Pagi yang cerah datang dengan indah sinar mentari membangunkan seluruh makhluk yang ada dibumi untuk melakukan aktivitas pagi yang harus dijalani tapi tidak dengan seorang gadis cantik yang masih bergelung di kasur yang ia tiduri ia masih terlelap dengan tidurnya.
Jam weker nya terus berbunyi untuk membangunkan nya tapi ia abaikan. Ia masih sangat mengantuk karna tadi malam ia begadang untuk menyelesaikan operasi pasien yang harus dilakukan nya, ia adalah Raya sabrina amira gadis cantik yang tak lain adalah seorang dokter.
Pintu kamar diketuk terdengar lah suara lembut dari luar kamar yang tak lain adalah bunda raya
"Tok tok tok"
"Raya bangun ini sudah pagi, apa kamu nggak kerja kerumah sakit pagi ini?" Namun nihil sang empu di dalam kamar tidak menjawab karna masih bergelung dalam mimpi.
Bunda pun membuka pintu kamar raya ternyata tidak dikunci dan terlihat lah sesosok gadis yang masih bergelung di kasur ternyata masih tidur.
"Raya ayo bangun sayang" bunda membangunkan raya sambil mengusap kepala nya. Raya pun mulai terusik karna sentuhan dari bunda. Sambil mengerjapkan kan mata nya agar terbuka dan terlihat sang bunda yang tersenyum kepada nya.
"Capek iyaa karna ada operasi semalam sampe segitu nya bunda panggilin nggak bangun bangun masih aja tidur ternyata" Bunda terus mengusap kepala raya dengan sayang.
"Bundaaa raya nggak capek kok cuma ngantuk aja" raya mengatakan nya sambil nyengir kepada bunda nya
"Ada ada aja kamu kalo capek iya bilang capek jangan ditutupin sama bunda"
"Nggak bunda nya raya, raya nggak capek kok" kemudian raya duduk sambil mencium bunda nya.
"Iyaudah deh bunda ngalah aja" jawab bunda nya, raya nyengir tanpa dosa kepada bunda nya.
Itulah raya bagaimana pun keadaan nya ia selalu menutupi dari bunda nya, karna ia tidak mau membuat bunda nya untuk ikut kepikiran juga.
"Emang kamu nggak kerumah sakit hari ini?" Bunda nya berjalan sambil membuka tirai kamar raya terlihat lah sinar matahari yang memancarkan ruangan kamar nya.
"Nggak bun raya kan libur 2 hari"
Raya pun beranjak dari kasur dan mulai mengikat rambut nya asal.
"iyaudah kita sarapan dulu bunda tunggu di bawah iya sayang, bunda sambil mau nyiramin tanaman"
Raya pun menjawab "iya bunda"
Bunda pun menutup pintu kamar raya dan berlalu untuk ke dapur.
Raya masuk ke kamar mandi untuk melakukan aktivitas mandi nya.
Bunda yang terlihat memasuki pintu belakang setelah menyiram bunga di tanaman belakang rumah, kemudian bunda membuat susu dan teh hangat untuk minuman nya pagi ini.
Tak lama kemudian terlihat raya dari atas berlarian turun kebawah dengan tergesa gesa.
"Raya hati hati jangan lari larian nanti jatuh" khawatir bunda nya terhadap raya
Raya pun menghampiri bunda "bun raya harus kerumah sakit ada operasi mendadak, raya pergi dulu iya bun" raya menyalimi bunda nya dan berlari berlalu keluar rumah
"Tapi kat-
Belum sempat menyudahi omongan nya raya sudah tidak terlihat lagi
"Aduh anak itu belum juga sarapan" Bunda bergumam sambil geleng geleng kepala.
Sampai di depan rumah raya pun menuju bagasi untuk mengendarai mobil nya kerumah sakit, mobil mini warna biru yang bertempelkan stiker besar minions di belakang mobil nya. Mobil kesayangan nya.
Di dalam perjalanan menuju rumah sakit raya bersenandung sambil mendengarkan lagu kesukaan nya exo - peterpan. Menurut raya semua lagu exo adalah lagu kesukaan nya karna memang dia adalah seorang EXOL sebutan dari fans exo. Dari sejak exo debut raya sangat mengidolakan nya sampai sekarang.
Sesampai nya di rumah sakit raya memarkirkan mobil nya di parkiran khusus para dokter. Raya menuju ruang IGD, iya raya ditempatkan diruang IDG tempat nya bekerja sebagai dokter umum. Kebingungan pun raya rasakan karna terlihat ada beberapa tentara di dalam ruang igd.
"Pagi dokter raya" sapa semua nya yang ada di dalam igd kepada raya sambil tersenyum.
Raya pun membalas tersenyum "pagi juga semua nya"
"Bukan nya dokter libur 2 hari iya? Kok masuk dok?" Tanya perawat tiara
"Iya ada operasi jam 09.30 nanti maka nya masuk hari ini, dokter Rizan nggak bisa datang jadi minta gantikan"
tiara mendengarkan sambil ngangguk ngangguk "oh gitu iya dok"
"Saya duluan iya tiara mau ke ruang operasi" pamit raya kemudian berlalu
"Eh iya dok"
Raya berjalan menuju ruang operasi tapi dia masih bingung kenapa banyak tentara di rumah sakit ini, ternyata bukan hanya di ruang igd saja tapi dimana mana
Raya terus berjalan sampai tidak sengaja seseorang menabrak nya.
"Bruuuuk"
"Ah maaf" laki laki dengan perawakan tinggi badan yang bagus dengan berpakaian tentara.
Sekali lagi laki laki itu meminta maaf sambil melirik nama di snelli dokter raya "maaf aku benar benar tidak sengaja dokter raya"
"Ah Iya tidak apa apa" senyum kikuk raya terhadap laki laki itu "bagaimana dia tau nama ku (berkata dalam hati) bingung raya.
"Saya permisi dulu" pamit raya berlalu
"Iya dokter sampai ketemu lagi" teriak nya kepada raya sambil tersenyum, tapi raya terus berjalan.
"Hhmmm" raya hanya bergumam
Raya sampai diruang operasi kemudian dia mengganti dengan pakaian untuk operasi, operasi yang dilakukan berjalan dengan lancar. Raya sangat bersyukur karna dapat memberikan yang terbaik untuk pasien nya, karna profesi yang dijalani nya saat ini sebagai seorang dokter adalah resiko yang sangat tinggi karna bersangkutan dengan nyawa. Jika gagal ia akan benar benar bersalah jika berhasil ia akan sangat senang.
INI CERITA PERTAMAKU MAAF KALO TERLALU PENDEK CERITA NYA DAN BANYAK KESALAHAN DALAM PENULISAN.
INI MURNI CERITA DARI IMAJINASI KU SENDIRI SEMOGA PARA PEMBACA SUKA IYA? :) :)
JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT! KARNA VOTE AND COMMENT BERHARGA BANGET BUAT AKU, SEMOGA BISA JADI SEMANGAT BIAR SEGERA UP LAGI.
XOXO ;)
HESI DKS
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Rasa • Do Kyungsoo
RomancePagi yang cerah datang dengan indah sinar mentari membangunkan seluruh makhluk yang ada dibumi untuk melakukan aktivitas pagi yang harus dijalani tapi tidak dengan seorang gadis cantik yang masih bergelung di kasur yang ia tiduri ia masih terlelap d...
