İçerik Kurallarımızı güncelledik.
Hikâyeleri güvenli bir şekilde paylaşmaya devam etmek için en güncel kuralları inceleyin.

Cinta dalam Diam

27 2 0
                                        


Kriiiiing!!!.

Mama : Mario bangun sudah pagi,kamu mau pergi sekolah kan!.

Hari-hari seperti biasa,tidak ada yang istimewa. Setelah sarapan aku pergi ke sekolah. Bagiku sekolah adalah sesuatu yang membosankan. Tetapi ada sesuatu yang membuatku tidak bosan di sekolah. Melihat dia yang selalu tersenyum gembira membuatku senang. Putri namanya cewek yang ku idam-idamkan sejak aku kelas 7 SMP. Tapi aku tidak tau mengapa,aku tidak bisa membuat dia tertawa lagi seperti dulu. Mungkin karena aku sudah beda kelas di kelas 8 SMP ini.

Egi : "Maryo ke kantin yuk"

Maryo: "Oke. Yuk"

Egi adalah teman baikku dari kelas 7. Dia orang nya lucu dan baik,pintar juga sih. Gak salah terkadang aku suka melihat jawaban tugas milik dia. Setiba nya dikantin..

Egi : Mar itu dia,kamu gak mau ngomong sama dia?

Maryo: "Engga ah,aku gak tau mau ngomong apa"

Egi : "Kamu gak suka lagi sama Putri?"

Maryo: "Suka sih,tapi aku udah gak tau lagi gimana cara deketin dia"

Putri nama nya. Putri adalah orang yang aku sukai. Aku menyukai dia sejak aku kela tujuh. Melihat nya aku langsung menyukainya. Aku sudah mencoba banyak cara agar bias dekat dengan nya. Ya memang aku bias dekat dengan nya,aku bahkan bersahabat dengan nya. Tapi itu hanya sementara. Tiba-tiba dia berubah dan menjauh. Putri yang dulu sering mengajak ku ngobrol di kelas kini lebih asik dengan yang lain. Dia yang bahkan dulu sering menyapaku saat masuk kelas kini tidak lagi.

Jawaban ku tadi mewakili perasaan aku sekarang. Memang benar aku tidak bias dekat dengan nya seperti dulu. Ntah kenapa setiap aku ingin mencoba dekat lagi dengan nya, dia seakan menjauh. Terkadang gugup ketika ingin menyapa nya. Sekarang aku hanya bias melihat dia dari jendela kelas, dari kursi depan kelas, ataupun di kantin. Itupun hanya melihat.

Setelah lama bersekolah.Akhirnya kenaikan kelas pun tiba.Aku berhasil naik ke kelas 9 SMP. Senang bias naik kelas dan sedih juga ketika tau bahwa teman-teman dekat ku tidak sekelas dengan ku. Di kelas 9,aku selalu memikirkan Putri,ntah kenapa.

Aku pernah berfikir. "Apa aku ungkapkan saja perasaanku pada dia?."

Tetapi ini lah aku. Hanya seorang pecundang yang tidak memiliki banyak teman. Bagaimana mungkin aku bias mengungkapkan perasaanku padanya. Menyapa nya saja kadang gugup. Aku tau aku bukan lah orang yang berani.

Setelah pulang sekolah aku dan Egi bertemu dan bercerita sambil menunggu jemputan.

Egi : "Mar,kamu kelas mana?".

Maryo: "Aku kelas 9A".

Egi : "Ouh kelas 9A. Berarti kamu sekelas dengan Samuel ya."

Maryo: "Iya"

Egi : "Eh aku sekelas sama Putri loh!"

Maryo: "Ouh,ternyata dia di kelas kamu. Padahal aku berharap dia ada di kelas ku"

Egi : "Halah!, kalo dia di kelas kamu juga kamu tidak berani mengajak dia ngobrol kan!"

Maryo: "Heheh, iya sih"

Egi : "Tenang aja nanti aku bantu kok kamu untuk dekat sama dia"

Maryo: "Iya in"

Setelah sekian lama berbincang dengan Egi. Akhirnya mama datang menjemputku. Setelah dirumah aku langsung mengganti baju dan tiduran di kamar ku, kemudian tertidur. Di malam hari aku mengerjakan PR, makan dan bergegas tidur. "Kenapa aku selalu memikirkan putri ya?". Tanya ku dalam hati. Aku tidak tahu kenapa aku selalu memikirkan nya. Kenapa dia selalu ada disetiap aku ingin tidur. Padahal aku mencoba untuk bersikap biasa saja. Mencoba untuk tidak memikirkan nya lagi.

Keesokan hari nya aku mencoba untuk bisa berbicara dengan Putri. Aku tidak tau mau berbicara apa dengannya. Intinya aku mencoba agar bias ngobrol dengan nya lagi. Setelah lama mencari dan memberanikan diri akhirnya aku bicara dengannya.

Maryo: "Hai Put,mau nanya.Kamu ada di kelas 9 apa?"

Putri : "Aku di kelas 9A"

Maryo: "Ouh,ok"

Setelah itu aku hanya diam mati kutu. Akulangsung bergegas pergi karna aku tidak bias lam dekat dengan nya. Gugup rasa nya.

Sudah sekitar 1 bulan aku dikelas 9.Aku masih saja memikirkan tentang Putri.Aku selalu saja memikirkan nya. Memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa mengungkapkan isi hatiku kepada nya. Setelah pulang sekolah aku memikirkan sebuah cara untuk mendekati Putri. Aku mencoba mengirim pesan ke kontak nya dengan mengaku sebagai temanku. Sebenarnya aku sudah lama mengatakan bahwa ada teman ku yang menyukai dirinya, dan orang itu adalah aku. Aku berbohong seolah-olah temanku lah yang menyukai nya. Ya,padahal itu aku.

Maryo: "Hai..."

Putri : "Hai. Ini siapa ya?"

Maryo: "Ini teman nya Maryo"

Putri : "Hah?, siapa ya?"

Maryo: "Maryo pernah cerita gak tentang teman nya?"

Putri : "Pernah sih. Tapi nama mu siapa ya?"

Maryo: "Ah gak perlu tau. hehehe"

Itulah awal mula aku mulai chatingan lagi dengan nya. Sejak saat itu aku mulai bercerita lagi dengan nya. Walaupun aku memalsukan siapa diriku.

Disaat libur sekolah. Aku mencoba untuk mencari dimana putri tinggal. Sebelumnya dia pernah bercerita bahwa dia tinggal tidak jauh dari rumahku. Jam 5 pagi aku pergi mencari rumah nya dengan sepedaku. Hitung-hitung sekalian sepedaan pagi. Seulit untuk menemukan rumah nya. Karena aku tidak mengetahui jalan dilingkungan situ. Setelah lama mencari dan bertanya dengan orang setempat akhirnya aku menemui rumah nya. Rumah nya tertutup dan sepi, mungkin karna masih pagi ya. Hehehe. Malam nya aku mencoba untuk mengobrol dengan nya via chat. Entah kenapa, aku melihat bahwa dia sudah menghapus kontak ku (Blocked). Sedih rasa nya. Malam itu aku tidak tahu dengan persaan ku sendiri. Aku menyerah, aku tidak ingin memikirkan diri nya lagi. Tapi ntah mengapa hati selalu saja memaksa untuk memikirkan nya. Sedih dan kesal dengan perasaanku sendiri. Keesokan hari nya aku mencoba untuk memaksakan diriku, Aku mencoba untuk jujur tentang perasaanku.

Maryo: "Put, lagi sibuk ya?"

Putri : "Engga kok. Kenapa?"

Maryo: "Ada yang ingin aku omongin"

Putri : "Mau ngomong apa?"

Maryo: "Sebenarnya selama ini aku yang suka sama kamu. Ya, sekarang kamu tau, aku orang nya. Aku selalu mikirin kamu. Udah lama aku pengen ngomong jujur tentang perasaanku. Selama ini aku sembunyiin karna aku itu bukan orang yang berani untuk ngomong tentang perasaanku. Intinya aku udah ngomong sejujur-jujur nya tentang perasaanku. Sekarang terserah kamu mau terima atau engga. Aku tetap terima keputusan mu kok."

Akhirnya aku mengungkapkan nya dengan sejujur-jujurnya dari apa yang aku rasakan. Gugup, sudah pasti. Malu?, aku merasa malu udah ngomong gitu ke dia. Hati ini sudah tidak ada beban bagi ku. Semua tentang perasaanku pada nya sudah kuungkap semua. Putri hanya terdiam dan kaget saat itu.

Putri : "Aku gak tau"

Kemudia putri pergi dan tidak ingin ngobrol ataupun melihatku di sekolah. Keesokan harinya Putri datang menemuiku.

Putri : "Maryo!"

Maryo: "Hmmm, ada apa Put?"

Putri : "Aku terima kok"

END

Cinta Dalam DiamBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin