Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Part 1 Forgot

12 0 0
                                        

MALAM ITU...

"Tuan Anderson!!!", pekik Samantha kaget sambil berjuang menegakkan diri di atas ranjang lalu dirinya terjatuh kembali sambari memegangi kepalanya yang berdenyut hebat karena gerakan tiba-tiba yang dia buat.

Anderson baru saja keluar dari kamar mandi bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk putih yang meliliti sekeliling tubuh bagian bawahnya. Anderson berjalan ke tepi ranjang, sambil tersenyum angkuh Anderson berkata, "sudah bangun rupanya. Sebaiknya kau sarapan dahulu sebelum pergi ke kantor hari ini. Atau mungkin kau ingin mengambil cuti beberapa hari sambil memulihkan dirimu? Kau bekerja di kantor Kawan Kita, bukan? Kau pegawai di sana, bukan tamu, benar? Kalau iya, maka, kau adalah pegawaiku."

"Saya...., Iya saya bekerja di sana, di bagian administrasi dan saya tahu siapa Anda." Jawab Samantha bingung karena mendapati dirinya berada dalam kamar hotel berdua dengan Anderson, Si Billioner kota yang terkenal angkuh seantero jagad, pria lajang paling diinginkan wanita seluruh kota. Saat dirinya berjuang turun dari ranjang dan mencoba berdiri sambil menahan dentuman di kepalanya yang serasa dihantam martil besar, dirinya tersadar kalau dibawah selimut putih besar yang menutupi tubuhnya, Samantha tidak mengenakan apa-apa. Tidak sehelai benangpun. "Oh Tuhan," pekiknya kembali . "Kemana pakaian saya?" Kini Samantha enggan beranjak dari ranjang king size berbalut satin putih itu. Wajahnya sudah merah padam karena malu. Bukan hanya rasa malu yang dirasakannya, seluruh tubuhnya pun terasa nyeri terlebih lagi diantara kedua kakinya.

Anderson duduk di tepi ranjang dan mendekati Samantha. Samantha yang masih syok berusaha menghindar. Dirinya beringsut menjauhi jangkauan Anderson lalu mulai merapatkan selimut tebal di sekeliling dirinya. Samantha benar-benar tidak ingat apa yang terjadi semalam. Agaknya dirinya mabuk setelah meneguk minuman yang diberikan pelayan Bar. Dirinya tidak pernah minum sebelumnya. Rasa-rasanya dia tidak memesan minuman beralkohol semalam. Pasti terjadi kesalahan dalam pesanannya.

Anderson masih tersenyum sombong dan berkata, "kau tidak ingat petualangan cinta kita semalam? Begitu murni dan liar. Jadi mau sarapan bersama? Kalau kau mau kau bisa minta pelayan antarkan sarapan ke suit ini. Mereka pasti mengerti."

Samantha tidak bisa berkata apa-apa. Bagaimana mungkin dirinya yang masih perawan begitu bodoh dan ceroboh menyerahkan miliknya yang paling berharga pada orang asing. Well, Anderson, adalah Boss nya di kantor, lebih tempatnya Boss dari Bossnya. CEO Kawan Kita grup, sementara dirinya bekerja di bagian administrasi. Semalam adalah pesta ulang tahun perusahaan yang ke-10. Samantha yang tidak memiliki banyak teman di kantor memutuskan ikut dan sedikit bersenang-senang karena sedang patah hati. Tanpa diduga pagi ini dirinya mendapati Tuan Anderson keluar dari kamar mandi setengah telanjang dengan dada bidang yang menggoda dan beraroma after shave sandalwood dan dirinya yang polos tanpa busana lalu mereka melakukan petualangan cinta panas di dalam suit ini. Itulah yang Anderson katakan padanya. Suit? Hotel? Dirinya berada di hotel mana? Rasa gundah, bingung dan syok membanjiri benaknya.

"Aku pastilah sangat beruntung menjadi lelaki pertamamu." Lagi-lagi Anderson menyunggingkan senyum khasnya sambil berkata santai seperti itu. "Dengar, semalam itu sangat menakjubkan. Mungkin kita harus melakukannya lagi kapan-kapan."

"Apa?" hanya itu yang dapat keluar dari mulutnya sambil menggeleng tidak percaya. Dirinya benar-benar bingung harus berbuat apa pada situasi ini. Yang dia tau saat ini hidupnya sudah cukup rumit tanpa diperkeruh dengan situasi aneh dengan Boss nya. "Tuhan, apa yang harus aku lakukan?" Teriaknya dalam hati. "Tuan Anderson, saya tidak bermaksud memanfaatkan keadaan atau apapun itu. Percayalah, saya bukan wanita seperti itu." Imbuhnya setelah beberapa saat seraya mengigiti bibir bagian bawahnya. "Baiklah saya akan pergi dan anggap saja semuanya ini tidak pernah terjadi. Mungkin saya juga akan mengundurkan diri besok." Samantha buru-buru berdiri sambil memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai dan pergi sesegera mungkin ke kamar mandi.

Sebelum pintu kamar mandi ditutup, tiba-tiba Anderson bertanya dari arah ranjang. "Siapa namamu?"

"Samantha," jawab Samantha cepat. "Samantha Mendez." Entah mengapa dia memberitahukan nama belakangnya. Mungkin jauh di lubuk hatinya, Samantha berharap bahwa Anderson akan mengingatnya, atau paling tidak mengingat namanya. Karena bagi Samantha kejadian semalam adalah kesalahan namun spesial untuknya, mengingat ini pertama kalinya dia tidur dengan seorang pria.

That NightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang