Pagi ini adalah awal dari semester dua, dimana artinya akan ada apel pagi dari sekolah sehingga membuatku harus berangkat lebih awal. Jam memang masih menunjukkan pukul 06.30 pagi tapi aku sudah berjalan ke sekolah yang berjarak 500 meter dari rumahku. Aku tinggal sendiri di rumah, karena kakakku kuliah diluar kota dan orang tuaku juga bekerja di luar kota. Mereka hanya kembali saat libur atau waktu tertentu.
Jam menunjukkan pukul 06.45, 15 menit sebelum dimulainya apel pagi. Sesampainya di sekolah, aku segera pergi ke ruang kelas 10-1. Ku
letakkan tas dan bersiap untuk membantu persiapan apel dan memeriksa kerapihan siswa siswi lainnya. Kenapa aku harus melakukan ini? Karena aku adalah anggota OSIS.
Saat sedang menyiapkan Apel, salah satu guru memanggilku.
"Giyuu, Nanti setelah Apel tolong kamu keruang guru untuk memberikan list nama nama siswa yang terlambat dan tidak menggunakan atribut lengkap" Ucap beliau. Aku menjawab "Baik,pak", dengan sedikit mengangguk.
Sebenarnya aku tidak menyukai hal merepotkan seperti ini. Satu satunya alasan aku menjadi anggota OSIS adalah karena peraturan yang menyatakan bahwa siswa siswi peraih peringkat 5 terbaik di angkatan dalam ujian, wajib menjadi OSIS agar dapat menjadi contoh teladan bagi siswa lainnya.
Cahaya matahari sudah memenuhi lapangan ketika Apel berakhir. Semua siswa berjalan masuk ke dalam kelas secara bergantian dan terkesan sedikit terburu buru. Kebanyakan dari mereka, khususnya para gadis, tak ingin terkena panas matahari terlalu lama karena takut makeup mereka luntur.
Ku hela nafas pelan ketika melihat lautan manusia tersebut saling berdesakkan di tangga menuju lantai dua dan tiga.
Padahal aku sangat ingin segera masuk ke kelas yang dingin dan mengistirahatkan tubuh', batinku. Namun itu tidak dapat kulakukan karena harus pergi ke ruang guru terlebih dahulu.
Ruang guru terdapat di lantai satu, tepat disamping koperasi sekolah.
Tampak beberapa siswa sedang mengintip-intip melalui jendela kecil dan saling berbisik.
"Katanya murid barunya cakep loh..".
Sekilas dapat ku dengar obrolan mereka saat hendak masuk ke dalam ruang guru walaupun tidak kuhiraukan.
Meja guru nomer 5 dengan tulisan "Rengoku " menjadi tujuanku. Tampak pak Rengoku sedang mengobrol dengan seseorang. Seorang gadis.
Ia memakai seragam sekolah lain. Dengan tubuh kecil dan wajah imut, bagiku ia lebih mirip boneka porselein dari pada manusia.
"Ah.. Giyuu, kemarilah". Pak Rengoku melambaikan tangannya padaku dan membuat gadis itu menoleh.
Aku mengangguk dan berjalan mendekat.
Gadis itu terlihat lebih pendek saat berdiri di sebelahku, aku bahkan dapat melihat bagian atas kepalanya.
"Giyuu..perkenalkan, dia adalah Kochou Shinobu. Mulai sekarang akan jadi teman sekelasmu".
Gadis itu menatapku dan tersenyum dengan lembut. Bulu mata nya yang lentik dan panjang bahkan sampai memiliki bayangan saat matanya menyipit.
"Salam kenal, nama saya Kochou Shinobu".
Suaranya begitu lembut dan menenangkan, membuatku ingin terus mendengarkannya.
"Salam kenal juga Kochou-san. Saya Tomioka Giyuu".
Shinobu tertawa kecil sambil menutupi mulutnya. "Tolong jangan terlalu formal, panggil saja saya Shinobu".
"S-s-shinobu(?)". Agak canggung bagiku memanggil seorang gadis yang baru ku temui dengan nama belakangnya.
Ia tersenyum. "Yap, seperti itu".
'Ahh.. dia tersenyum lagi. Apa itu adalah kebiasaannya?' Batin ku.
YOU ARE READING
Another Story (Kny FanFiction)
Fanfiction==================================================================================== Fanfiction dari Kimetsu No Yaiba ====================================================================================
