Sepuluh tahun lalu..
____________________________________
Gadis kecil itu membelalakkan matanya. Bibirnya mungilnya terbuka lebar. Ia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi jelas terjadi sesuatu yang buruk. Lihatlah, ayah dan ibunya mengeluarkan sesuatu berwarna merah dari tubuh mereka, banyak sekali. Ibunya selalu bilang bahwa cairan kental berwarna merah yang keluar dari tubuh adalah darah, dan Anna sering melihatnya keluar dari tubuh burung kecil yang selalu ia dan ibunya tolong. Dan ibunya bilang kita harus sangat berhati2 pada burung kecil itu, karena dia sedang kesakitan. Dan Anna pun menyimpulkan bahwa jika ada darah keluar berarti ada yang sakit.
Ia pun mengeluarkan kristal bening dari mata kecilnya. Orang tuanya sedang kesakitan. Tapi Anna sendiri bingung harus melakukan apa, ia tidak bisa membantu orang tuanya.
'brugh'
Anna kecil terkesiap, ayahnya jatuh tepat didepan matanya. Tubuh ayahnya penuh darah. Anna berniat memeluk ayahnya. Tapi sayang, sebelum Anna mendekat kearah sang ayah tubuh mungil nya terangkat keatas. Kepelukan seseorang. Anna pun mendongak dan mendapati wajah ibunya yang sedang menatap sang ayah. Anna tidak tau apa arti tatapan ibunya, tapi yang jelas ibunya mengeluarkan air mata sama seperti Anna.
"Ayo sayang, kita harus pergi secepatnya". Ucap sang ibu,dan yang Anna lihat selanjutnya adalah sayap ibunya yang mulai mengembang, sayap indah yang selalu Anna mimpi-mimpikan itu rusak, sedikit terbakar dibagian atas dan tengahnya.
Gadis itu hanya mengangguk patuh dan mulai menenggelamkan dirinya didada sang ibu. Ia selalu percaya pada ibunya, baik kini, nanti, maupun selamanya.
Kehangatan yang ia rasakan dari pelukan sang ibu tidak bertahan lama, ia merasakan tubuh mereka berdua mulai terbang merendah dari ketinggian. Anna memberanikan diri menatap sekitar. Dan yang ia lihat memang seharusnya tidak ia lihat. Hampir semua wilayah di kerajaannya berubah menjadi lautan darah. Banyak orang dewasa- dan bahkan anak-anak- yang tergeletak tak bernyawa. Anna menangis, bukankah ini teman ia dan teman2 nya bermain? Kenapa sekarang tempat itu begitu menyeramkan. Anna berniat menangis lagi jika saja tangan lembut sang ibu tidak menyentuh wajahnya.
Anna menatap sang ibu, hati Anna teriris melihat sudut bibir ibunya yg berdarah. Tapi bibir itu tetap menampilkan senyum lembut yang begitu familiar di ingatan Anna.
"Sayang" ucapan lembut sang ibu mengembalikan kesadaran Anna kecil. Ia menatap ibunya dengan raut bingung saat sang ibu memakaikan kalung miliknya ke leher Anna. Saat Anna selesai memandangi kalung berian sang ibu, Anna kembali menatap ibunya.
"Untuk Anna?" Tanyanya diiringi senyum kecil yang terpatri begitu indah diwajah manisnya.
Sang ibu tersenyum.
"Benar, ini untukmu. Kau harus menjaga kalung ini Anna. Jangan biarkan siapapun mengambilnya darimu. Kau mengerti bukan?" Afreena-Ibu Anna- mulai menjelaskan tentang kalung itu pada Anna, dia sendiri sebenernya bingung. Ia takut Anna kecil tidak mengerti dengan apa yang diucapkannya, karena hal inilah dia memilih kata2 yang mudah untuk dicerna oleh gadis 4 tahun itu.
Anna menggangguk2 mendengar ucapan Afreena.
"Seperti ibu menjaga Anna?" Tanya gadis itu antusias. Sesuatu yang membuat Afreena tersenyum. Anak nya memang benar2 tak terduga.
"Benar, seperti ibu menjaga Anna." Afreena meneteskan air mata melihat putrinya tersenyum bahagia sambil terus memegangi kalungnya. Gadis kecil itu seperti sudah lupa bahwa tadi dia menangis terus menerus. Afreena tersenyum miris. Anna masih terlalu kecil untung menanggung ini semua. Tapi inilah jalan terbaik. Ia harus membuat suatu keputusan demi masa depan Anna. Nyawanya sudah diujung tanduk, walaupun dia berhasil menyembunyikan Anna ketempat aman, pasti musuh tetap bisa melacak putri kecilnya.
Karena hal inilah, Afreena telah memutuskan hal yang amat besar. Tentang sesuatu yang amat sangat rahasia dan bahkan hampir dimusnahkan oleh bangsanya. Tentang ikrar Pervaded, sebuah ilmu kuno yang hampir hilang dari peradaban bangsa angin.
--------------------TBC-----------------------
Salam hangat, QueenPink02.
_26 Juni 2020.
YOU ARE READING
Unprecedite.
FantasyGelap. Gadis itu terdiam, ia menatap sekelilingnya. Gelap. Hanya itu. Tak ada cahaya, bahkan dia sudah lupa bagaimana bentuk sang rembulan yang dulu selalu dielu-elukan sang ibunda. Ibu nya selalu berkata bahwa gadis itu adalah kembaran Dewi rembula...
