Prolog

8 1 0
                                        

Tuhan..
Bila rasa cinta ini adalah dosa
maka tukarlah rasa ini dg hidupku..
karena ku tak bisa hidup untuk tidak mencintainya.
***
Jakarta
waktu masih menunjukkan pukul 4.30 ketika Inayah Pramesti Wardhani bangun dari tidurnya.

Seperti biasanya Nay panggilan nya melakukan rutinitasnya sehari-hari dg mencuci muka, menuju dapur untuk membuat sarapan utk dirinya dan anak semata wayangnya Aldo yg masih berusia 5 tahun.

Ya.. Nay adalah single parent sejak usianya 25 tahun, suaminya meninggal karena kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu. Dan di usianya sekarang 28 tahun, dia harus mengurus dan membiayai anak semata wayangnya itu sendiri.

Untungnya rumah dan motor yg masih cicilan saat suaminya meninggal, sudah terlunasi dengan tunjangan, asuransi dan pesangon dari perusahaan almarhum suaminya. Sehingga Nay tidak terbebani untuk mencari tempat berlindung dan sarana transportasi untuknya dalam beraktifitas mencari nafkah.

Rasa syukur juga Nay panjatkan karena Almarhum suaminya sudah merencanakan dengan detail dan bertanggung jawab penuh atas dana pendidikan untuk anaknya sejak lahir di dunia ini dengan mengikutkan asuransi pendidikan sampai sang anak kuliah nanti.

Sehingga beban hidup yg Nay harus tanggung hanya lah untuk hidup sehari-hari dan tabungan buat keperluan-keperluan tak terduga saja.

Untungnya ketika Nay menikah dulu sudah meminta ijin suaminya untuk tetap bekerja walaupun dulu sedikit alot dlm perdebatan tp akhirnya mendapat persetujuan juga.
Dan ketika Nay ditinggal secara tiba-tiba oleh suaminya, kondisi ekonomi Nay tidak terlalu goyah. Karena selama Almarhum suaminya masih ada, suaminya tidak memperkenankan gaji Nay buat keperluan rumah tangga, jadi Nay mempunyai tabungan yg cukup ketika takdir merengut suaminya darinya.

Pagi ini, setelah sarapan dan bekal untuk Aldo siap, Nay pun membangunkan anak semata wayangnya itu untuk mandi dan siap-siap memakai baju sekolahnya dan sarapan bersama setelah Nay pun sudah mandi dan bersiap diri dengan kemeja silk biru langit dan rok selutut biru navy, make up tipis teroles di wajah cantiknya..

Ya.. Nay memang cantik dengan wajah oriental perpaduan dari maminya yg chinese dan papinya yg berdarah Bugis. kulit putih mulus karena Nay selalu menjaga kesehatan kulit dan badannya. Selain karena sejak lahir memang memiliki kulit putih, halus dan wajah cantik mirip artis Korea, Kim Tae He, serta body yg nyaris sempurna. Nay juga membiasakan merawat aset dalam dirinya sejak menginjak remaja.
Hasil akhirnya dapat dia rasakan sampai saat ini baik dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, banyak tatapan kagum ataupun iri setiap orang yg bertemu dengan Nay. Tapi itu semua tidak membuat Nay jumawa..
Nay adalah wanita ekstrovert, lincah, berhati lembut, sedikit talkative bila sudah akrab dan humble.

Waktu sudah menunjukkan pukul 6.30 ketika Inaya dan Aldo mulai bersiap berangkat dengan motor kesayangannya.
Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas baginya dan anaknya, sehingga Aldo tidak pernah rewel untuk diajak beraktifitas sepagi ini.
Dan seperti biasanya, Aldo akan di titip kan di mertua nya, karena Aldo sudah masuk TK kecil dan bersekolah di kawasan dekat rumah sang mertua, dan juga atas permintaan mertuanya yang tetap ingin menjaga silaturahmi dengan menantunya itu sekaligus ingin mencurahkan kasih sayang Kakek dan Neneknya kepada cucu nya yang yatim itu dengan menjaga nya selama Aldo di sekolahnya.

Setelah menurunkan Aldo dan sedikit berbasa basi dengan sang mertua, Naya langsung memacu laju motornya menuju kantornya. Salah satu perusahaan Perencana, Kontraktor dan Developer besar di kota ini. Argadia Corp.Tbk.

