Teman saya pernah berkata, "kehilangan kenangan itu lebi menyakitkan daripada kehilangan orang orangnya. karna org org bisa kembali, tapi kenangan gamungkin bisa kembali".
iya benar, itu berlaku untuk semua org yang masih "bersama" dengan temannya, dan tidak untuk saya.
pada awalnya, saya kehilangan teman teman karna kesalahan saya sendiri. kesalahan saya karna gabisa memertahankan mereka untuk tetap tinggal bersama saya.
sakit rasanya kehilangan teman yang sudah menemani 24/7 hari saya selama awal awal masa sma hingga menjelang akhir. iya, saya kehilangan mereka disaat saat perpisahan sudah didepan mata.
hari hari yang tadinya ramai, seketika menjadi sunyi. yang tadinya penuh warna, seketika berubah menjadi sunyi. hancur, berantakan tanpa ada satupun yang tersisa. semua pergi dengan tibatiba, dan meninggalkan saya sendiri tanpa aba aba.
saya hancur pada saat itu, gatau harus kemana. sampai akhirnya perpisahan tiba.
disaat semua nangis terharu karna bisa naik ke tingkat selanjutnya, saya menangis karna harus benar benar berpisah dengan teman teman.
awalnya saya merasa baik baik saja, karna saya berpikir, toh kenangannya masih banyak, masih bisa saya kenang tiap malam di pojokan kamar. tapi semakin sekini, kenangan itu kian luntur seiring jalannya waktu.
ada yang menghilang tiba tiba, dan ada pula yang terhapus karna keteledoran saya. entah, sepertinya semesta memang tidak samasekali mengizinkan saya untuk bersama mereka lagi. makadari itu, satu persatu kenangan yang saya simpan selama ini tentang mereka menghilang.
saya gatau harus berekspresi apalagi sekarang. senang? sedih? entah. rasanya seperti ingin menangis, tapi air mata tak kunjung keluar.
saya hancur untuk yang kesekian kali. dan hari ini, saya harap ini yang terakhir. semoga tidak ada keteledoran keteledoran lagi setelah ini. sudah cukup semua kenangan saya bersama mereka yang hilang, kenangan yang lain jangan.
Kawasan Tegar Beriman, 16 Juni 2020
YOU ARE READING
Sajakku
RandomSaya bukan penulis yang pandai merangkai kata kata indah dan menyentuh hati. Saya hanya manusia yang menulis jika hati tergerak membuat tulisan.
