langkah kaki kecilnya yang telanjang
menapak pada hijaunya setapak
berlari menyusuri jalan yang ia suka
mata indahnya menatap tiap jengkal jalan itu
berharap ia temui bunga cantik
melihat jalan itu tanpa rusuh
tangan mungilnya mulai berusaha meraih tiap bunga yang agak jauh tapi indah menurutnya
dia berlari, berjalan, melompat
berharap tak terjatuh
setapak indah...
itulah apa yang ada pada benaknya
hey fana... setapak fana
gadis itu mulai tumbuh dewasa
jalan yang kau tunjukkan tak begitu nyatanya
kaki kecilnya berulang kali terpeleset
kau buat dia berdarah-darah
mata indahnya kini banyak melihat luka
setapak yang jahat
setapak berisi ego
setapak berisi bimbang
setapak tanpa ujung
setapak yang samar-samar membuat langkahnya kian hari kian menyerah
dimana dia?
tangan mungilnya
tak lagi menggengam bunga yang indah
ia menggengam harapan yang layuh
lusuh
sudah hampir hilang jiwanya
betapa fana yang kamu sediakan
hey setapak fana kemana akan kamu bawa aku?!
kemana tujuan ku?!
untuk apa aku disini?!
gadis kecil ini mulai lelah
jawab!!
aku sedang bertanya
senyumku mulai pudar
harapku mulai lenyap
terlalu banyak permakluman dalam otak ku
jalan ini sedang menipuku bukan?
aku tak bisa kembali
aku tak tau caranya
terlalu jauh