Ketika Nay pertama bekerja di perusahaan tersebut,  dia diterima sebagai karyawan di divisi HRD karena mungkin perusahaan merasa Nay bisa bekerja di bagian itu dan  sesuai dengan ilmu yang di dapat dari tempat kuliahnya dahulu di fakultas hukum.

Tapi setelah 3 tahun bekerja, Nay kemudian dipindah ke divisi sekertariat Direksi. Dan disinilah Dia bertugas sudah selama setahun berjalan.

Pagi ini seperti biasanya Nay merupakan slah satu karyawan yang konsisten mengisi absensi di card lock awal setelah para petugas kebersihan dan keamanan.

Jam masih menunjukkan pukul 7.45 sedangkan jam masuk kantor adalah jam 9.00 wib.
Hari ini termasuk record tercepat kedatangan Nay ke kantornya karena biasanya Dia tiba jam 8.00.
Bukan tanpa karena Nay datang agak lagian dari biasanya. karena hari ini akan diadakan briefing untuk proyek baru di Jawa Timur dan akan ada penunjukan tim yang akan turun bersama dewan direksi dari divisi nya. Saat ini Naya berusaha mengecek kembali berkas-berkas sebelum nanti di bawa ke dalam meeting agar tidak ada kesalahan yang nantinya akan membuat seluruh divisi lembur.

Sebenarnya  beberapa hari kemarin semua divisi termasuk divisi sekertariat sudah sibuk dengan file-file yang harus di bawa dan di diskusikan dalam meeting pagi ini.

Karena ini adalah meeting terakhir atau final briefing sebelum perjalanan ke Jawa Timur, maka semua harus benar-benar siap dg baik dan detail, secara Mr. Yoga Bagaskara, sang direktur utama sangatlah teliti. Beliau adalah pengusaha muda yg workaholic dan perfectsionis tapi humble. Seorang kepala keluarga yang sayang keluarga kecilnya dan keluarga besarnya termasuk karyawan-karyawannya yang dimatanya termasuk dalam keluarga besarnya. Sehingga setiap profit yang di dapat perusahaan dapat dinikmati semua karyawan dengan pembagian porsi yang adil. Membuat semua karyawan merasa bersyukur dan berusaha memberikan tenaga dan pikiran mereka dengan ikhlas untuk kejayaan perusahaan karena rasa memiliki yang ditanamkan Mr. Yoga selama kepemimpinannya yg sudah berjalan selama 4 tahun ini.

Mr. Yoga adalah generasi ke tiga dari Owner PT. Argadia Corp. Tbk. Generasi pertama adalah Kakek dari Ibu Mr. Yoga, kemudian diturunkan ke Ayah Mr. Yoga yang karena pernikahan dengan Ibu Mr. Yoga membuat perusahaan antar keluarga konglo itu merger. Dan jadilah saham PT. Argadia Corp. Tbk menjadi salah satu yang di cari untuk dibeli di bursa efek. Dan pemegang saham terbesar 75% dipegang oleh keluarga Mr. Yoga.

Dan tepat pukul 10.00 pagi ini final meeting untuk proyek-proyek di daerah Jawa Timur pun dimulai. Seluruh wakil divisi terkait sdh ready 20 menit sebelumnya karena semua sudah mengerti kalo sang Bos besar adalah "on time man".

Meeting break di pukul 12.00 tepat dan setelah waktu istirahat selama 1 jam, akhirnya meeting pun dimulai lagi dengan pembagian job description dan wilayah kunjungan mendampingi para Direktur di beberapa daerah di Jawa Timur nanti.

Akhirnya meeting berakhir di pukul 17.30 dengan hasil akhir Nay termasuk dalam team yang akan ikut para Direktur dalam kunjungan ke Jawa Timur.

Nay sudah mengira akan dilibatkan dalam team secara dia diikutkan dalam setiap meeting untuk proyek Jawa Timur ini. Tapi ketika namanya disebut tetap saja dia sedikit kaget karena selama setahun di divisi sekertariat, Nay belom pernah terlibat atau ikut dalam kunjungan keluar office walaupun itu masih di daerah ibukota Jakarta ini. Sampai-sampai teman-teman di divisi nya sering menjuluki dia sebagai si peri penunggu karena tugasnya yang selalu menjadi penunggu divisi sekertariat direksi.

***
Hai Guys
Maaf ya.. Aku masih belajaran.
Kritik dan Saran sangat ku harapkan.
semoga bisa memacu diriku utk lebih semangat dalam menulis.

Selamat membaca dan semoga kalian suka.

Cinta Dalam HatiStories to obsess over. Discover now