Resmi Jadian

22 0 0
                                        

Mia dikisah cintanya selalu saja putus nyambung, tidak ada pria yang serius saat menjalin asmara dengannya. Bosan dengan cinta yang begitu saja, Mia iseng mencari teman untuk sekedar menemani chat di grup facebook. Mia tertarik dengan Ditho, yang kebetulan pria yang disukai sahabatnya jaman SMP dulu. Ditho Janendra Yudistira.
Saat itu pas hari natal, tak ragu Mia inbox Ditho.
"Merry Chrismas Dhito"
Selang beberapa menit Dhito online, Mia terbelalak karena inboxnya di balas Dhito. Dan dari situlah mereka asyik mengobrol. Dan bertukar nomor Whatsapp.
Selang seminggu chat, Ditho memberanikan diri mengajak ketemu Mia.
"Mia, makan yuk ke cafe"
"Kamu berani ga Dit, jemput aku kerumah? tapi mamaku galak"
"Aku otw jam 19.00 ya, kamu dandan yang cantik"
Ditho datang ke rumah Mia, mengendarai motor KLX. Mama Mia, terkenal dengan galak dan kepo. Siapa saja yang dateng kerumah, selalu ditanyai banyak hal. Mia kalo keluar rumah juga dikasih waktu jam berapa harus pulang. Maklum, anak satu-satunya.
"tok.. tok. tok" suara ketukan pintu.
"Mia, bukain pintu dong. Mama lagi masak nih" suara Mama menggelegar ke seluruh rumah.
"Iya Ma.. ini Mia lagi jalan kesitu" Mia buru-buru turun dan bukain pintu.
"Eh Ditho, udah sampe aja. Masuk dulu, pamit sama Mamaku" Ditho langsung masuk dan duduk dikursi tamu.
"Ma, ada temenku Ditho. mau ngajak Mia maen keluar"
"Ditho siapa? Mama kog baru tau, anaknya pak Edo ya tetangga sebelah? Coba mana Mama liat" Mama langsung nyerocos ga berhenti ngomong.
"Hufhh, benerkan jadi ribet gini kalo pamit Mama.. hmm" Mia bergumam.
"Malem tante, saya Dhito" sambil menyalami Mama Mia.
"Iya nak Dhito. Kamu lulusan mana? Anaknya siapa? rumahnya mana ya? Kog tante baru liat. temennya Mia ya? temen kuliah apa temen kerja?"
Ditho garuk kepala. "Maaf tante, jawabnya jadi bingung saya. Hehe" Dhito cengingisan.
"Iya iya, yaudah dijawab dulu kalo gitu yang mana tadi tante tanyain" Mama dengan tampang sinis.
"Begini tante, saya teman Loli jaman SMP. Loli sahabatnya Mia, jadi kami satu sekolahan dulu. Cuma hanya saya yang satu kelas dengan Loli waktu itu. Saya anaknya Pak Edward, dokter diRS Kasih Ibu. Saya kesini mau ngajakin Mia keluar. Mau minta izin tante"
"Oh anaknya pak dokter ya, boleh aja ngajak maen Mia. tapi jangan pulang malem ya. Nanti itu tuh rt depan rumah pada ngegosipin. Kaga waras itu orang. Udah sana buruan maen. keburu malem"
Mia dengan sigap langsung menarik Ditho biar ga kelamaan dirumah, mumpung Mama ngebolehin. "Ma, Mia dan Ditho keluar dulu ya.. muuah" Mia nyium tangan Mama, Ditho buru-buru tancap gas.

"Maafin Mia ya Dit, kamu mesti kaget ya sama Mamaku kek gitu?" Mia mengawali pembicaraan.
"Gapapa Mia, biasa aja kog"
"Tapi ya Dit, Mama biasanya susah ngasih izin keluar lho. tapi kog sama kamu langsung diizini ya?" Mia terheran
"Mungkin aku direstuin Mamamu mungkin Mi. haha" Ditho tertawa.
Malam itu pertama kali Mia dan Ditho bertemu. Meski pertama bertemu, mereka seakan sudah kenal lama. Tak hentinya bercerita segala hal diatas motor, sampai dicafe pun mereka masih bercerita. Apapun mereka bercandain, dicafepun mereka menjadi pusat perhatian. Ditho yang konyol, dan Mia yang blakblakan.
Sejak hari itu, Mia dan Ditho menghabiskan waktu bersama. Chat, telfon, video call dan ketemu hampir tiap hari. Seminggu berjalan dengan cepat, benih-benih cintapun tumbuh. Ditho memberanikan diri mengutarakan persaannya.
"Mia, ketemu ditaman dekat rumahmu ya." isi chat Ditho
Mia bertanya-tanya kenapa Ditho ngajak ketemu ditaman, padahal jarak rumah Mia dengan taman deket banget. Mia dengan polosnya cuma pakai baju piyama. Fikirnya ga ada alasan lain buat dandan ataupun ganti baju lain, kan cuma deket rumah ga kemana-mana. Sesampai ditaman, Mia terkejut banyak lilin dan bunga-bunga mengitari taman. Dilingkaran lilin berjejer rapi dengan tulisan i love you.
Pipi Mia merah merona, diantara cahaya lilin dimalam itu. Ditho muncul membawakan setangkai mawar.
"Mia, kamu kaget ya."
"Ditho, ihh kamu jail deh. ini maksudnya apa coba?" Mia memukul bahu Dhito pelan.
"Surprice"
"Apanya surprice, aku kan ga ultah hari ini"
"Hari ini special Mia, aku mau ngomong sesuatu sama kamu"
"Ngomong aja kali Dit, aku kan malu jadinya. aku cuma pake piyama aja. tapi kamunya rapi gitu"
"Tapi kamu masih cantik kog, meski pake piyama gtu"
Dhito berlutut dihadapan Mia, "Aku suka kamu Mia, mau ga jadi pacarku? Kalau mau ambil bunga ini, kalo ga buang bunga ini"
Mia tersipu malu dengan apa yang dikatakan Dhito malam itu.
Tanpa berpikir panjang Mia menerima Dhito. Dhito mengecup kening Mia dengan lembut, Mia memejamkan mata.
Sejak malam itu, Mia dan Dhito resmi jadian.

CornettoWhere stories live. Discover now