Malam ini cukup sepi, angin berhembus tenang. Seorang gadis tengah berjalan menuju apartemennya, ia melalui jalan pintas, tepatnya dari belakang apartemen tempatnya tinggal.
Ia baru saja pulang dari sebuah restoran ternama di sana, bekerja sebagai chef atau pelayannya, tak masalah asalkan bisa menghasilkan uang.
Gadis itu menoleh kearah sebuah bangunan tua, ia menatap beberapa pria dengan senjata sambil mengintip kedalam bangunan itu.
Ia gadis remaja dengan tingkat keingintahuan yang besar, ia berjalan mendekat kearah pintu masuk bangunan yang terhalang oleh beberapa kayu.
Gadis itu mengintip dicela cela pintu masuk itu, ia dapat melihat jelas bebebrapa orang melakukan sebuah transaksi, seorang pria dengan tampilan seperti rockstar mengeluarkan koper yang didalamnya berisikan uang.
Gadis itu tampak bingung dengan tindakan orang orang itu, dan ia memperhatikan kembali, disekitar orang orang tadi, berjejer mobil mobil mewah, dengan macam macam warna dan jenis.
Tiba tiba terdengar suara benda jatuh dari atas bangunan, gadis itu menengadah, salah satu pria yang mengintip bangunan tadi menjatuhkan salah satu kaca bangunan.
Kemudian semua orang disana berlari, yang didalam bangunan ikut keluar, dan pengintip tadi berlari kemudian menaiki sebuah mobil.
Gadis itu kebingungan, ia ikut ketakutan melihat orang orang yang didalam tadi menodongkan senjata ke semua arah sambil berlari keluar.
Gadis itu ikut berlari, ia tak tau harus apa, tapi saat ini yang harus dilakukannya hanyalah berlari menjauh dari sana.
Tapi ia gagal
"Berhenti!!" Suara wanita, ia yakin salah satu wanita yang didalam tadi.
Ia terus berlari, tapi ia itu hanya gadis kecil yang larinya masih labil, gadis itu tertangkap
"Lepaskan aku!" Teriaknya.
Kemudian dua orang pria mengikat tangannya dan membekap mulutnya dengan sebuah sapu tangan, tak ada bius didalamnya.
Gadis itu meronta ingin dilepas, tapi tenaganya tak cukup kuat
"Bawa dia" kata wanita tadi sambil memasukkan sejatanya kedalam sakunya.
Kedua pria yang mengikatnya tadi membawanya dengan menodongkan senjata kearahnya, gadis itu hanya bisa diam sambil menangis.
Sampai mereka kembali kedalam bangunan tua tadi, seorang pria cukup tampan menghadang mereka.
"Hanya ini yang tertangkap?" Tanya pria tadi.
"Iya, gadis kecil ini mau saja menjadi pesuruh Ferdrick" kata salah satu pria yang mengikatnya tadi.
Pria yang menghadang mereka tadi menatap gadis kecil itu nyalang, ia kemudian berjongkok dihadapan gadis yang diikat tangannya dan kakinya itu.
"Beri tahu kami, dimana Ferdrick sekarang?" Tanya pria itu dengan dingin.
Gadis yang masih menangis ketakutan itu menggeleng, bekapan mulutnya dibuka oleh gadis dibelakangnya.
"Katakan!!" Tegas pria itu lagi membuat gadis mungil itu semakin ketakutan.
"A...ku tak tau" gugupnya.
"Kau berbohong, katakan!?" Tegas pria dihadapannya lagi.
Gadis itu semakin menangis
"A..ku tak m..engenal siapa Ferdrick" katanya semakin terisak.
Pria itu bangkit
"Beberapa pengawal akan mengambil mobil mobil ini, mereka akan melelangnya, kita sekarang sudah menjadi buronan polisi, kita berangkat sekarang, para polisi pengintip tadi sedang dikejar oleh Tull" kata pria itu pada ketiga orang didekatnya.
"Jadi yang mengintip tadi para polisi?" Tanya salah satu dari mereka.
"Ya, dia sudah mengincar ku sejak lama, tapi mereka memburonku dengan rahasia, ya tak banyak pihak polisi yang tau" kata pria itu lagi.
"Siapkan keberangkatan kita, bawa bus mahal itu dan beberapa barang yang diperlukan, ada misi baru lagi, dan bawa gadis itu, kita tak bisa melepaskannya, bisa saja ia bawahan Ferdrick" perintah pria itu yang diangguki ketiga orang tadi.
~~~~••••~~~~
Gadis mungil itu meringkuk dilantai bus besar yang dikendarai oleh seorang lelaki, bukan bus biasa yang mereka naiki, tapi rumah berjalan, bus yang isinya seperti rumah, ada kasur, dapur, sofa, lemari pendingin, microwave, televisi, dan ada banyak kejutan lain didalam bus itu.
"Aku sudah menyelidiki siapa gadis itu" kata salah satu pria yang mengikat gadis tadi.
Gadis itu mendongak, kali ini pasti mereka percaya padanya
"Baca saja" kata pria itu menunjukkan komputernya pada pria dingin tadi.
"Zeyca Celine, mahasiswa baru, mahasiswa yang baru mendapat beasiswa dari universitasnya dulu, anak baru didaerah ini, bekerja disalah satu restoran milik Fredrick" pria itu mendelik kearah gadis yang bernama Zeyca saat kalimat terakhir disebut.
"Salah satu gadis dari panti asuhan yang beralamat jauh dari sini, keluar dari panti asuhan dua tahun lalu, ketika kelulusan SMA" kata pria itu lagi.
"Hanya itu?" Tanya pria itu lagi.
Pria yang satu lagi mengangguk, pria dingin tadi menoleh kearah gadis yang bernama Zeyca
"Kau kenal Fredrick seharusnya" kata pria dingin itu lagi.
Zeyca menggeleng
"A..ku masih baru didaerah sini, dan aku baru dua bulan yang lalu bekerja di restoran itu, a..ku tak kenal pemiliknya yang bernama Fredrick itu" kata gadis itu.
Lelaki itu tampak percaya
"Lepaskan ikatannya, geledah juga dia" perintah pria dingin itu.
Wanita dan pria bawahannya kemudian membawa gadis bernama Zeyca tadi ke bagian belakang bus.
"Jangan takut gadis kecil, kami tahu sekarang siapa dirimu, tapi kami tak bisa melepaskanmu, Danielle saudaraku tak mengizinkannya" kata wanita tadi, Zeyca berpikir sejenak, ternyata wanita itu cukup baik.
Sambil melepaskan ikatan tadi, wanita itu berkata lagi
"Namaku Kyline, saudari dari pria kejam itu Danielle, tapi tenang saja, walaupun begitu ia pria yang cukup baik" kata wanita itu lagi.
"Baiklah aku akan mengeledah dirimu dulu, maaf lancang" gadis itu meraba raba pakaian Zeyca.
"Aman?" Tanya pria disampingnya.
"Ya" balas wanita yang bernama Kyline.
"Dan perkenalkan, namanya Boby, panggil sesukamu" kata Kyline lagi pada Zeyca.
Zeyca mengangguk
"A..ku Zeyca, seperti yang kalian tahu" kata gadis itu gugup.
Kyline menepuk pundak Zeyca pelan
"Selamat bergabung pada tim kami, selama Danielle tak melepaskanmu" kata Kyline yang diangguki Zeyca.
TBC
YOU ARE READING
The Destiny
AdventureTakdir selalu mempermainkannya, dia hidup dengan sulitnya, hingga semua terungkap pada waktu yang salah, tapi kemudian takdir kembali bermain. Dia kembali menjadi gadis yang tak beruntung, tapi kita tak tau takdir berkata apa di akhirnya. Yang jelas...
