"Saya terima nikahnya Syahla Razita dengan mas kawin 50 gram dan alat shalat di bayar tunai"
para saksi " Sah.."
"Alhamdulillah barakallahu laka wa baroka alaikuma wa jama' bainakuma fii khair"
Aku menangis bahagia disini (dikamarku) bahwa aku sudah menjadi istrinya dia.. dia yang selalu membantuku, teman seperjuanganku,rivalku tapi selalu ada do'a terbaik disetiap shalatku.
ya Allah aku bersyukur....
Tap tap (mengelus kepalaku ) ....
"Syahla bangun nak, Sudah mau adzan shalihahnya ummi,mari kita siap Berjama'ah"
Eungh' senyum ku terbit ketika membuka mata dan ku melirik ke kanan kiri ku. Tidak ada dia, kemana dia? *pikiranku* lalu ku lihat ke depan ternyata ada sosoknya yang sudah cantik dengan mukenanya.
"Ohh ummi, baik ummi syahla siap2 dulu, tunggu nnti sayhla ke mushalla"
"Baik nak, ummi tunggu.."
"Astagfirullah mengapa mimpiku selalu dia si .. hmm ah sudahlah aku wudhu saja."
(Mushalla didalam rumah)
"Mari nak ( kata abiku )"
Akhirnya kami melaksanakan shalat, suara berat namun merdu membuatku terpaku dengan setiap lantunan KalamNya, abiku setiap subuh selalu membaca surat Qaf dan At-takwir, ingat betul aku ketika itu betkata kepada abi, "Abi mengapa selalu membaca surat panjang dan itu terus ketika kita berjama'ah di waktu subuh bi?" lantas abi berkata " Bahwasanya nak, Rasullullah ketika melaksanakan Shalat subuh beliau memanjangkan bacaan shalat nya sebagaimana dalam hadits nya..
“Nabi shallallahu’alaihi wasallam membaca Al-Fatihah di dua rakaat pertama shalat zhuhur dan juga membaca dua surat yang panjang pada rakaat pertama dan pendek pada rakaat kedua dan terkadang hanya satu ayat. Beliau membaca Al-Fatihah di dua rakaat pertama shalat ashar dan juga membaca dua surat dengan surat yang panjang pada rakaat pertama. Beliau juga biasanya memperpanjang bacaan surat di rakaat pertama shalat subuh dan memperpendeknya di rakaat kedua” (HR Al-Bukhari 759, Muslim 451). Dan dalam riwayat yang mengatakan Rosulullah membaca surat Qaf dan takwir yaitu,,
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah membaca surat Qaaf dan At-Takwir dalam shalat shubuh. Dari Quthbah bin Malik, ia berkata,
أنه صلى مع النبيِّ صلى الله عليه وسلم الصبحَ . فقرأ في أولِ ركعةٍ: والنخلُ باسقاتٍ لها طلعٌ نضيدٌ. وربما قال: ق
“Ia pernah shalat shubuh bersama bersama nabi shallallahu’alaihi wasallam. Beliau pada rakaat pertama membaca ayat baasiqaatin lahaa thal’un nadhiid (surat Qaaf ayat 10)” (HR. Muslim 457).
‘Amr bin Harits berkata,
سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْفَجْرِ إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
“aku mendengar nabi shallallahu’alaihi wasallam pada shalat shubuh membaca idzas syamsu kuwwirat (surat At Takwir)” (HR. An Nasa-i dalam Ash Shughra 941, dengan sanad hasan).
'Seperti itu shalihahnya abi ( sambil tersenyum kearahku dan mengelus ujung mukenaku'
Aku bersyukur sekali Allah kirimkan orangtua yang sayang sekali kepadaku dan paham agamaNya.
'Ya Allah semoga kelak aku memiliki keluarga seperti ini' *Batinku.
Setelah shalat akhirnya aku bantu ummi di dapur untuk membuat sarapan.. ohh dan tak lupa aku sudah siap dengan pakaian kampusku yang super sederhana ini hehe..
Memang aku tidak suka dengan segala macam yang ribet bahkan teman-teman ku selalu bilang 'kamu ini pakaian modis dikit dong, pakai make up lah biar tambah cantik dan ada yang ngajak kamu khitbah' haduh rasanya aku malas sekali dengar ocehan teman-temanku yang super bawelnya kaya aku, ehiaa sebenernya aku ini juga orangnya tidak terlalu pendiam jika sedang bersama orang yang sangat ku kenal namun jika bukan yang ku kenal pasti mereka akan mengaggap aku ini sangat pendiam dan anggun. Begitulah diriku..
Dikelas
Dengan matakuliah Ilmu Filsafat yang maa sya Allah sekali dosennya super membuatku bingung akan arah pembahasan nya.. pada akhirnya sekelibet Mimpi indah itu muncul lagi bak kaset yang selalu menayangkan film-filmnya.
*Flashback mimpi* dengan aku yang sedang menopang tangan dibawah daguku dan mataku tak luput ke arah deoan namun pikiranku lagi-lagi ke 'mimpi itu'. Ah Allah bersykur nya aku..
Dan tanpa sadar lisanku berucap disamping temanku.
"Jika benar aku bersyukur dan, sedang apa kamu?"
Temanku 'rara' nengok ke araku dan "Syah kamu mikirin teman kecil kamu lagi yah?."
Bak kesambet petir benar aku kaget ohh Allah dia mendengarnyaa..
Aku hanya menggeleng dan mengucapkan kan 'astagfirullah' untuk jawaban pertanyaan rara.
Lagi-lagi aku ketahuan. Ohh Allah rasanya aku malu tertangkap basah olehnya.. Ohia hanya 'rara' saja yang tau tentang 'dia' yang bernama ''Danis Mubarok" sosok yang selalu ada ceritanya dari dulu hingga saat ini, sosok yang selalu menjadi wasilah Allah untuk membantu aku ketika sulit, sosok yang aku kira hanya sebatas teman kecil, sekaligus kaka dan rival bagiku. Ternyata tidak hanya itu, rasa itu hadir rasa yang membuat aku bingung dan selalu menjadi pertanyaan untuk diriku "Kenapa bisa?"
Ohh Allah aku takut..
#Note
Jangan lupa baca Qur'an dan mohon maaf tidak jelas karena tahap belajar dan mencoba menuangkan ide cerita di kepala hehe semoga bermanfaat💛
YOU ARE READING
DanSyah
Humor"Saya terima nikahnya Syahla Razita dengan mas kawin 50 gram dan alat shalat di bayar tunai" para saksi " Sah.." "Alhamdulillah barakallahu laka wa baroka alaikuma wa jama' bainakuma bil khair" Aku menangis bahagia disini (dikamarku) bahwa aku sud...
