1; you're not alone

962 118 17
                                        

Prang!!!

Chanhee meringis mendengar suara kaca yang beradu dengan lantai, pecah. Suara teriakan ayahnya dan tangisan ibunya yang meraung-raung masih tetap terdengar meski Chanhee menutup telinganya dengan kedua tangan. Tubuh kecil Chanhee meringkuk di bawah meja, menangis tanpa suara, ia takut.

Di ulangtahunnya yang ke-10, bukan kue yang Chanhee dapat, justru kekacauan yang disebabkan oleh kedua orangtuanya.

"Bagaimana aku bisa hidup dengan wanita yang tidak berguna dan anak yang tidak normal?!" teriak Ayahnya, disusul suara tamparan keras yang lagi-lagi membuat tubuh Chanhee mengejat.

"Kau yang tidak berguna! Aku membesarkan Chanhee sendirian! Kau tidak pernah peduli pada kami!"

Plakkkk!

"Lima.." lirih Chanhee, menghitung suara tamparan yang ia dengar di tengah isakannya.

"Aku tidak akan peduli pada kalian! Dia bukan anakku! Aku ingin kalian berhenti menyusahkan ku!!! AKU INGIN KALIAN MATI!!"

Chanhee membuka matanya perlahan. Mengintip di balik kaki meja. Tubuhnya bergetar hebat melihat ayahnya meraih pisau dapur. Ia ikut meringis ketika ibunya jatuh karena dorongan keras sang ayah.

Di depan matanya, ia melihat ayahnya menusuk perut ibunya berkali-kali. Mata beningnya harus menyaksikan darah segar mengalir dari perut ibunya yang tergeletak tak berdaya. Chanhee masih terduduk kaku, membeku di tempatnya, bahkan sampai ayahnya melangkah pergi tanpa merasa berdosa sedikit pun.

"Hey, tidak apa-apa, kau tidak sendiri."

Chanhee terkejut mendengar suara di sampingnya. Seorang anak laki-laki seumuran dengannya, meremat bahu Chanhee pelan, memberikan rasa tenang yang perlahan menjalar ke seluruh tubuhnya yang tak lagi bergetar.

"Aku Changmin."




—————

a/n:

halo!

kali ini aku bawa short story, yg berarti isi setiap chapter hanya 300-500 words.

dan karena cerita ini hampir selesai aku tulis, jadi bakal aku update setiap hari:)

enjoy!

The Broken Mind | kyunyu (END)Stories to obsess over. Discover now