We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

PINTU HATI

9 1 0
                                        

"Jodoh pasti bertemu" ini adalah pepatah yang sering kutemui namun tidak pernah ku alami, sehingga aku tidak percaya dengan pepatah itu. Namun di suatu siang hari yang terik namun tidak panas. Aku melihat seorang wanita dengan paras yang begitu menarik hati, duduk sendirian di kursi, seperti sedang menunggu seseorang.

Pada saat itu untuk pertama kali nya aku membuka PINTU HATI ku.

Dengan malu aku mendekati wanita itu, "Permisi kak" kataku. Dia menatapku dengan heran, "Iya?" jawabnya.

"Boleh duduk di sini?" tanya ku. "Ya." jawab nya dengan singkat.

Aku pun duduk di depan wanita itu. Dengan percaya diri ku berkata, "Lagi nunggu siapa kak?". "Nunggu temen." jawabnya dengan cuek.

"Emang janjian jam berapa kak?". "Jam 4." aku pun heran dengan perkataan itu.

Waktu sudah menunjukan pukul 4 lewat 10 menit. Setelah berbincang begitu lama kami pun bertukar kontak. Teman wanita ini pun akhirnya datang saat kami bertukar kontak.

"Siapa dia?" dengan heran teman nya bertanya. "Temen baru" jawab wanita itu. Setelah kejadian itu,aku tau kalau nama wanita itu bernama Fitri.

Setelah kejadian itu kami pun mulai berkomunikasi lewat line. Kami pun sering bertemu sekedar untuk makan dan berjalan-jalan. Hubungan kami semakin dekat layaknya sepasang sandal yang tidak dapat dipisahkan.

Namun sayang nya aku harus meninggalkan Fitri karena aku harus melanjutkan pendidikan S2 ku di Yogyakarta. Aku sangat sedih harus meninggalkan Fitri tanpa memberitahunya

Selama aku berkuliah aku tidak berkomunikasi lagi dengan Fitri. Namun aku terus memikirkan nya. Tanpa aku sadari ternyata aku mencintainya. Selama 2 tahun aku menempuh S2, aku sangat merindukannya.

Setelah itu aku kembali ke tempat asal ku, Lombok. Aku kembali ke Lombok untuk membuka usaha yang dulu aku impikan. Aku berencana untuk membuka sebuah coffee shop. Di hari pertama pembukaan, hampir tidak ada pengunjung yang datang ke toko ku. Aku bingung apa yang membuat coffee shop ku tidak ramai.

Hingga pada suatu sore ada seorang wanita yang tampak familiar bagi ku. Tetapi aku tetap melanjutkan pekerjaanku tanpa bertanya, "Siapa dia?". Wanita itu pun menghampiri meja kasir ku yang seadanya.

Aku terkejut dengan siapa aku kembali dipertemukan. Aku bertemu kembali dengan Fitri setelah kurang lebih 2 tahun sejak aku pergi berkuliah di Yogyakarta. Aku tidak mengerti mengapa Tuhan mempertemukanku kembali dengannya setelah sekian lama.

Pada saat itu juga aku hanya bisa terdiam. Aku berkata dalam hati "Mengapa Tuhan begitu baik dan jahat?". Aku bersyukur bisa kembali melihat raut wajah Fitri namun tidak dalam situasi yang seperti ini. "Apa kabar Fit?" tanyaku. "Baik, kamu apa kabar?", jawabnya dengan suara khasnya yang masih kuingat sampai sekarang.

"Sendirian kesini?", tanya ku yang penuh penasaran. "Iya, kebetulan liat toko baru, jadinya mampir liat-liat dulu.", jawab nya, "Lama gak ketemu ya".

Aku bingung harus berkata apa lagi. "Maaf Fit, aku harus melanjutkan kuliah ku.", kataku

dengan rasa penyesalan. "Oh.", jawab Fitri dengan singkat. Aku sangat menyesal tidak memberi kabar ke Fitri.

Tiba-tiba Fitri menarikku ke kursi di dekat jendela. "Sebenarnya aku merindukanmu, aku sangat bingung karena tidak mendengar kabar dari mu.". kata Fitri dengan raut wajah sedih. saat itu juga aku terkejut dengan perkataannya.

Pada saat itu aku menyatakan perasaanku yang terpendam selama ini. "Fit, sebenarnya sejak pertama kali kita bertemu aku merasakan benih-benih cinta tumbuh di hati ku".

PINTU HATIStories to obsess over. Discover now