Serim X Allen {SELLEN}
Serim menghentikan mobil nya di basement appartement, ia meletakan kepalanya diatas kemudi mobil, sedikit rasa penyesalan
Apa yang terjadi?
Tim nya kalah tanding dengan tim futsal jurusan lain, serim sangat malu karena dia adalah kapten tim, ia merasa sangat bersalah pada anggota tim nya walau anggota tim nya sama sekali tak menyalahkan nya
Serim menhentakkan tubuhnya kebelakang, menyibak rambutnya frustasi
"Mau ditaruh mana muka gue besok? Sial"
Serim keluar mobil membawa semua barang barang nya dan menuju unit appartement nya
Pintu unit appartement serim terbuka, menunjukan sosok mungil sedang menikmati cemilannya sambil menonton film kartun favorite nya
"Serm? What happen?"
"I lost the game babe"
"Hey it's okay, mau makan? Aku udah masak buat kamu, tapi kamu mandi dulu"
"Allen pulang daritadi?"
"Iya, aku cuma ada beberapa mata kuliah, aku juga udah ngabarin serim, tapi serim gak pegang hp kan?"
"Iya sayang, maaf ya aku selesai kuliah langsung tanding"
"It's okay serm"
"Aku bersih bersih dulu ya"
Allen, kekasih serim sejak tahun lalu, tinggal bersama serim dan benar benar merawat serim dengan baik, ia akan menjadi pendengar yang sangat baik untuk serim apapun masalahnya
Selesai membersihkan diri, serim menghampiri allen yang melanjutkan menonton kartun
"Llen? Kamu udah gede nonton nya kartun"
"Gapapa, aku nonton berita gak paham, mending nonton kartun lucu"
"Kamu nonton apa sayang?"
"Penguins of madagascar"
"Nonton kamu sendiri haha"
"Enak aja emang aku penguin?"
"Kamu anak ayam, kecil tapi gemes"
"Ihh tambah ngaco"
"Kangen gak?" Tanya serim
"Emm iya"
"Yaudah sini peluk"
Allen menubrukkan dirinya pada serim, allen memiliki badan yang kecil dan lebih pendek dari serim, serim hobi banget meluk allen
"Llen, tim ku kalah, aku harus gimana?"
"Pertandingan kan ada yang kalah ada yang menang"
"Tapi aku malu sayang"
"Kenapa harus malu? Kalian taruhan?"
"Enggak ada taruhan, tapi tetep aja malu, tim ku terkenal gak terkalahkan" serim menenggelamkan wajah nya pada bahu allen
"Anak anak nyalahin kamu?"
"Enggak"
"Terus kenapa frustasi gini? Bisa diperbaiki di pertandingan selanjutnya kan? Jangan sedih gini"
Allen mengelus kepala serim dengan sangat lembut, meletakan dagu nya pada kepala serim
"It's okay captain, masih ada pertandingan lain yang harus dipikirkan, dan captain gaboleh putus asa"
"You're my best healing babe" serim meraih tangan allen dan mencium nya berkali kali
"Anytime for you" allen tersenyum sangat manis dan membuat serim juga tersenyum
Serim merasa setiap masalah yang ia curahkan pada allen akan melegakan untuknya, allen adalah pendengar dan pemberi solusi yang sangat baik
Canggihnya allen, serim selalu merasa lebih baik ketika allen memeluknya dan mengucapkan kata kata terbaiknya
Voment juseyo
Yang mau request prompt bisa komen ya 💖
