Menusukmu dari Belakang

4 0 1
                                        

Aku pernah suka sama cowo yang ternyata sedang mendekati sahabatku.

Beberapakali aku dengannya pergi setelah pulang sekolah dan hampir saja aku melakukan hal yang melewati batas pendekatan.

Tergoda oleh suaranya yang lembut dengan sabar berbicara dengan aku yang sangat lama dalam memahami sesuatu, jarak yang dekat antar bibir ini membuatku ingin menggapainya begitu saja, tapi ku ingat 'dia punya sahabatku dan sahabatku udah baper sama ni orang duh'.

Akhirnya sahabatku tau dia deketin aku juga dan akunya ngerespon ni cowo. Aku dan sahabat ku berantem abis abisan, perang dingin dimana mana, yang mendukungku dan dia sama banyaknya. Disatu sisi aku memang jahat sekali untuk memperlakuan ini pada sahabatku sendiri, tapi disisi lainnya aku tertarik dengannnya.

Kamu tau readers? pada akhirnya aku dan sahabatku tidak memilih cowo ini, karena :

1. dia kalo deketin galiat apa kita sahabatan?

2. bikin berantem 

3. gak penting juga buat alasan kita berantem

4. jujur kaga ada ganteng-gantengnya ni cowo

5. bukan aku dan sahabatku saja yang yang terpecah, bahkan grupku saat itu juga pecah.

Kami berdua akhirnya berbaikan, tapi menurutku setelah 3 tahun kedepan dari kejadian tersebut aku merasa hubunganku dingin dengan sahabatku ini. Entah aku berbuat salah atau ia memang masih dendam kepadaku. Ia bersikap ketus hanya kepadaku karna pada sahabat satu grupku ia biasa aja tuh. Entah aku yang suka menyangkutpautkan dan membuat semua ini dalam satu garis ? 

Tak apa, aku berpikir sekarang ya mungkin ia sudah tidak cocok bersahabatan denganku. Ia sudah menemukan yang lebih baik dari aku. Aku tidak apa-apa, mungkin ini balasannya. 

-SEKIAN-

PENEBUSAN DOSA (short story)Stories to obsess over. Discover now