JERITAN MALAM PART 1

51 0 1
                                        

JERITAN MALAM

(Bagaimana jika seseorang yang sudah meninggal, mengikutimu karena meminta pertanggung jawabannya?).

oleh : Amanda gustiar // fiksi.

#part 1

--------------------------------------------------

Angin sore kini telah berderuh berhembus begitu sangat kencang,membuat rambut seorang wanita yang tengah terduduk itu berantakan.

Matanya begitu tidak ia palingkan pada matahari yang berwarna jingga,didalam sorot matanya ada kebahagiaan dan rasa kagum yang teramat dalam.

Lengkungan bibir manis,mulai membuat lengkungan di wajah cantiknya, membuat siapapun yang melihat senyumnya akan terbawa kedalam halusinasi memilikinya.

Dia gadis cantik berdarah Bandung,wanita periang yang tidak pernah merasakan kesedihan, sepanjang hidupnya dia dikelilingi orang yang sangat menyanyangiinya,dia gadis penikmat senja bermata indah,pemilik senyum yang teramat manis.

"Amanda Gustiar" Ucap seseorang membuyarkan lamunan perempuan yang tengah menikmati matahari sore itu.

"Yoga?kamu sedang apa disini?." Suara lembut itu bertanya kepada laki laki yang tengah menghampirinya.

"Pulang sudah sore, sebentar lagi gelap, bukankah kamu tidak suka kegelepan?." Ucap laki laki itu sembari menatap dalam wanita itu.

Wanita itu tengah mengangguk dan berjalan sembari dituntun oleh laki laki yang tengah membawa nya masuk kedalam mobil.

--------------------------------------------------------------------

Amanda Gustiar,itu namaku,aku seorang perempuan penikmat segala hal,aku menikmati seluruh yang Tuhan ciptkanan dibumi ini,hanya saja kadang kali aku tidak bisa menikmati hujan,karena aku seorang perempuan pengidap leukimia stadium pertama.

Yoga Azhar Hambali,dia adalah seseorang laki laki yang menemaniku selama 2 tahun,meskipun aku tidak mencintainya tapi mama papa,menyuruhku untuk tetap bersamanya.dia seorang laki laki baik dengan segala kesederhanaanya,dia juga pemilik wajah yang bisa dikatakan ganteng,namun aku sama sekali tidak pernah tertarik padanya seberapapun dia menarik ku kedalam hatinya, aku hanya menggapnya teman biasa.

"Man kayaknya ban nya bocor deh." Ucap yoga pada Manda yang tengah terduduk sembari menatap dedaunan dipinggir jalan sepi.

"Ada ban serep?."tanya Manda sembari tidak memalingkan pandangannya dari kaca mobil.

"Ada cuma pasti lama deh,gapapa?."ucap yoga yang tengah bertanya pada Manda yang tak menghiraukan nya.

"Yaudah man aku ganti dulu,kamu tunggu disini yah Jan keluar diluar gerimis." Ucap yoga yang tengah berbegas keluar.

Yoga Menganti bannya sendiri dengan di temani rintik hujan, di sore yang menuju malam itu,tidak ada bengkel di jalanan sepi. hingga dengan terpaksa yoga mengutak ngatiknya sendiri.

Tidak kerasa hari sudah semakin gelap,adzar magrib sudah terdengar samar samar dari daerah lain, tapi yoga masih belum selesai.

"Lama banget sih." Ucap Manda berdecik kesal.

Lalu dengan diselimuti jaketnya ia keluar melihat yoga yang tengah belum usai mengganti ban nya.

"Bagaimana?sudah selesai?." Ucap Manda sembari mengelus tangan kirinya sendiri karena dingin.

Yoga yang tengah kedinginan gerimis hujan itu sudah berhasil membasahi tubuhnya dan bibirnya nampak gemetar kedinginan.

"Sebentar lagi selesai," ucap yoga yang tengah bergemetar kedinginan.

Jeritan MalamDonde viven las historias. Descúbrelo ahora