Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Luka

28 3 0
                                        

Mico menatap kosong foto yang tergantung didinding kamarnya. Foto dirinya dan seorang gadis yang melingkarkan kedua tangannya dipinggangnya. Gadis itu tertawa bahagia.

Wajah Mico berubah geram. Dia melempar gelas yang dia genggam tepat kearah foto itu.

Prang...

Gelas itu pecah bersamaan dengan foto yang jatuh dari gantungan.

Grace...
Inikah dirimu yang sebenarnya?
Kau hanya memanfaatkanku? Dan tak pernah mencintaiku? Dasar cewek matre!!!

Mico melangkah keluar dengan kunci motornya. Dia tampak sangat marah,barang-barang yang ada dirumahnya tampak berserakan. Ditambah dengan barang-barang yang ditendang dan dilemparnya saat keluar dari kamarnya.

Sementara itu sebuah mobil Lamborgini hitam berhenti didepan rumahnya. Seorang lelaki keluar sembari menatapnya heran. Mico telah duduk dimotor Harley Davidson kebanggaannya. Dia hanya melirik sekilas lelaki yang menghampirinya itu sembelum melesat dengan kecepatan penuh. Dia tak peduli akan suara lelaki yang memanggilnya.

Sorry guys...
Gue akan pergi dari kalian semua. Memang hanya cewek bangsat itu yang gue benci. Tapi gue tetep bakal ngilang dari lo semua.

•••

.Flashback.

Senja memantulkan warna jingganya ke langit taman kota. Seorang gadis duduk bersandar dibahu kekasihnya. Tak ada suara yang terdengar. Namun senyuman tersungging diwajah sepasang kekasih itu.

Tiba-tiba ponsel Si gadis berdering.

Gadis itu memberi isarat pada kekasihnya meminta ijin mengangkat panggilan yang datang tiba-tiba itu. Kekasihnya mengangguk. Gadis itu berdiri untuk menjauh.

"Jangan lama-lama ya..." bisik kekasih gadis itu.

Gadis itu mengangguk. Dia menganggkat telepon dan berbincang dengan sangat pelan entah dengan siapa. Ada perasaan gusar yang muncul dalam benak kekasih gadis itu. Dia ingin tahu dengan siapa gadis kekasihnya itu berbicara,agaknya dia membicarakan sesuatu yang sangat rahasia.

Gadis itu telah kembali duduk disebelah kekasihnya.

"Siapa?"

"Sepupu." jawab gadis itu singkat.

Lelaki gadis itu mengangguk meski merasa curiga.

"Aku harus pulang."

"Kenapa?"

"Sepupuku memintaku untuk menemani adik kecilnya yang sakit."

"Ok,aku antar."

"Nggak usah...sepertinya ada yang akan menjemput kok"

Laki-laki itu nampak kecewa.

"Hanya kali ini saja,Honey..." bujuk gadis itu mengetahui kekecewaan kekasihnya.

"Ok..."

Sebuah mobil Ferrari merah berhenti dipinggir taman kota. Sebuah kepala seorang lelaki seumuran dengan kekasih gadis itu melongok keluar dan melambaikan tangan pada gadis itu. Gadis itu balas melambai sembari tersenyum manis.

Beauty GhostStories to obsess over. Discover now