Saat itu hujan turun dengan lebatnya. Pukul tiga sore kira-kira. Riza terbangun dari tidur siang meregangkan badannya dan tersenyum. Menguap dan tersenyum lagi. Maklum saja,anak yang berumur tujuh tahun itu baru saja dibelikan ikan nila oleh ibunya. Iya ikan nila. Saat anak-anak lain lebih suka memelihara kucing,kelinci,ia malah memilih memelihara ikan nila. Maksudku,jika ia memelihara ikan hias untuk anak sekecil itu tidak masalah. Tapi lucunya ia malah memelihara ikan nila yang terpaksa dibelikan ibunya tadi pagi. Ia menangis ditengah pasar dan memeberontak. Menghentak hentak dan memukul mukul ibunya. Ibunya marah dan menarik tangan Riza untuk segera pulang. Tapi Riza tidak kehabisan akal,dia menggigit tangan ibunya dan merebahkan badan ditanah. Kalian tentu saja paham bagaimana kondisi tanah pada pasar tradisional. Bau dan selalu becek.
Dengan santainya Riza berbaring dan menangis. Menggerakkan kedua tangan kakinya layaknya sedang liburan dipantai. Begitulah karakter pada kartun Spongebob mempengaruhinya.
Ibunya merasa malu,karna semua pandangan orang pasar tertuju pada mereka. Dengan agak tersenyum dan setumpuk kemarahan dalam hati,perlahan ibunya mulai membujuk.
"Yaudah,ini ibu belikan"
***
Bangun tidur disore hari,dengan sejuta kebahagiaan akibat hadirnya teman baru membuat Riza lebih bersemangat. Turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi. Bukan untuk buang air besar,melainkan jadwal berkunjung pertama kepada teman baru.
Setelah membeli ikan nila hidup-hidup itu tadi pagi,ia langsung saja meletakkan ikan itu diember bekas cucian. Air deterjen keruh sisa mencuci ibunya tadi pagi masih berbusa. Ia pikir teman barunya itu akan sangat senang jika berada di kolam penuh busa lembut dan harum.
Bukannya kaget melihat ikan malang itu mengapung,ia malah tersenyum.
"Teman baruku ternyata sedang tidur"
Sangat lucu membayangkan bagaimana kelakuan anak umur 7 tahun itu dalam berpikir.
***
Riza keluar dari kamar mandi dan berlari keluar rumah. Melihat sekeliling dan tersenyum. Matanya tertuju pada sekelompok anak-anak yang berada dipinggir jalan.
Tanpa ragu ia bergabung dengan anak-anak itu.
"1...2...3...larii!!!"
Anak-anak itu berlari bersamaan kesebrang jalanan komplek yang kala itu masih sepi. Entah apa yang sebenarnya mereka lakukan. Riza juga ikut dalam perlombaan kecil itu.
Hal itu mereka lakukan berulang-ulang. Sampai pada suatu momen,hal itu berujung fatal.
"1...2...3...!!"
Mereka berlari bersama-sama lagi. Kaki Riza tersandung dan terjatuh. Badanya menghantam aspal. Terlentang dan terdiam. Teman-temanya masih belum menyadari itu,sampai sesaat motor yang ditunggangi ibuk-ibuk melaju dengan kencang. Teman-teman Riza yang sudah berada disebrang jalan berteriak hingga mengejutkan ibu Riza yang sedang berada didalam rumah. Ibunya keluar dan menyaksikan dengan jelas motor itu menggilas kaki anaknya.
Ibunya berteriak dan berlari. Menghampiri tubuh anaknya itu. Ibu-ibu yang membawa motor tadi berhenti. Warga berkumpul dan mengelilingi Riza. Ibunya menggendong anak itu dan membawanya kedalam rumah. Warga menyarankan agar dibawa kerumah sakit tapi ibunya menolak.
Ajaib,Riza baik-baik saja tanpa ada lecet sedikitpun.
***
