telinganya tetap mendengar sesuatu
yang tak mesti didengar
hatinya sesak tak bisa ditawar
matanya merah berkaca
namun bibirnya berusaha melebar
memberi senyuman palsu yang merekah
seolah bisa terima.
23.01
YOU ARE READING
si pemulA sajak
Poetrytulisan dari si pemulA yang (seolah) bersajak. dimohon kritik dan saran yang membangun ;)
