Malam pertama di kota kendari selepas menghabiskan hari-hari di kampung halaman dikarenakan pandemik yang tak kunjung usai ini. Sebenarnya masih ingin menghabiskan hari-hari di kampung, akan tetapi kepentingan kampus memaksa diri ini untuk segera mengemas pakaian dan bergegas ke kendari.
Aktivitas malam ini tak jauh berbeda dengan dengan malam-malam sebelumnya. Nongkrong di warkop ditemani segelas kopi dengan rokok sebungkus.
Yah ... Itu memang hal yang sering saya lakukan ketika malam tiba, ketika senja hilang di telan cakrawala, yaa ... Seperti itulah kira-kira.
Tapi, ada yang berbeda malam ini. Pikiran jauh meninggalkan raga, melayang-layang entah kemana. Merasa sunyi di tengah keramaian kedai, terisolir di sudut ruangan dengan sebatang rokok di tangan kanan. Di hantui kenangan-kenangan masa lalu yang tak bisa hilang. Ahh... Biarkan saja, biarkan seperti ini saja.
YOU ARE READING
Berdamai dan menimati
Randomcatatan harian seorang pujangga bertemankan kenangan masa lalu, menjalani hari-hari dengan kekosongan hati.
