Senandika ter(sip)u

3 1 0
                                        

Makin hari
Asmaraloka membelur sukma yang kian mengikis lupa
Tidak !
Awal hanya pura pura akur
Untuk euforia pertama
Sampai dimana asa yang terus dicambuk;
hingga menjemput ajal putu(s)
Bentalan semesta seperti enggan merestui
Apa apa yang selama ini di muluk mulukkan
Wanodya hanya menangis tanpa airnya
Dia sedih atau apa ?
Mungkin jika senandika msih belum tersipu
Ia akan tenggelam di kubangan lara

---salfha,2i

Tegal/3/5/2020

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 03, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

pilurleburWhere stories live. Discover now