Saat kecil Bintang menyukai makanan, jenis makanan apapun dia sangat menyukainya. Matanya tidak akan menyembunyikan rasa kagum jika sedang menyantap makanan. Hatinya nyaman ketika mulutnya mengunyah dan menikmati makanan. Tak ada yang lebih menyenangkan selain menikmati makanan. Setiap ada makanan baru yang sedang trendi, meskipun harus mengantri, Bintang mau asal lidahnya dapat mencoba jenis makanan itu.
Ia pernah, mengikuti penjual makanan yang sedang berkeliling demi mendapatkan makanan tersebut. Kemudian setelah Bintang mendapatkannya, ia akan kembali ke taman kota, duduk dan menikmati makanan itu. Karena ibunya kurang menyukai jika melihat Bintang, menyantap makanan. Tidak tau, kenapa anak sekecil Bintang dilarang makan banyak.
Sungguh, Bintang rindu masa kecilnya yang polos. Yang selalu berbinar ketika mendapati hal sederhana. Sampai sekarang ia juga menyantap makanan, namun sekarang saat menyantapnya, ia tidak bisa sebebas dahulu. Bintang tersenyum memikirkan masa kecilnya.
Sekarang, bahkan jika ia tidak menyantap makanan pun ia hanya akan menjadi angin yang lewat. Semua orang akan terus berjalan, berlalu-lalang seperti kehidupan pada umumnya.
Makanan adalah satu-satunya pemanis yang akan membuatnya sedikit sembuh.
Hari ini, Bintang mengantungkan kakinya di udara. Menatap langit petang yang akan berganti hari sebentar lagi. Bahkan tak ada satupun kehidupan di atas sana, tenang dan damai saat melihat langit.
Hari esok akan datang, Bintang harus tidur.
Di temani angin sepoi sepoi, dan alas permukaan bumi, ia menyelimuti dirinya dengan keputus-asaan yang sudah lama ia tahan.
Bintang Aulia Pradibta hari ini akan tidur lebih panjang dari sebelumnya.
Otaknya sudah terlelap setengahnya, Gadis itu mencoba untuk tidak bertanya, apa yang akan terjadi padanya besok.
Semoga ia baik-baik saja
karena Bintang memutuskan untuk memberhentikan waktunya tepat pada hari ulang tahunnya.
after the bhirtday, she rest of the day
Bintang
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
And other cast
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mentari, Lili, Mona, Prima
Noted
Topiknya agak sensitif, jadi tolong dipahami dengan baik.