Thank You • Park Jisung

17 1 0
                                        

Senja tiba dan itu waktu favorit diriku dengan Park Jisung. Menikmati matahari tenggelam dengan suara ombak yang begitu menenangkan.

"Kalau ada waktu lagi kita kesini lagi ya?" ucap Jisung dengan senyum manisnya. Aku hanya mengangguk saja

Tanpa izin Jisung merangkulku "kalau liat senja seperti ini lebih nyaman" siapa yang tidak senang jika orang yang kalian sukai bersikap seperti itu? Tentu saja membuat diriku senang dan tentunya salah tingkah

"Kok kamu dari tadi diam aja, aku ngomong gak pernah dijawab" ia melepas rangkulannya lalu ia melihatku dengan tatapan yang dalam

"Maaf, soalnya aku lagi lihat matahari tenggelam tanpa ketinggalan sedetik pun, maaf Jisung kalau kamu marah" kataku dengan rasa bersalahku

Wajahku menunduk merasa bersalah, namun Jisung menangkup kedua pipi ku

"Sudah jangan seperti itu" ucap nya sambil tersenyum tulus, sangat manis sekali. Kami pun lanjut melihat matahari yang akan pergi menjadikan gelap. 

"Mau makan? Tanya nya setelah cahaya matahari tidak sedikitpun menunjukan, diriku mengangguk setuju dengan seulas senyum

"Ayo ikut aku" Jisung menggandeng tanganku dan ia menarik diriku entah membawa ku kemana

Sampailah diriku dan Jisung berada ditempat makan pinggir jalan, ah aku tidak mengapa makan disini karena ku sudah biasa namun Jisung apakah sudah pernah makan seperti ini? Ah aku tidak tau

"Mas ayam bakar dua ya" kata Jisung memesan, aku hanya ikut saja

"Ada masalah kah? Cerita aja aku pasti mendengar semuaa cerita mu" ucap Jisung, dan diriku hanya tersenyum dan menggeleng saja

"Ah yasudah kalau kamu tidak mau cerita biar saja aku yang cerita, dengar yaa" ku pun menunggu orang yang di hadapan ku ini bercerita

"Jadi seperti ini, dulu ketika aku bermain dengan kakak ku, aku diajak sama dengan nya pergi ke taman dan saat itu cuaca sudah mendung, aku sudah bilang ke kakak ku kalau besok saja main ke taman nya tapi dia memaksanya karena ia mau ambil kucing yang ada di taman sana. Ah kakak ku itu keras kepala sama seperti mu, tapi dia galak kalau kamu baik aku suka" pipiku panas ketika mendengar ujung cerita Jisung tapi ku tahan bahkan senyum saja aku tahan supaya tak kelihatan kalau aku sedang salah tingkah

"Lalu aku turuti saja kemauan kakak ku, terus ketika udah sampai ditaman, hujan turun deras kucing yang kakak ku inginkan pergi entah kemana. Kakak ku kesal sekali tapi yang disalahin aku, aahh aku kesal sekalii tapi ketika dia lagi marah-marah di derasnya hujan aku bersin dan kedinginan aku tidak bisa jika terlalu lama kena air hujan—" cerita Jisung terpotong ketika makanan sudah datang

"Ini mas makanannya" ucap pelayan yang mengatar makanan mereka.

"Terima kasih mas" ucap ku ramah dan pelayan tersebut tersenyum, lalu pergi kembali bekerja

"Sudah jangan terlalu lama melihat pelayan itu, nanti kamu suka sama dia" ucap Jisung sambil mengaduk minumannya dengan sedotan. Sifat yang cemburuan nya membuat ku terkekeh. Imut sekali.

"Iya, lanjutkan cerita mu, aku tidak suka jika cerita nya digantung"

"Baiklah, tadi sampe mana ya? Nah aku ingat" baru mau menjawab namun ia sudah mengingat nya duluan.

"Lalu kakak ku melihat diriku yang sudah bersin-bersin terus dia bawa aku pulang dan aku jatuh sakit demam. Kakak ku yang merawatnya dengan sabar, dan kakak ku slalu minta maaf karena gara-garanya aku sakit ya pasti aku maafkan. Dan aku dari situ hubungan aku dengan kakak ku lebih dekat sekali, kakak ku jadi jarang memarahi ku, ah aku kangen dengannya" diakhir cerita nya Jisung tersenyum miris dan ku yakin ia sangat merindukan sosok kakak membuatnya bahagia ketika di samping nya

Thank You • Park JisungStories to obsess over. Discover now