Seorang pemuda termenung dihantui bayang-bayang
Berjalan menyelusuri sudut-sudut semak belukar
Bersahabatkan padi, bertemankan alang-alang
Seragamnya lusuh tak berdasi
Tertawa dan menghiasi diri
Pendidikan yang katanya mutiara masa depan
Tetapi enggan untuk singgah
Walaupun hanya sekedar menyapa
***
Bagaimana bisa membuka dunia
Ia hanyalah pemuda tamatan SMA
Bila ada tirani mencerkam masa
Ia hanya bisa diam
Menggerutu tak bersuara
Ketika datang sekelompok ular Berbisa
Ia hanya bisa menikmati
Dengan bayang-bayang bersinar dimata
Jiwanya sakit hingga melebar
Dan menerawang ke ujung tulang rusuk
Tapi pendidikan enggan membesuk
Ketika ia bertanya tentang keberadaanya
Seketika menjadi ambigu
Ditengah wajahnya yang lugu
Bagaimana bisa menjadi perubahan
Sendangkan setiap hari terasa benalu
Bagaimana bisa memberikan pencerahan
Sendangkan ia tak punya ilmu
***
Pendidikan dengan berbagai slogan
Baginya hanyalah bising kendaraan
Tak memberikan sentuhan apalagi manfaat untuk perubahan
Pendidikan baginya hanyalah kokokan ayam
Membangunkan mereka yang beruang
***
Apalah daya ia hanya rakyat miskin
Walaupun suaranya mencenkram sudut-sudut bumi
Ia tetaplah pemuda yang tak
akan pernah
Tersentuh pendidikan
YOU ARE READING
Apa Kabar Pendidikan?
Poetrykalian pernah berpikir bagaimana pendidikan sekarang? Pendidikan yang katanya wajib belajar 12 tahun atau 15 tahun? Apakah pendidikan indonesia saat ini merata? Bagaimana perasaan kalian jika ada saudara kalian yang tidak pernah tersentuh pendidi...
