Hari Pertama Sekolah

647 28 4
                                        

Hari mulai pagi, Matahari terbit dengan begitu cerahnya, Secerah pagi ini.

'Kringggggg' Suara Sang alarm berbunyi Nyaring sekali, Membuat evaa dengan malas membukakan matanya.

"Enghhh, Baru jam 07:35 Masih pagi tidur lagi ah masih ngantuk"
Baru menutup matanya, Evaa sudah sadar kalo hari ini dia pertama masuk Sekolah.

"HUAAAA ANJIRRRR GUE TELAT BANGSULL" Evaa bangun dari ranjangnya, Diaa lari memasuki kamar mandi dengan tergesah~gesahnya.

Hari ini evaa berencana tidak ingin mandi karna takut telat masuk ke sekolah, Dan akhirnya evaa cuma mencuci muka dan menggosok gigi saja.
Setelah itu, Evaa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan seragam sekolahnya.

Lalu evaa berdiri di depan cermin, Untuk merapikan rambutnya, Setelah itu evaa tidak lupa untuk menyemprotkan parfum begitu banyak, Karna dia ingat kalo hari ini dia tidak mandi.

"Bodoamatlah gak mandi yang penting bau wangi. Toh orang cantik mah biar gak mandipun tetep cantik. Lagian gue mandi lamapun gak bakalan ngerubah hidung gue mancung" gumam evaa.

Setelah itu evaa keluar kamarnya menuju lantai bawah, Dimana keluarganya sedang melakukan sarapan pagi.

"Pagiiiiii Yah, Pagii Ndahh" Sapa evaa ketika sudah sampai di meja makan.
"pagiii jugaa sayang" Sapaa balik sang papih.
"Pagiii sayang sinii duduk kita sarapan bareng" Mamihnya membalas sapaan evaa dengan ramahnya.

"Masih ada orang kali di sini, Abang lo yang gantengnya Sekabupaten ini gak lo sapa hah? Adek lucknut emang ya lo!" Evan bergerutu kesal karna Merasa dirinya tidak di anggap di sini.

"Emang lo orang bang? Oiya gue lupa lo kan orang ya bang? Orang G.I.L.A sekabupaten maksudnya? Hahaaa"
Evaa sengaja menekankan kata "Gila" Karna dia ingin mencari masalah dengan saudara kembarnya.

Evano Pradana Boulsterli. Adalah anak pertama dari Revan Pradana Boulsterli dan Reva Aditi Maria.
Sedangkan Evaani Pradana Boulsterli.
Adalah anak kedua setelah Evano.
Mereka berdua kembar. Hanya beda waktu 3 menit saja.

"Ck, Sirik aja lo Dek! Udah jelas~jelas abang lo ini gantengnya sekabupaten gada duanya. Lagian lo kok gak bersyukur banget punya abang ganteng. Harusnya lo itu kudu bersyukur punya abang ganteng kek gue!" Evan memberitahu adiknya kalo dirinya ini abang terganteng sejagat raya, Gada saingannya.

"Bacot lo bang. Ganteng kagak bikin muntah iya! Lagian gue bersukur punya abang kek lo? Ckck musibah besar bagi gue punya abang kek lo!" Sahut evaa dengan ekspresi wajah yang di jiji~jijikan. Membuat evaan naik pitam.

"Berangkat sendiri! Gue badmood gegara lo adik lucknut!" Evan benar~benar kesal dengan sang adik. Hari ini evaa sudah berhasil membuat Moodnya rusak.

Masa iya abangnya ini yang super gantengnya sekabupeten. Di bilang mukanya bikin orang mau muntah. Ckck! Hellow mana ada kek gitu sejarahnya orang ganteng bikin orang lain pengen muntah liatnya.
Emang ya si evaa itu kalo ngomong bikin sakit hate tertohok aku:(

"Sudah~Sudah abang sama adek ini kenapa selalu berantem sih? Heran deh mamih sama kalian berdua. Buruan di makan sarapannya dan gada lagi yang berantem" Akhirnya sang mamih pun melerai pertengkaran kecil mereka. Dan mereka pun menurut untuk menyantap makanannya, Dan suasana jadi hening tidak ada yang memulai percakapan lagi, Hanya ada bunyi dentingan sendok.

"Evaa udah selesai mih, Evaa berangkat dulu yah mih pih. Dan oiya abang evaa gak butuh tumpangan sama mobil abang! Evaa bisa berangkat sendiri ke sekolah naik pesawat pribadi. Keren kan evaa? Berangkat sekolah aja naiknya pesawat!" alibinya evaa, Padahal evaa kesel karna ulahnya sendiri udah buat mood abangnya rusak, Alhasil abangnya ngambek dan memutuskan untuk berangkat sendiri Tanpa evaa. Evaa pun mau tidak mau harus berangkat naik angkot. Toh ini kan resiko suruh siapa pagi~pagi cari ribut sama abangnya.

My Possesife Badboy Vs IcegirlStories to obsess over. Discover now