Prolog

2 0 0
                                        

Disinilah aku berpijak. Wangi buku menguar masuk ke indra penciumanku. Buku-buku berjejer rapih diatas rak. Ah, aku jadi ingat terakhir kalinya mengunjungi tempat ini. Sekitar 3 tahun lamanya. Bersama dia, sahabat baikku.

Dia gemar membaca buku, apapun itu. Setiap ke toko buku, wajahnya langsung berbinar. Lalu berlanjut mengendus-endus, menghirup aroma buku. Katanya, wangi buku itu enak. Sebagai seorang yang tak paham, aku hanya bergidik ngeri melihat tingkahnya. Asli, dia ajaib.

Sayangnya sudah lama kami tak bertemu. Namun beberapa hari kebelakang, temanku memberi informasi keberadaan dia. Dia di Bandung. Esok adalah hari ulang tahunnya. Buku adalah kesukaannya. Dan kali ini, aku tidak akan pura-pura tidak tahu. Tidak akan diam lagi. Tidak akan.

Berkeliling dari rak menuju rak lain. Mencari buku yang menarik yang akan ia baca. Mataku tertuju pada stand Best seller. Seolah ada yang menarikku, aku mendekatinya. Terkejut bukan main, melihat nama itu tertulis. Aku pun mengambilnya, lebih jelas. Membaca sinopsis yang dibelakang buku. Membacanya sampai ku ulang kembali. Aku tersenyum hangat, akhirnya aku bisa membacanya kembali. Membaca tulisannya kembali. Tanganku gemetar kala mengusap sang nama penulis.

Ranatsya Rea

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 11, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

GraNNatWhere stories live. Discover now