PROLOG

82 7 18
                                        

Setahun berlalu semenjak kejadian itu aku tak lagi bisa berbicara lantang seperti dulu.
Seolah bibirku kelu tak bisa berkata apapun, sampai diam adalah kebiasaanku.
Setiap hari yang ada dipikiranku hanya kejadian itu.
Aku dibungkam oleh kenyataan dan keluargaku yang tidak mempedulikan hidupku.
Seolah-olah mereka tidak pernah menganggapku ada.
Seolah akulah yang menjadi sumber masalah mereka.
Aku hidup seolah mati.
Semua orang disekitarku menjauhiku.
Seolah kejadian itu adalah salahku.
Padahal aku hanyalah korban dari peristiwa itu.
Mereka tak pernah mempercayaiku.
Setiap kali aku membuka mulutku.
Seolah mereka hanya menganggap aku mengkhayal.
Seolah aku adalah manusia paling berlebihan hanya karena ketakutanku yang tak ada habisnya.
Hingga akhirnya peristiwa itu terjadi.
Peristiwa yang tidak bisa kulupakan seumur hidupku.
Peristiwa yang membuatku tak dapat lagi berbicara seutuhnya.
Bahkan keluargaku menganggap aku manusia paling buruk yang pernah ada.
Manusia yang lemah, manusia yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri.
Manusia sampah yang hanya menjadi beban bagi mereka.
Mereka berpikir bahwa akulah yang menyerahkan diriku.
Padahal aku berusaha memberitahu mereka, aku hanya korban.
Korban dari kebejatan manusia manusia yang tidak punya moral.
Manusia yang tidak memiliki belas kasih.
Manusia yang hanya memikirkan hawa nafsu, tanpa memikirkan masa depan korbannya
Dan disinilah cerita akan dimulai, dimana ketika aku membutuhkan tempat untuk berbicara untuk menyembuhkan luka masa lalu, tapi tak ada yang mendengarkanku, bahkan keluargaku menyalahkanku atas peristiwa itu. Aku adalah manusia yang tidak diinginkan oleh dunia sekitarku, mereka membenciku sampai pada akhirnya aku hampir mengakhiri hidupku.
Disinilah perjalanan hidup baru akan dimulai.

Hay...
Bagi kalian yang singgah di ceritaku,
Jangan lupa vote dan comment ya :)
Satu comment kalian sangat berharga untuk proses pembuatan cerita
Maklum author awwam :)
Selamat membaca dan terima kasih telah singgah disini :)
Salam hangat dari author :)

Memori KairaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora