-Suatu tempat pkl 11.37 malam
Malam itu aku melintasi jalan dengan sepeda motor tuaku, jalanan itu dihiasi hutan di kiri dan kanannya.
"Ah gelap sekali" ujarku menggerutu.
Kabut kian menyelimuti dan dingin mulai menghampiri.
"Sial! suasana makin gak enak lah" ujarku kesal
Tak lama aku berkendara, samar-samar ku lihat wanita menggendong bayi di pinggiran jalan itu. Sebagai lelaki aku merasa iba melihatnya, ku beranikan diriku untuk berhenti dan menegurnya,
"Ibu, mau kemana?" Tanyaku
"Saya mau pulang mas" suara wanita itu lemas
"Ah kalau begitu saya antar saja, bahaya malam-malam begini di tempat seperti ini" ujarku cemas.
Wanita itu hanya mengangguk dan naik ke motorku.
Sekitar 10 menit berjalan, aku mencoba memulai percakapan,
"Ibu darimana malam-malam kok masih disini?"
"Saya habis dari pasar mas"
"Ah pasar? Memang di dekat sini ada pasar, bu?"
Kudengar wanita itu hanya tertawa cekikikan.
"B-bu to-tolong jangan tertawa begitu, jadi serem" pintaku gugup.
Aku mencuri pandangan melalui kaca spion motor dan kulihat dia sudah tidak ada di belakang.
*KRIIITTTT!!
Decit suara banku terkunci saat kucoba menarik tuas rem untuk menghentikan laju motorku.
"Astaga!"
Nafasku terengah dan menelan ludah setelah melihat bentuk jalan dan wanita yang sama berdiri pada posisi 10 menit yang lalu.
"Oke.. oke.. aku akan lewati ini" ujarku meyakinkan diri sendiri.
Aku mearik tuas gas sekuat-kuatnya
*VROOMM
Motorku berlari cukup kencang melewati wanita itu dan entah darimana suara cekikikan mulai bermunculan seolah-olah suara itu sangat dekat denganku.
"Gila! Aku nggak ganggu kamu, apa maumu?" jeritku sembari menoleh ke segala arah berusaha mencari sosok itu, namun tak kunjung kutemukan dan perlahan suara itu menghilang.
Setelah beberapa saat berkendara aku mulai merasa tenang dan samar-samar lampu rumah-rumah warga mulai terlihat.
"Hufftt... lega banget udah lewat tempat itu" ujarku dengan nafas lega.
Aku berhenti di sebuah warkop untuk beristirahat ngopi dan melemaskan otot yang tegang karena berjibaku dengan suasana horor di hutan beberapa saat yang lalu.
"Mas! Mas!"
Aku sontak terbangun, setelah mendengar suara pemilik warkop memanggil sambil menepuk pundakku, tak kusangka aku tertidur di warkop itu.
"Maaf, Pak. Saya ketiduran" sambil menundukkan kepala.
"Iya mas, nggak apa-apa, ini saya lihat barang mas jatuh"
"Eh iya, Pak. Terima Kasih"
Kemudian aku bergegas membayar tagihan dan segera pamit.
Malam itu sagat panjang buatku dan mulai saat itu aku sadar bahwa saat malam hari atau tidak jika melewati suatu tempat hendaknya aku permisi dan meminta izin pada mereka para pemilik lahan dimanapun itu.
*****
YOU ARE READING
goresan pena malam jum'at
HorrorKumpulan cerita pendek dari moritoaozora. Publish setiap malam jum'at. Mereka melihatmu! 彼らはあなたを見ます! They are seeing you!
