00. Prolog

16 2 0
                                        

"Kenapa kita harus kehabisan bahan bakar?" tanya Arham Galdegar bingung, Arham ke bawah dek untuk mengecek bahan bakar apa benar habis atau tidak.

"Pulau apa ini..." gumam Jordan Naheswara melirik pulau sekitar. Ini pulau kecil, tidak ada orang?

"WAH INI PASTI PULAU YANG ADA HARTA KARUN YANG KAYAK DI FILM-FILM ITU!!" sorak heboh itu berasal dari William Airlangga. William berlari kesana-kemari melihat pulau itu, ini asli atau hanya mimpi, pikirnya.

Mereka tidak tahu, kesialan yang mereka hadapi saat berada di pulau itu.

Sepasang mata melihat mereka bertiga dari kejauhan dengan menyunggingkan senyumannya, senyuman tantangan.

"My friends... kayaknya kita harus berada di pulau ini dulu untuk sementara waktu dulu, bahan bakar kita habis." ujar Arham sambil berkacak pinggang dengan mukanya yang berantakan bekas oli yang tak sengaja tumpah di dek.

"Arham... apa kau tidak takut disini, ini menyeramkan." kata Jordan dengan menautkan kedua alisnya memerhatikan sekitar. "Tidak, untuk sementara waktu, jangan aneh-aneh. Kita disini sampai menemukan bahan bakar untuk kapal kita."

"WAHHH... ARHAM KAMU PINTER BANGET CARI PULAU KAYAK GINI!! MIRIP SEPERTI DI FILM-FILM YANG AKU TONTON!" sorak William heboh.

Mereka yang harusnya bahagia di pulau yang mereka kunjungi menjadi ke pulau yang berujung kesialan.

Note: Ini semua hanya hayalan belaka. Bila ada kesamaan nama tempat, tokoh atau peristiwa itu hanyalah ketidaksengajaan, terima kasih. Selamat membaca, readers!!

Jangan lupa vommentnya, dan jangan menjadi silent readers ya. 🤗🤗

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 02, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Tiga Sekawan Where stories live. Discover now