Chapter 1

19.5K 1.1K 127
                                        

"Asahi-kun, apa kamu benar-benar tidak mau ikut ke acara keluarga tahunan kita?" Ucap seorang pria mungil yang berwajah manis kepada Asahi.

"Kamu kan tahu, aku tidak bisa akrab dengan sepupu kita yang lain, hanya kamu yang bisa menemani aku di acara membosankan itu, ayolah Asahi-kun, ayooo~" ujarnya kembali, Asahi lagi-lagi tidak membalas dan mengaduk kopinya dengan santai.

Meja yang mereka tempati berada di pojok kafe tersebut, dibatasi oleh kaca transparan dengan tanaman menjalar sebagai pemanis, meja antara customer sengaja di letakkan berjauhan antara 1 dengan yg lain, sehingga privacy customer tetap terjaga dan tetap terlihat aesthetic.

Suasana kafe yg berada di kawasan elite itu begitu tenang dengan iringan musik jazz, hanya terdengar sayup-sayup pembicaraan dari seluruh kafe, salah satunya pembicaraan yang sepertinya tertuju satu arah tersebut. Mashiho masih terus berbicara kepada lawan bicaranya yang hanya sedari tadi membungkam mulutnya.

Mungkin karena lelah mendengar suara Mashiho yang tak berhenti-berhenti, Asahi pun mendesah dan mengakhiri pembicaraan mereka.

"Haah, jika hanya ini yang ingin kamu bicarakan, aku akan pergi, aku masih ada janji dengan sahabatku" ucap Asahi seraya bangun dari kursinya, namun Mashiho dengan cepat memegang tangan Asahi.

"Hey, jangan pergi dulu! Kita belum selesai bicara"

Sebagai balasannya Asahi hanya memutar bola matanya dan melepas tangan Mashiho paksa, namun tanpa ia sadari, dari blind spotnya ada seorang pria yg tengah jalan begitu dekat dengannya dengan membawa 2 cangkir kopi dan kue yang terlihat lezat.

Dan insiden yg tak diingkan pun terjadi, Asahi tidak sengaja menyenggol tangan si pembawa kopi tersebut, tersadar apa yg sedang terjadi, Asahi berusaha menghindar dan menyebabkan keseimbangan dirinya hilang. Kopi yang tersenggol pun ikut jatuh ke bawah. Mashiho yang melihat kejadian ini hanya bisa berkeringat dingin membayangkan Asahi akan terluka jika terkena serpihan kaca. Dari arah jatuhnya sepertinya wajah dan tubuhnya tidak akan luput dari luka-luka.

"Hati-hati!" Teriak pria yang disenggol tadi pelan. Terdengar teriakan histeris dari seorang pramusaji yang juga melihat kejadian tersebut. Beberapa customer yang duduk di kejauhan juga menolehkan kepala mereka penasaran.

Melihat kemungkinan terburuk akan terjadi, ia dengan cekat menarik pinggang Asahi ke dekapannya, ia hanya berniat untuk meninggalkan kesan yang kuat pada Asahi, bukan berniat untuk membuat pria yg ia diam diam kagumi itu celaka, untungnya ia dapat melakukannya dengan sigap.

Mashiho pun juga bernafas lega, bagaimanapun dia juga ikut dalam rencana ini, ia hanya ingin Asahi dan pria yang dia kenal baik itu untuk berkenalan.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya pria tersebut dengan suara lembutnya yang sangat khas.

Mendengar suara yang familiar, Asahi yang sedang berada di dekapan pun melihat ke arah wajah pelaku yang hampir membuatnya celaka itu. Dan seketika ia terkejut.

'Jaehyuk?' tanya Asahi dalam hati. 'Apakah ini hari kesialan atau keberuntunganku?' lanjutnya, walaupun saat ini Jaehyuk sedang memakai masker, Asahi tetap mengenali Jaehyuk dengan matanya dan rambut hitamnya serta ia juga mengenali suara yang sangat lembut dan membuat telinganya seperti dilumuri madu. Ia langsung teringat dengan iklan shampoo yang dilihatnya saat menonton berita pagi tadi.

Yoon Jaehyuk adalah salah satu calon aktor yg dia butuhkan untuk memerankan naskah buatannya yang ia buat dalam bentuk webnovel sebelumnya, dan akan diadaptasi dalam bentuk film.

Jaehyuk merupakan aktor yang sudah sangat terkenal, dia telah memerankan beberapa drama dengan rating yang cukup tinggi, dan juga film yang sangat laris dipasaran. Penghargaan sebagai aktor terbaik pun sudah didapatkannya beberapa kali.

Dengan bakat akting yg sangat tinggi, diimbangi dengan wajahnya yang tampan dan menawan, tidak salah jika Asahi mempertimbangkan kemungkinan untuk menjadikan Jaehyuk sebagai aktor utama di filmnya. Jaehyuk juga terkenal dengan kemampuannya memerankan berbagai jenis peran dan melakukannya seperti memiliki jiwa sendiri.

Dan rencananya akan ia diskusikan setelah bertemu dengan Mashiho, yaitu dengan temannya, Kanemoto Yoshinori, sang sutradara dan Choi Hyunsuk, sponsor terbesar di film yang akan mereka garap untuk musim panas ini.

"Apa kamu tidak apa-apa, Asahi-kun?" ucap Mashiho yang kelihatan cukup panik. Matanya melotot ke arah Jaehyuk dengan pipi yg dia gembungkan. Namun Jaehyuk terlalu sibuk menikmati keindahan wajah Asahi dan menghiraukan kekasih teman baiknya itu.

Jaehyuk pun menggiring Asahi ke tempat yg bersih sementara seorang staff restaurant tersebut membersihkan serpihan gelas dan tumpahan kopi milik Jaehyuk.

"Aku baik-baik saja" balas Asahi sambil melirik ke Mashiho lalu ke Jaehyuk,"Terima kasih sudah menolongku, maaf tadi aku menyenggolmu dan membuat semuanya berantakan" Asahi meminta maaf, lalu menatap ke tangan yang sedari tadi tidak juga lepas dari pinggangnya.

Jujur saja Jaehyuk tidak ingin cepat-cepat melepaskan pelukannya dari Asahi.

'Sangat ramping dan wangi' ucap Jaehyuk dalam hati, hatinya berdebar-debar tak terkendali, namun sebagai aktor yg berpengalaman, ia dapat mengontrol ekspresi dan bahasa tubuhnya agar tidak terlihat 'tidak biasa', mau tidak mau dia melepaskan tangannya itu.

'Tapi maaf, tidak akan kulepas lagi kamu secepat itu mulai saat ini' Pandangnya ke tangan yang ia kepalkan. Lalu ia menurunkan maskernya ke bawah dagu dan tersenyum manis ke arah Asahi.

"Maafkan aku juga, jika saja aku tidak berjalan terlalu dekat denganmu, umm, untuk permintaan maaf, bagaimana jika kamu ku traktir makan di private restaurant milikku yang tidak jauh dari sini?"

--------

Ehew, I'm sorry jika ada salah kata, maklum nuna ini amatir 😖😫

Dan untuk para bucin roket Jaesahi, selamat menikmati~ 😃👍💕💕💕

My Little Morningsun -JaeSahiStories to obsess over. Discover now