Hai ayah, Hai ibu.
Ini aku anak kalian, kuharap kalian selalu diberkahi dengan segala hal-hal baik.
Ayah, ibu, aku punya mimpi!
mimpi yang sungguh-sungguh kuminati, namun tak sejalan dengan keinginan kalian.
Apakah aku bukan anak yang baik?
Ayah, ibu..
maaf bila membuat kalian kecewa, maaf tak mampu menuruti apa yang kalian impikan.
Kumohon dukunglah aku, anakmu ini. mungkin mimpiku terdengar konyol dan tak masuk akal, tapi aku percaya, ayah, ibu.
Aku percaya, bahwa dengan dukungan kalianlah segala sesuatu yang menghalangi seakan tak berarti.
Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama kalian, marahilah aku bila sudah lupa kemana harus pergi, pukulah aku bila sudah tak berakal.
Aku tak bisa memilih pada orangtua yang mana aku dilahirkan, begitupun kalian, kalian tak diperkenankan untuk memilih anak seperti apa yang akan kalian jaga.
Ayah, Ibu, aku bersyukur sudah dilahirkan dikeluarga ini. Kuharap ayah dan ibu juga merasakan hal yang sama.
Tuntunlah aku kepada mimpi yang ingin aku raih, ayah.
Dukunglah aku kemana mimpiku akan pergi, ibu.
Pesan ini ditulis oleh anak kalian, dari masa depan.
YOU ARE READING
Orangtua
FantasyTulisan ini didedikasian kepada seluruh orangtua yang ada diseluruh dunia, atau bahkan yang baru menjadi orangtua atau yang ingin cepat-cepat menjadi orangtua.
