"Titt...tittt..titttttttttt....." bunyi akhir monitor icu.
"Va gak Va, jangan secepat ini, aku belum siap Va." ucap Alvaro merangkul tubuh Vanisya yang telah terbaring kaku dipembaringan rumah sakit.
Air mata Alvaro tak henti keluar membajiri kedua pipinya, ia memeluk erat tubuh Vanisya seakan merasa penuh penyesalan.
"Udah Al, dia udah tenang disana kita gak bisa apa apa ini kehendak yang kuasa." kata Key berusaha menenangkan Alvaro.
"gak Key, dia belum pergiii!!! Dia cum..." belum sempat Alvaro menyelesaikan ucapannya, Megan tiba-tiba memeluk Alvaro.
"Al kita semua tahu kalo lo terpukul banget atas kepergian Vanisya, kita semua pun sama, tapi lu harus ingat Al, Vanisya juga gak bakal seneng disana ngeliat lo begini, sadar Al masih ada kita kita yang selalu support lu!!" Ucap Megan sambil memeluk erat Alvaro.
Mendengar ucapan Megan, tangisan Alvaro pun pecah dan tak terbendung lagi, ia menangis se tangis tangisnya dipelukan Megan.
"maaf Va maaf!!" kata Alvaro yang masih tersendak sendak akibat menangis dan semakin mempererat pelukannya pada tubuh Megan.
⚠⚠WARNING⚠⚠
TYPO BERTEBARAN
MAAF JIKA MASIH BANYAK SALAH KATA DAN SEBAGAINYA
SAYA SELAKU PENULIS MEMINTA MAAF AKAN HAL TERSEBUT SEBAB SAYA HANYA MANUSIA BIASA YANG TAK LUPUT DARI KESALAHAN
⚠⚠⚠⚠✌✌⚠⚠⚠⚠
ŞİMDİ OKUDUĞUN
VERLOREN.
RomantizmAlvaro adalah siswa SMA Guna Wijaya yang juga ketua gangster paling ditakuti dikalangan SMA lainnya, namun dibalik kengeriannya ternyata ia mempunyai rasa terhadap salah satu temannya, dia adalah Vanisya, wanita periang dan selalu tersenyum, namun d...
