ngapain mimpiin kamu, mending aku mimpiin artis korea aja"
" yaudah, awas yah sampai mimpiin aku"
" Iyaiya geer amat sih, daaaah"
"daaaaah"
Zafran kembali berkendara dengan sepeda motor tua miliknya menyusuri jalanan malam. Dalam pikirannya masih terbayang jelas senyuman wanita yang baru saja ditemuinya. Sesampainya di kosan kecilnya, ponsel zafran berdering. Dilihatnya telepon dari grania.
YOU ARE READING
Grania
RomanceTempat yang slalu kurindukan bersamamu bersama senja yang slalu menemani tak lagi berarti saat aku kembali
