1. Sepeda - 14/06/2020

207 24 0
                                        

***S-Aquamarine yuwiuee

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

***
S-Aquamarine yuwiuee

"Eomma lihat Jae sudah bisa naik sepeda!" seru anak laki-laki itu riang. Sang Ibu membalas dengan anggukan kepala. Namanya Jaehyun. Dia berusia 18 tahun tahun ini, tapi kelakuannya masih layaknya bocah berusia 5 tahun.

"eomma! Lihat aku!" seru bocah itu, gemas karena ibunya sama sekali tidak memberikan respon yang ia harapkan. "Eomma! Kenapa kau mengabaikanku?" protesnya sekali lagi, namun kali ini sang ibu mendesah malas.

"Jaehyun! Turun dari sepeda adikmu sekarang!" omel wanita setengah baya itu.

"Waeyo?" tanya Jaehyun dengan wajah merajuk andalannya.

"Tentu karena itu milikku!" seru seorang bocah laki-laki lain.

Bocah laki-laki dengan kaus baseball melekat di tubuh kurusnya. Ia menatap Jaehyun dengan kesal. "Menyingkirlah! Hyung bisa merusak sepedaku. Ini pemberian dari Appa, asal kau tahu saja!

Jaehyun akhirnya mengalah. Ia turun dari atas sepeda merah itu sembari menundukkan kepalanya.

"Jangan membentak Kakakmu seperti itu, Mark!" ujar sang Ibu. Wanita paruh baya itu tidak suka dengan sikap kasar Mark pada Jaehyun.

"Kenapa Eomma terus saja membelanya?"

"Karena dia puteraku."

"Lalu, Eomma pikir aku bukan putera Eomma juga?! Aku juga bagian dari keluarga Jung!"

"Berhenti! Sebenarnya ada apa denganmu, Mark? Jae hanya meminjam sepedamu, dia tidak akan merusaknya," tanya sang Ibu.

"Aku tidak suka barangku disentuh oleh anak autisme sepertinya," balas Mark sembari menatap Jaehyun yang berdiri dibelakang Ibu mereka.

***
yuwiuee

Lisa sedang berjalan-jalan di taman. Sendirian dengan hati sedih karena baru saja dicampakan kekasihnya. Sembari berjalan dengan kepala tertunduk, ia merasakan sesuatu menabrak kakinya. Gadis itu menoleh, kemudian berucap, "oh? Siapa kamu adik manis?"

***
Noyasama Illapayy

Tak pernah ada kata bosan saat aku bersama dia, seseorang yang jarang mengeluh dan terlalu sering mengumbar senyum pada siapapun, keuntungan dan kerugian untuk ku. Aku bersyukur selalu tertawa bersamanya seperti sekarang, dengan jahil pria yang bahkan lebih tua dari ku tengah mengendarai sepeda milik keponakannya yang harus kami jaga.

"Nama keponakanmu siapa?" ujar Lisa.

"Maaf," ujar Jaehyun. Katakanlah ia tak enak hati, hari ini kencan pertamanya, namun ia justru membawa serta keponakanya untuk alibi sang Eomma yang mendadak ada keperluan.

"Kenapa kau malah minta maaf?"

"Aku membawa Kimmy, harusnya ini kencan yang romantis bukan?"

"Aku membawa ini, anggap saja sebagai bentuk permohonan maafku." Jaehyun menyodorkan sekotak coklat.

"Terimakasih untuk cokelatnya," ucap Lisa kemudian, sedikit malu-malu gadis itu lantas menunjuk sepeda kecil keponakan Jaehyun. "Boleh aku mencobanya juga?" tanya Lisa kemudian, sedikit terkekeh lalu menularkan kekehan itu pada Jaehyun.

"Eonni, ini miliku," ujar Kimmy.

Gadis usia lima itu cemberut, lantas menunjuki Jaehyun setelahnya, "Ambil milikmu sendiri," celoteh mulut Kimmy.

Antara ingin tertawa juga malu, Jaehyun mulai bertumpu pandang dengan Lisa, lantas tertawa bersama.

***
Illapayy

Kim Ta eul merajuk, ia baru usia lima. Ada alasan dibalik Ta eul yang merajuk, ingin bermain—ingin jalan-jalan—ingin menghabiskan waktu, dengan Jaehyun. Jaehyun sang kakak merayu Ta eul dengan cara membelikanya sepeda baru, “Ta eul, lihat kakak punya sepeda, mau bermain?”

***
YGtreasure

Kata orang orang setiap manusia jika bertambah usia akan bertambah dewasa, namun bagaimana jika selama sisa hidupnya Jaehyun tidak bisa dewasa? Bagaimana jika jiwa yang hidup di tubuh Jaehyun bukanlah Jaehyun, melainkan anak kecil yang tidak sengaja laki laki itu tabrak?

***
rewine2

Jeremy mendengus melihat kelakuan kakaknya tertuanya yang sekarang sedang bermain sepeda milik adik mereka.

"Yak, hyung berapa umurmu sebenarnya eoh?" Lepasnya karena terlalu malu.

"18, kenapa?" Balas Jaehyun yang masih sibuk memainkan sepeda kecil itu.

"Kau tidak malu? Kau bisa ditertawakan orang lain nantinya," Tanya Jeremy lagi

"Mengapa aku harus malu? Toh ini hidup milikku," jawab Jaehyun santai.

Jeremy hanya bisa mendesah lelah mendengar jawaban kakaknya itu, kalau begini bagaimana ia bisa mendapat kakak ipar?

***
Kalau kamu, bagaimana kamu menulis Caption untuk foto itu juga foto-foto lainnya setelah ini?

CaptionWhere stories live. Discover now